Dalam rangka kenaikan kelas tahun ajaran 2025/2026, SMA IT Attaawun Sukaresmi Garut menggelar wisata religi ke Makam Syekh Mahmud Bandung, Rabu (23/6/2026). Rombongan terdiri dari siswa kelas 10 dan 11, guru, Kepala Sekolah, Ketua Yayasan, serta Korwas SMA H Mamad, S.Pd, yang turut mendampingi perjalanan spiritual ini.
DetikBerita||Garut – Kepala Sekolah, Agus Hearudin, M.Pd, menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk napak tilas perjuangan Syekh Mahmud dalam menyiarkan Islam di Bandung. “Semangat perjuangan beliau menjadi teladan yang patut dicontoh oleh generasi muda,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelum doa bersama, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Attaawun, KH Deden Toha SPdi, menyampaikan pesan tentang keteladanan Syekh Mahmud. Ia menekankan bahwa keberhasilan sang ulama dalam menyebarkan Islam harus menjadi inspirasi bagi siswa-siswi SMA IT Attaawun untuk menumbuhkan semangat dakwah dan keikhlasan dalam berjuang.

Sementara itu, Koordinator kegiatan wisata religi, Euis Mimah, S.Pd, menegaskan bahwa acara ini merupakan hasil musyawarah antara komite sekolah dengan orang tua murid. “Kami menginginkan kegiatan positif ini dilaksanakan setiap tahun,” ungkapnya.
Antusiasme siswa-siswi terlihat jelas sepanjang kegiatan. Mereka mengikuti acara dengan penuh khidmat dan rasa syukur. Salah satu siswi, Neng Intan, kelas XI, mengaku sangat terharu. “Ini pengalaman pertama saya ke tempat ziarah. Pelajaran yang saya ambil, walaupun ulama ini sudah lama meninggal, nama baik dan jasanya masih tetap dikenang,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Tema kegiatan yang terpampang di spanduk rombongan adalah:
“Capai Cita Mulia, Tumbuhkan Pribadi Berjiwa Sosial, Intelektual, dan Spiritual.”
Tema ini menjadi pengingat bahwa perjalanan bukan sekadar ziarah, melainkan juga pembentukan karakter siswa agar tumbuh sebagai pribadi yang utuh.
Wisata religi ini bukan sekadar perjalanan, melainkan sebuah pengalaman spiritual yang memperkuat nilai kebersamaan, menumbuhkan rasa cinta terhadap sejarah perjuangan ulama, serta mengajarkan bahwa keteladanan akan selalu hidup dalam ingatan generasi penerus.




















