UGM Jajaki Pemanfaatan Panas Bumi untuk Pendingin Ruangan di Indonesia

FIka

- Penulis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikberita, JAKARTA — Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama organisasi internasional Inerspace dan Geo Energi menjajaki pemanfaatan energi panas bumi secara langsung (direct use) untuk sistem pendingin ruangan di Indonesia.

Pengembangan teknologi ini dinilai memiliki prospek karena Indonesia memiliki iklim tropis dengan suhu relatif hangat sepanjang tahun. Selama ini, pemanfaatan panas bumi secara langsung lebih banyak dikembangkan di negara empat musim untuk kebutuhan pemanasan maupun pendinginan.

Dosen sekaligus peneliti UGM, Dr. Khasani S.T., M.Eng., IPM., ASEAN Eng., mengatakan Indonesia memiliki posisi strategis dalam pengembangan energi panas bumi. Indonesia saat ini menjadi salah satu negara dengan kapasitas produksi listrik panas bumi terbesar di dunia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, pemanfaatan panas bumi secara langsung untuk kebutuhan nonlistrik dinilai masih belum berkembang secara komersial di Indonesia.

“Selama ini teknologi direct use lebih banyak diterapkan di negara empat musim, baik sebagai pemanas saat musim dingin maupun pendingin saat musim panas,” kata Khasani.

Menurut dia, kondisi iklim Indonesia justru membuka peluang untuk mengembangkan teknologi tersebut sebagai alternatif sistem pendingin ruangan yang lebih ramah lingkungan.

“Di Indonesia yang bersuhu hangat sepanjang tahun, teknologi ini berpotensi dimanfaatkan sebagai alternatif pendingin ruangan yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya.

Masih Tahap Studi Kelayakan

Khasani menjelaskan, kolaborasi UGM bersama Inerspace dan Geo Energi masih berada pada tahap awal. Tim saat ini melakukan studi kelayakan (feasibility study) untuk mengkaji aspek teknis dan potensi penerapan teknologi tersebut di Indonesia.

Tahap berikutnya direncanakan berupa pembangunan pilot project. Proyek percontohan tersebut akan menjadi sarana untuk menguji teknologi sekaligus mengetahui efektivitas penerapannya dalam kondisi di Indonesia.

Apabila hasil studi dan uji coba menunjukkan hasil positif, teknologi tersebut berpeluang dikembangkan pada bangunan dengan skala yang lebih besar, termasuk fasilitas nasional.

Baca Juga:  BRI Sudirman 1 Kembali Gelar Jumat Berkah, Berbagi Kepedulian untuk Pengemudi Ojek Online

“Proyek ini masih dalam tahap awal. Kami memulai dengan feasibility study, kemudian direncanakan membuat pilot project sebagai eksperimen dan uji coba,” kata Khasani.

Belajar dari Negara Asia Tenggara

Pengembangan teknologi direct use panas bumi untuk kebutuhan pendinginan juga mulai dijajaki sejumlah negara Asia Tenggara, seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia.

Indonesia dinilai memiliki peluang untuk mengembangkan konsep serupa dengan menyesuaikannya terhadap kondisi geografis serta kebutuhan energi nasional.

Khasani mengatakan, pengembangan direct use dapat memperluas pemanfaatan energi panas bumi yang selama ini lebih dikenal sebagai sumber pembangkit listrik.

Menurut dia, pemanfaatan panas bumi tidak seharusnya hanya berorientasi pada pembangkitan listrik. Teknologi direct use dapat menjadi salah satu pilihan untuk memanfaatkan energi panas bumi secara lebih luas dan efisien.

Selain aspek teknologi dan keekonomian, kepastian regulasi juga menjadi faktor penting dalam pengembangan teknologi tersebut.

Khasani berharap pemerintah segera menghadirkan regulasi yang memberikan kepastian hukum bagi pengembang teknologi direct use panas bumi.

“Kami berharap pemerintah dapat segera merampungkan dan mengesahkan regulasi resmi agar para pengembang memiliki payung hukum yang jelas dalam mengomersialkan serta mengembangkan potensi energi ini secara luas,” ujarnya.

Pengembangan direct use panas bumi diharapkan dapat menjadi alternatif pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia sekaligus mendorong penggunaan energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Radio Tak Mau Kalah di Era TikTok, Streaming Jadi Senjata Gaet Pendengar
Peringati Tiap Tahun G30S PKI, Ini Alasannya
FORKONAS PP DOB Desak Pemerintah Buka Moratorium Pemekaran Daerah
Tak Sekadar Rayakan HUT, Opsinews.co.id Ajak Yatim Piatu Liburan ke Dufan
Relawan Gibran Juara Deklarasikan Dukungan untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran hingga 2029
BIKE Gandeng Perumda Pasar Jaya Kembangkan Pasar Minggu Jadi Kawasan TOD
Demi Menjaga Martabat Dunia Pendidikan, Jalih Pitoeng Ajak Masyarakat Hadiri Persidangan Dokter Tifa dan Roy Suryo
PETIR Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores, Dorong Respons Cepat Pemerintah

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Radio Tak Mau Kalah di Era TikTok, Streaming Jadi Senjata Gaet Pendengar

Kamis, 1 Oktober 2026 - 06:57 WIB

Peringati Tiap Tahun G30S PKI, Ini Alasannya

Selasa, 29 September 2026 - 12:14 WIB

FORKONAS PP DOB Desak Pemerintah Buka Moratorium Pemekaran Daerah

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Tak Sekadar Rayakan HUT, Opsinews.co.id Ajak Yatim Piatu Liburan ke Dufan

Rabu, 23 September 2026 - 16:21 WIB

Relawan Gibran Juara Deklarasikan Dukungan untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran hingga 2029

Berita Terbaru