Fenomena Ledakan Mahasiswa PTN: Prof. Didik Rachbini Peringatkan Penurunan Mutu Pendidikan

Abdul Hapid

- Penulis

Rabu, 11 Februari 2026 - 12:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DetikBerita. Co. Id||– Jakarta – Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menyampaikan kritik mendalam terkait arah kebijakan pendidikan tinggi di Indonesia dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi X DPR RI di Senayan, Jakarta.

Dalam paparannya, beliau menyoroti adanya pergeseran fungsi Perguruan Tinggi Negeri (PTN), terutama yang berstatus Berbadan Hukum (PTNBH), yang kini dinilai lebih mengutamakan kuantitas mahasiswa demi pendapatan operasional daripada kualitas riset.

Prof. Didik menyebut fenomena ini sebagai transformasi menuju industri kursus kuliah massal yang dapat mengancam mutu akademik nasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kekhawatiran tersebut didasari oleh data penerimaan mahasiswa baru di sejumlah PTN besar yang mencapai angka belasan hingga puluhan ribu orang dalam satu tahun.

Ledakan jumlah mahasiswa ini dianggap sebagai konsekuensi dari keharusan PTNBH untuk mencari pendanaan mandiri.

Akibatnya, universitas yang seharusnya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan justru terjebak menjadi universitas pengajar yang mengejar pendapatan.

Kondisi ini sangat kontras dengan universitas top dunia yang justru membatasi jumlah mahasiswa untuk menjaga rasio kualitas dan fokus pada penelitian.

Dampak dari kebijakan tersebut tercermin pada rendahnya daya saing global pendidikan tinggi Indonesia. Hingga saat ini, belum ada universitas di tanah air yang mampu menembus peringkat 100 besar dunia, tertinggal jauh dari negara tetangga seperti Singapura.

Baca Juga:  Ciptakan Kelancaran dan Kenyamanan, Personel Polsek Cempaka Putih Siaga di TL Rawasari

Prof. Didik memperingatkan bahwa selama kampus-kampus flagship Indonesia tetap mengelola mahasiswa dalam skala masif antara 60 ribu hingga 80 ribu orang tanpa penguatan modal riset, harapan untuk bersaing di level internasional akan sulit tercapai.

Selain masalah kualitas, Prof. Didik juga menyoroti ketimpangan antara PTN dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Kebijakan negara yang membiarkan PTN menyerap mahasiswa secara masif dinilai secara perlahan mematikan peran institusi pendidikan berbasis masyarakat sipil.

Sebagai solusi, beliau mengusulkan penerapan batas maksimal jumlah mahasiswa S1 di PTN serta pengalihan fokus ekspansi ke program pascasarjana dan riset strategis.

Reformasi sistem insentif dosen dan pemberian insentif fiskal bagi PTS juga dipandang mendesak agar ekosistem pendidikan tinggi nasional tetap sehat dan inovatif.

Abdul Hapid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Bali Gelar Laporan Kesatuan dan Penandatanganan Memori Sertijab Kapolda Bali
Polda Bali Gelar Upacara Penyerahan Pataka “Sura Dwipa Sarva Bavena” Kepada Kapolda Baru
Tradisi Penyambutan Kapolda Bali Baru di Mako Polda Bali Berlangsung Khidmat
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Patroli Cipta Kondisi dan Strong point Apresiasi Ganguan Kamtibmas Pada Dini Hari
Polri Mutasi 12 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan di Bareskrim hingga Kewilayahan Bergeser
Kapolri Silaturahmi dengan Pimpinan MUI,Perkuat Sinergi Jaga Keamanan dan Kerukunan
Atas Nama Kemanusiaan,Tak Ada Ruang Untuk Sikap Abu-Abu Heri Kustanto Tolak Konser Andrea Bocelli
HIPPMAKEL SOROT DLH KONAWE UTARA TERKAIT DUGAAN PENCEMARAN LAUT DI PERAIRAN LEMBO

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Polda Bali Gelar Laporan Kesatuan dan Penandatanganan Memori Sertijab Kapolda Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Polda Bali Gelar Upacara Penyerahan Pataka “Sura Dwipa Sarva Bavena” Kepada Kapolda Baru

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Tradisi Penyambutan Kapolda Bali Baru di Mako Polda Bali Berlangsung Khidmat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:57 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Patroli Cipta Kondisi dan Strong point Apresiasi Ganguan Kamtibmas Pada Dini Hari

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Polri Mutasi 12 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan di Bareskrim hingga Kewilayahan Bergeser

Berita Terbaru