Oleh: Nandan Limakrisna
Beberapa tahun terakhir banyak perusahaan besar membangun Corporate University sebagai pusat pelatihan karyawan. Tujuannya jelas: menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Namun muncul pertanyaan sederhana yang jarang dibahas: mengapa Corporate University harus berdiri sendiri, terpisah dari perguruan tinggi?
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Padahal jika dilihat secara rasional, kerja sama antara perusahaan dan perguruan tinggi justru akan jauh lebih efisien dan berdampak luas.
Bayangkan jika perusahaan seperti KAI, PLN, BUMN perkebunan, kehutanan, atau perusahaan besar lainnya menjadikan perguruan tinggi sebagai bagian dari sistem Corporate University mereka. Program pelatihan tidak perlu dibangun dari nol di lingkungan perusahaan, tetapi dapat dilakukan melalui kolaborasi langsung dengan kampus.
Mahasiswa sejak awal dapat dibentuk sesuai kebutuhan industri. Kurikulum dirancang bersama antara akademisi dan praktisi perusahaan. Mahasiswa mendapatkan pengalaman magang, praktik kerja, hingga proyek nyata selama masa kuliah.
Ketika lulus, mereka tidak lagi menjadi lulusan yang bingung mencari pekerjaan, tetapi sudah menjadi calon tenaga profesional yang siap bekerja.
Perusahaan juga memperoleh keuntungan besar. Mereka tidak perlu lagi melakukan proses rekrutmen panjang dan pelatihan dasar yang memakan biaya besar, karena calon karyawan sudah dipersiapkan sejak di bangku kuliah.
Perguruan tinggi juga diuntungkan. Kampus tidak lagi kesulitan menarik mahasiswa, karena masyarakat melihat adanya jalur yang jelas antara pendidikan dan dunia kerja.
- OTT Wartawan Mojokerto: Antara Kebebasan Pers, Dugaan Pemerasan, dan Narasi Rekayasa - 01/04/2026
- Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 3,39 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek, Travoy Jadi Andalan Pemudik - 24/03/2026
- Undang-Undang Pers dan Regulasi Terkait: Fondasi Hukum bagi Kebebasan dan Tanggung Jawab Media - 16/03/2026
Halaman : 1 2 Selanjutnya





















