Detikberita, Jakarta – Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) mendorong pengusaha lokal memperkuat kolaborasi dan meningkatkan skala usaha agar mampu bersaing di tingkat nasional. Semangat tersebut mengemuka dalam peringatan HUT ke-50 HIPPI bertema “Bangkit, Mandiri, Indonesia Banget” di The Ballroom at Djakarta Theater, Jakarta, Senin (12/10/2026).
Mengusung tema “Konsolidasi Pengusaha Nasional untuk Kedaulatan Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat jaringan bisnis antarpengusaha serta mendorong UMKM naik kelas. HIPPI berharap pengusaha lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang menjadi pelaku usaha berskala besar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ramli, Ketua HIPPI Jawa Barat, menilai peringatan setengah abad HIPPI memiliki arti penting bagi masa depan pengusaha pribumi. Menurut dia, pelaku usaha lokal memiliki peluang untuk berkembang lebih jauh jika mendapatkan dukungan, akses kemitraan, dan kesempatan berkolaborasi dengan pengusaha yang sudah mapan.
“Targetnya, pengusaha pribumi jangan hanya dipandang sebatas UMKM. Banyak pengusaha pribumi yang sudah besar, dan kami berharap pengusaha lokal yang masih merintis bisa ikut terdongkrak menjadi pengusaha besar,” ujar Ramli.
Ia menegaskan, HIPPI ingin membangun ekosistem usaha yang memungkinkan para anggotanya saling mendukung. Kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui kemitraan bisnis, dukungan antarpengusaha, hingga kerja sama yang membuka peluang pertumbuhan usaha.
“Visinya adalah mengangkat pengusaha-pengusaha pribumi agar bisa berkolaborasi, sukses, dan sejahtera bersama. Melalui kegiatan ini, kami ingin mempertemukan pengusaha untuk melihat peluang kerja sama, siapa yang bisa dibantu, siapa yang bisa menjadi mitra, dan dukungan apa yang bisa diberikan,” kata Ramli.
HIPPI Jawa Barat Siapkan Pelatihan dan Sertifikasi
Selain mendorong kolaborasi, HIPPI Jawa Barat menyiapkan program sertifikasi dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi para pengusaha. Program ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan pelaku usaha dalam mengelola bisnis, meningkatkan profesionalisme, serta memperluas peluang di pasar yang lebih kompetitif.
Ramli menjelaskan, pengembangan pengusaha lokal perlu menjangkau berbagai sektor, mulai dari fesyen, pertanian, peternakan, hingga perikanan. Menurut dia, seluruh bidang usaha memiliki peluang untuk berkembang selama pelakunya memperoleh kesempatan dan dukungan yang memadai.
“Harapannya, semakin banyak pengusaha pribumi dan pengusaha lokal yang tumbuh. Mereka yang sudah menjalankan usaha juga bisa terus berkembang, semakin maju, dan mampu bersaing,” tuturnya.
Konsolidasi Pengusaha Menuju Indonesia Emas 2045
Peringatan HUT ke-50 HIPPI juga menjadi bagian dari upaya konsolidasi organisasi untuk menyelaraskan program kerja pengusaha di berbagai daerah. Melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas), organisasi ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan mendorong program pengembangan usaha sesuai kebutuhan setiap wilayah.
Dalam agenda tersebut, jajaran pengurus HIPPI yang tercantum dalam susunan kegiatan antara lain Agus Yudha Permana selaku Ketua OKK sekaligus Ketua Steering Committee (SC), Laja Lapian selaku Bendahara Umum sekaligus Ketua Organizing Committee (OC), Sterik Hidayat selaku Ketua Umum, dan Dendi Gumilang selaku Sekretaris Jenderal.
Sementara itu, pandangan dr. Monila selaku Ketua HIPPI Kalimantan Timur mengenai pengembangan pengusaha lokal dan peran HIPPI dalam mendorong kedaulatan ekonomi nasional.
“Rakernas ini adalah acara yang agenda kegiatan rutin tahunan yang sangat bagus sekali karena mengkoordinasikan untuk program-program HIV se-Indonesia,” kata Monila.
Melalui peringatan 50 tahun ini, HIPPI berharap pengusaha lokal semakin kuat, mampu memperluas kemitraan, dan memiliki daya saing yang lebih baik. Upaya tersebut sejalan dengan tema konsolidasi pengusaha nasional untuk mendukung kedaulatan ekonomi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.



















