Detikberita.co.id ,BATAM — Aktivitas pengiriman komoditas ilegal secara masif dari kawasan Bebas (KPBPB) Batam melalui Pelabuhan Akau, Jembatan 6 Barelang, kembali terbongkar. Pelabuhan tikus yang beroperasi di luar pengawasan resmi ini diduga kuat menjadi jalur utama distribusi berbagai barang selundupan menuju Kabupaten Lingga dan Tanjung Batu, Karimun.
Berdasarkan investigasi lapangan, komoditas yang keluar secara ilegal meliputi gula impor, beras berbagai merek, susu impor, daging beku, produk elektronik, hingga minuman beralkohol bernilai tinggi.
ARMADA KAYU BEROPERASI RUTIN,
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Praktik pengiriman gelap ini terpantau berjalan terstruktur dengan frekuensi tinggi, mencapai tiga hingga lima kali dalam sepekan. Operasi logistik ini melibatkan armada yang signifikan.
“Terdapat sekitar enam hingga tujuh kapal kayu yang rutin mengangkut muatan dari Pelabuhan Akau,” ungkap sumber internal di lapangan. Setibanya di wilayah tujuan, kapal-kapal tersebut membongkar muatan secara sembunyi-sembunyi, salah satunya terdeteksi di Desa Kute, Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga.
Di tengah lingkaran aktivitas ilegal tersebut, nama Ahua muncul dan disebut-sebut memiliki keterkaitan langsung dengan kendali pengiriman barang melalui Pelabuhan Akau.
Meski demikian, asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan, dan pihak terkait harus diberi ruang untuk memberikan klarifikasi terbuka atas informasi lapangan yang beredar. Namun, eskalasi masalah ini telah melampaui isu keberadaan pelabuhan tidak resmi semata.
Frekuensi pengiriman hingga setengah lusin kapal dalam sepekan mengindikasikan adanya sindikat perdagangan gelap yang terorganisir. Aparat penegak hukum (APH) dituntut untuk tidak hanya menyita barang di lapangan, tetapi membedah tuntas rantai pasok secara komprehensif:
1. Siapa pemodal utama di balik pengadaan komoditas impor tersebut?
2. Bagaimana mekanisme lolosnya barang dari pengawasan kawasan FTZ Batam tanpa prosedur kepabeanan yang sah?
3. Siapa saja oknum atau jaringan yang mengeruk keuntungan dari distribusi ilegal ini?
Publik mendesak transparansi dan tindakan tegas dari aparat penegak hukum untuk membongkar tuntas jaringan di balik Pelabuhan Akau, demi menghentikan kebocoran ekonomi yang merugikan negara.(Lk)
- “Gudang Siluman Tanpa Nama Terendus Jadi Sarang Jastip di Tembesi: Diangkut Truk, Diselundupkan Lewat Kapal Kayu Dapur 6” - 08/10/2026
- DPD PRI Kepri Kejar Target Konsolidasi Pengurus hingga Level PAC - 06/10/2026
- Soroti Aktivitas Ilegal dan Pencemaran Jalan, Proyek Cut and Fill PT GBIP di Lubuk Baja Didesak Segera Ditindak - 06/10/2026



















