Detikberita, Jakarta – Kepala Dinas Informasi dan Pengolahan Data Angkatan Laut (Kadisinfolahatal), Laksamana Pertama TNI Ferry Johansyah, mengapresiasi penyelenggaraan pameran teknologi pertahanan yang menampilkan inovasi drone, siber, hingga kecerdasan buatan (AI). Namun, ia menyoroti masih kurangnya publikasi dan pelibatan para pelaku industri serta kalangan akademisi dalam ajang tersebut.
”Pameran kali ini bagus, cuma publikasinya yang kurang. Harusnya bukan hanya militer yang diundang, tapi juga banyak pelaku industri. Ini pameran tentang drone, siber, dan AI yang ke depan teknologinya sangat dibutuhkan,” ujar Ferry saat ditemui di lokasi pameran.
Ferry menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menyinergikan industri dalam negeri—baik BUMN maupun BUMS—agar tidak terjebak dalam ego sektoral. Ia mendorong agar produk pertahanan dalam negeri tidak hanya berpatokan pada standar domestik, melainkan mampu bersaing di pasar internasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Pemerintah harus mensinergikan industri dalam negeri menjadi produk yang andal, mutakhir, dan punya daya jual untuk diekspor. Jangan hanya standar untuk dibeli TNI atau Polri yang standarnya rendah. Kalau orang luar mau beli, dalam negeri pun punya kewajiban untuk beli. Kita harus punya standar tinggi seperti Iran yang meski diembargo puluhan tahun, teknologi drone dan rudalnya bisa lebih canggih dari Eropa atau Amerika,” tegasnya.
TNI AL Mulai Mandiri Secara Digital
Terkait kesiapan alutsista dan teknologi digital di tubuh TNI Angkatan Laut, Ferry mengungkapkan bahwa pihaknya terus mendorong efisiensi dan kemandirian. Saat ini, TNI AL telah mengembangkan berbagai aplikasi digital internal hasil karya personel TNI AL yang berkolaborasi dengan vendor muda lokal.
”Di TNI AL kami punya prinsip kreatif, inovatif, dan produktif. Untuk video conference, kita tidak lagi memakai Zoom, tapi menggunakan aplikasi ‘Trisula’ karya sendiri. Untuk komunikasi seperti WhatsApp, kita punya ‘Matros’ sehingga servernya ada di kita dan lebih aman. Kita juga punya data center sendiri sejak 2016 serta mengembangkan New Generation Firewall sendiri,” jelas Ferry.
Di akhir keterangannya, Laksma Ferry berharap pameran teknologi serupa ke depannya dapat digelar lebih luas dengan melibatkan pelajar dan mahasiswa. Menurutnya, keterlibatan anak muda sangat penting untuk membuka wawasan dan menyiapkan SDM berdaya saing di bidang teknologi masa depan.























