Jhonny Walker Situmorang: Koperasi Jadi Kunci Tekan Kemiskinan dan Wujudkan Indonesia Emas 2045

Lutfika Madjoka

- Penulis

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikberita, Jakarta – Profesor Riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Ir. Jhonny Walker Situmorang, M.S., menilai penguatan koperasi menjadi salah satu kunci utama untuk mengatasi kemiskinan dan ketimpangan ekonomi di Indonesia. Menurutnya, peran koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional hingga kini belum berjalan secara optimal.

Hal itu disampaikan Jhonny Walker usai dikukuhkan sebagai Profesor Riset bidang Ekonomi Pembangunan dan Perkoperasian dalam Sidang Terbuka Majelis Pengukuhan Profesor Riset BRIN di Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Menurut Jhonny, negara-negara maju seperti Amerika Serikat, negara-negara Eropa, Australia, Selandia Baru, Jepang, Korea Selatan, hingga Singapura mampu membangun fondasi ekonomi yang kuat karena didukung partisipasi masyarakat melalui koperasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di beberapa negara tersebut tingkat partisipasi masyarakat dalam koperasi bahkan bisa mencapai lebih dari 100 persen karena satu orang dapat menjadi anggota lebih dari satu koperasi. Sementara di Indonesia, angka partisipasinya masih sekitar 10 persen,” ujarnya.

Ia menilai rendahnya partisipasi masyarakat dalam koperasi membuat kedaulatan ekonomi rakyat belum terbangun secara maksimal. Masyarakat yang bergerak sendiri-sendiri dinilai sulit memiliki daya tawar dan kekuatan ekonomi yang memadai.

“Karena itu masyarakat perlu bersinergi dalam wadah koperasi agar memiliki kekuatan ekonomi yang lebih besar,” katanya.

Jhonny juga mengungkapkan dua persoalan utama yang masih membayangi perkembangan koperasi di Indonesia. Pertama, prinsip-prinsip dasar koperasi belum dijalankan secara murni dan konsisten. Kedua, tata kelola kelembagaan koperasi masih memerlukan pembenahan yang signifikan.

Baca Juga:  Perkuat Konsolidasi Organisasi, Partai Buruh Resmi Lantik Pengurus Exco Pusat dan Badan Saksi Nasional 2026–2031

Sebagai solusi, ia mendorong penguatan kewirausahaan koperasi (cooperative entrepreneurship) agar koperasi tidak hanya menjadi organisasi ekonomi, tetapi juga mampu berkembang sebagai lembaga yang profesional, kompetitif, dan berdaya saing.

Menurutnya, penguatan koperasi menjadi semakin penting dalam mendukung target Indonesia Emas 2045. Indonesia ditargetkan menjadi negara maju dengan pendapatan per kapita sekitar USD 23.000 serta mampu menekan angka penduduk rentan miskin hingga 1,2 persen.

“Bagaimana kita bisa mencapai target besar Indonesia Emas 2045 jika rakyat tidak terlibat aktif? Bergerak sendiri-sendiri tidak akan bisa. Seluruh elemen masyarakat harus terlibat, dan wadahnya adalah koperasi. Kuncinya adalah memperkuat kewirausahaan koperasi agar kelembagaan ekonomi rakyat memiliki daya saing yang hebat dan mampu meningkatkan kesejahteraan secara merata,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ichsanuddin Noorsy: Ekonom Struktural Yang Tersisa (Bagian-2)
Ichsanuddin Noorsy: Ekonom Struktural Yang Tersisa (Bagian-1)
Pastikan Aksi Berjalan Damai, Jalih Pitoeng Hadiri Aksi Warga Pati di DPR MPR
Dukung Tuntutan Aksi PERAMPASAN ASET, Jalih Pitoeng Ajak Peserta Aksi Jaga KETERTIBAN Demi KEMURNIAN Aksi
FORMASI: Usut Tuntas Kasus KUR Jember, Apresiasi Langkah BNI Buka Temuan Internal
FPPI Sebut PT GAM Bersedia Bayar Ganti Rugi Lahan Petani Kutai Timur
Hormati Hak Konstitusional Warga Negara, Jalih Pitoeng Dukung Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa 27 Agustus di Jakarta
Edy Dwiyanto Resmi Pimpin GPIB DKI Jakarta, Persatuan Jadi Fondasi Kepengurusan Baru

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:31 WIB

Ichsanuddin Noorsy: Ekonom Struktural Yang Tersisa (Bagian-2)

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:23 WIB

Ichsanuddin Noorsy: Ekonom Struktural Yang Tersisa (Bagian-1)

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:28 WIB

Pastikan Aksi Berjalan Damai, Jalih Pitoeng Hadiri Aksi Warga Pati di DPR MPR

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:59 WIB

Dukung Tuntutan Aksi PERAMPASAN ASET, Jalih Pitoeng Ajak Peserta Aksi Jaga KETERTIBAN Demi KEMURNIAN Aksi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:44 WIB

FORMASI: Usut Tuntas Kasus KUR Jember, Apresiasi Langkah BNI Buka Temuan Internal

Berita Terbaru