Gelar ASEAN Eng. Wamenaker dan Arah Industrialisasi Inklusif Indonesia

Zaenal Langgar

- Penulis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

JAKARTA, — Penerimaan gelar ASEAN Engineer (ASEAN Eng.) pada ajang Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) ke-44 di Bandung, Selasa (20/10/2026), menjadi momentum strategis bagi penguatan profesi keinsinyuran dan ketenagakerjaan di Indonesia.

 

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, S.T., M.Si., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa penganugerahan ini bukan sekadar bentuk pengakuan atas kompetensi profesional individual, melainkan pijakan penting untuk menjawab tantangan masa depan ketenagakerjaan nasional dan regional.

 

Pria yang akrab disapa Bang Ferry tersebut menyampaikan bahwa gelar profesional tingkat kawasan ini memiliki makna strategis dalam menjembatani keunggulan teknologi dan keinsinyuran dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

 

“Pengakuan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kita terhadap kemajuan profesi keinsinyuran, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta daya saing Indonesia di kawasan ASEAN,” ujarnya dalam keterangannya, Jum’at (23/10/2026).

 

Mendorong Industrialisasi Inklusif dan Berkelanjutan

 

Menurutnya, pengakuan kompetensi insinyur tingkat ASEAN ini sejalan dengan semangat industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan. Transformasi teknologi dan pesatnya pembangunan infrastruktur harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas SDM yang adaptif, produktif, dan terlindungi.

 

Ia menekankan bahwa kemajuan di bidang keinsinyuran dan teknologi tidak boleh berjalan sendiri, melainkan harus memberikan dampak nyata terhadap pembukaan lapangan kerja yang berkualitas.

 

“Kemajuan teknologi harus mampu membuka lebih banyak kesempatan kerja yang berkualitas, meningkatkan produktivitas nasional, memperkuat norma keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta menghadirkan kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat,” tegasnya.

 

Memperkuat Kolaborasi Regional

 

Lebih lanjut, Bang Ferry menyebutkan bahwa integrasi pasar kerja dan standar kompetensi di tingkat ASEAN menuntut insinyur Indonesia untuk tidak hanya tangguh di dalam negeri, tetapi juga mampu berkontribusi di kancah regional.

Baca Juga:  Promo Ancol Bikin Liburan Keluarga Lebih Hemat

 

Gelar ASEAN Eng. yang diraihnya menjadi dorongan moral untuk memperluas pengabdian dan memperkuat kolaborasi lintas negara anggota ASEAN.

 

“ASEAN Eng. adalah momentum untuk memperluas pengabdian, memperkuat kolaborasi regional, dan memastikan bahwa kemajuan dunia keinsinyuran memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh pekerja, dunia industri, dan masyarakat luas,” pungkasnya.

 

Diinformasikan, selain Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, S.T., M.Si., IPU., ASEAN Eng., penerima gelar ASEAN Engineer (ASEAN Eng.) pada ajang Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) ke-44 di Bandung, antara lain, Dr. Ir. Abdullah Qiqi Asmara, S.T, M.Si, IPU.

Direktur Bina Standarisasi Kompetensi dan Program Pelatihan Kemnaker R.I, dan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto.

 

Dengan hadirnya pengakuan standar kompetensi ini, diharapkan sinergi antara dunia keinsinyuran dan kebijakan ketenagakerjaan semakin kokoh dalam menciptakan iklim industri Indonesia yang berdaya saing tinggi di tingkat global.

 

Sumber : Divisi Humas MIO Indonesia DKI Jakarta

 

 

Reporter : Edo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sipropam Polres Pelabuhan Tanjung Priok Lakukan Pengawasan SPPG Rawa Badak Utara 04,Pastikan Keamanan dan Kelayakan Makanan
Dari Rakyat Untuk Listrik Nasional:PLN Buka Karpet Merah Lahan Rakyat Diproyek 100 GWp
“POLSEK BATU AMPAR TINDAM RATAKAN SINDIKAT LAPORAN PALSU DAN FRAUD ASURANSI: TIGA TERSANGKA DISERGAP TANPA AMPUN”
Peluang Emas Kalimantan! 103 Titik PLTS Butuh 17.931 Hektare lahan, BUMD Kaltim Siap Ambil Peran
KPK NU Gelar Istigasah, Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Amankan Debarkasi 1.269 Penumpang KM Kelud dari Batam,Situasi Kondusif
Sipropam Polres Pelabuhan Tanjung Priok Lakukan Pengawasan SPPG Rawa Badak Utara 04,Pastikan Keamanan dan Kelayakan Makanan
Stackholder Kecamatan Makasar Jakarta Timur,Hadir Apel Peringatan Hari Santri Nasional 2026

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:56 WIB

Sipropam Polres Pelabuhan Tanjung Priok Lakukan Pengawasan SPPG Rawa Badak Utara 04,Pastikan Keamanan dan Kelayakan Makanan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Dari Rakyat Untuk Listrik Nasional:PLN Buka Karpet Merah Lahan Rakyat Diproyek 100 GWp

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:30 WIB

“POLSEK BATU AMPAR TINDAM RATAKAN SINDIKAT LAPORAN PALSU DAN FRAUD ASURANSI: TIGA TERSANGKA DISERGAP TANPA AMPUN”

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:29 WIB

Peluang Emas Kalimantan! 103 Titik PLTS Butuh 17.931 Hektare lahan, BUMD Kaltim Siap Ambil Peran

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:08 WIB

KPK NU Gelar Istigasah, Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Berita Terbaru