Forum Penyelamat NU Minta PBNU Jaga Integritas Pengurus, Dorong Tes Urine dan Penelusuran Dugaan Korupsi

FIka

- Penulis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikberita, JAKARTA — Ketua Forum Penyelamat Nahdlatul Ulama (NU), Abdul Hamid Rahayaan, meminta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memperkuat integritas dan transparansi dalam kepengurusan periode 2026–2031. Dia mengusulkan agar PBNU bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk melakukan tes urine terhadap seluruh pengurus Tanfidziyah atau pengurus harian setelah pengukuhan.

Abdul Hamid menyampaikan usulan tersebut sebagai langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba sekaligus menjaga nama baik NU di tengah masyarakat.

Menurut dia, pemeriksaan perlu dilakukan secara objektif dan sesuai prosedur agar tidak menimbulkan prasangka terhadap pihak tertentu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setelah pengukuhan pengurus PBNU periode 2026–2031, kami mengimbau Ketua Umum PBNU agar segera menyurati BNN untuk melakukan tes urine terhadap seluruh pengurus Tanfidziyah atau pengurus harian,” kata Abdul Hamid dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).

Selain meminta tes urine, Abdul Hamid mendorong PBNU berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) apabila terdapat dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan pengurus organisasi.

Dia menilai, dugaan tersebut perlu ditangani melalui mekanisme hukum agar memperoleh kejelasan dan tidak berkembang menjadi polemik yang merugikan organisasi.

“Jika ada pengurus yang terindikasi terlibat korupsi, kami meminta agar persoalan itu diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk diperiksa sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Abdul Hamid menekankan bahwa langkah tersebut bukan semata-mata untuk merespons persoalan yang berkembang, melainkan juga untuk memastikan bahwa pengelolaan organisasi berjalan dengan prinsip akuntabilitas dan tanggung jawab.

Menurut dia, PBNU memiliki peran penting dalam kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat. Karena itu, para pengurusnya diharapkan mempunyai rekam jejak yang baik, integritas tinggi, serta mampu menjadi teladan bagi umat.

Minta PBNU Klarifikasi Status Mifta Habiburrohman

Abdul Hamid juga meminta PBNU memberikan penjelasan mengenai status Mifta Habiburrohman, khususnya terkait informasi mengenai hubungan keturunannya dengan KH Basari.

Dia menilai, klarifikasi diperlukan untuk memastikan informasi yang beredar dapat dipertanggungjawabkan dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.

Baca Juga:  Kadisinfolahatal Dorong Industri Alutsista Dalam Negeri Berstandar Ekspor

Menurut Abdul Hamid, proses penentuan pengurus organisasi harus dilakukan secara cermat dan transparan. Latar belakang, rekam jejak, serta integritas calon pengurus perlu menjadi pertimbangan utama.

“PBNU harus diisi oleh orang-orang yang memiliki integritas tinggi karena mereka menjadi panutan umat. Proses rekrutmen pengurus harus dilakukan secara cermat, transparan, dan tidak terkesan asal menempatkan orang,” katanya.

Dia mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan hal penting yang harus dijaga oleh NU. Oleh karena itu, setiap persoalan yang muncul perlu disikapi secara terbuka, berdasarkan fakta, dan melalui mekanisme yang sesuai.

Warga NU Diminta Berani Mengoreksi

Abdul Hamid mengatakan kritik dan koreksi terhadap organisasi merupakan bagian dari tanggung jawab warga NU. Menurut dia, upaya tersebut diperlukan agar organisasi tetap berjalan sesuai tujuan pendiriannya.

Dia berharap kepengurusan PBNU periode 2026–2031 dapat memperkuat tata kelola organisasi, menjaga marwah NU, serta memastikan tidak ada kepentingan di luar tujuan organisasi yang mengganggu pelaksanaan tugasnya.

“Sebagai warga NU, kita wajib melakukan koreksi agar NU tidak disalahgunakan untuk kepentingan di luar tujuan organisasi didirikan. Kami ingin NU tetap menjadi organisasi yang dipercaya, bermartabat, dan menjadi panutan bagi umat,” tuturnya.

Abdul Hamid berharap PBNU menanggapi berbagai masukan tersebut secara terbuka. Dia juga menekankan bahwa setiap dugaan pelanggaran harus ditangani berdasarkan bukti dan proses hukum yang berlaku, bukan berdasarkan prasangka semata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Absennya Ansor, Banser, dan Fatayat di Apel Hari Santri Gianyar Jadi Sorotan, Ada Apa?
Ernest dan Rossi Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Penyekapan di Pasar Minggu, Uang Rp200 Juta Jadi Sorotan
Abdul Hamid Rahayaan Minta Aparat Telusuri Dugaan Korupsi dan Narkoba di Lingkungan PBNU
Peringati Hari Budaya Nasional, Jalih Pitoeng Ajak Para Pelaku Seni Budaya dan Jawara Hadiri Acara
Panca Nur Ajak Tokoh Bangsa Jaga Harmoni Budaya Untuk Harmoni Bangsa
Tak Copot Nusron Wahid, FORMASI Nilai Prabowo Omon-omon Dalam Pemberantasan Korupsi
Wahyu Hidayat Pimpin Golkar Jakut, Targetkan Tambah Kursi pada Pemilu 2029
FORMASI Desak KPK, Segera Tersangkakan dan Tangkap Nusron Wahid

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Absennya Ansor, Banser, dan Fatayat di Apel Hari Santri Gianyar Jadi Sorotan, Ada Apa?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:25 WIB

Forum Penyelamat NU Minta PBNU Jaga Integritas Pengurus, Dorong Tes Urine dan Penelusuran Dugaan Korupsi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 03:20 WIB

Ernest dan Rossi Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Penyekapan di Pasar Minggu, Uang Rp200 Juta Jadi Sorotan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:39 WIB

Abdul Hamid Rahayaan Minta Aparat Telusuri Dugaan Korupsi dan Narkoba di Lingkungan PBNU

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Peringati Hari Budaya Nasional, Jalih Pitoeng Ajak Para Pelaku Seni Budaya dan Jawara Hadiri Acara

Berita Terbaru