Detikberita, Jakarta – Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor PT Moya Indonesia di Gedung Setiabudi Atrium, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026). Sidak dilakukan menyusul meninggalnya tiga pekerja saat melakukan pekerjaan di saluran gorong-gorong di depan Pintu III TMII, Jakarta Timur.
Said Iqbal mengatakan kedatangannya bertujuan meminta penjelasan langsung kepada jajaran Direksi PT Moya Indonesia terkait dugaan pelanggaran ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam proyek tersebut.
“Dari hasil peninjauan di lapangan, kami menilai perlu dilakukan pendalaman terhadap penerapan K3 dalam pekerjaan tersebut. Dugaan adanya kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa pekerja harus diusut sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Said Iqbal kepada wartawan sebelum memasuki ruang pertemuan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kondisi saluran gorong-gorong tempat para pekerja melakukan aktivitas dinilai sempit sehingga perlu penyelidikan menyeluruh terkait penerapan standar keselamatan kerja.
Selain itu, Said Iqbal mengaku juga ingin mengklarifikasi informasi mengenai perlindungan ketenagakerjaan para korban, termasuk status kepesertaan mereka dalam BPJS Ketenagakerjaan.
Ia menegaskan, apabila nantinya ditemukan unsur kelalaian yang menyebabkan meninggalnya para pekerja, proses hukum harus tetap berjalan sesuai peraturan yang berlaku. Pemberian santunan kepada keluarga korban, kata dia, tidak menghapus kemungkinan adanya pertanggungjawaban pidana apabila terbukti terjadi pelanggaran.
Dalam kesempatan itu, Said Iqbal juga menyinggung informasi yang diterimanya mengenai proyek yang dikerjakan PT Moya Indonesia bersama PAM Jaya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menurutnya, informasi tersebut perlu diklarifikasi langsung kepada pihak perusahaan, terutama terkait penerapan standar keselamatan kerja dalam pelaksanaan proyek.
“Keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama dalam setiap proyek, terlebih jika menggunakan anggaran negara maupun anggaran daerah,” ujarnya.
Said Iqbal menambahkan, sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, dirinya berkewajiban memastikan perlindungan terhadap pekerja berjalan sesuai ketentuan. Ia juga menyebut Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian terhadap peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja bagi seluruh pekerja di Indonesia.
Dalam pertemuan dengan direksi, Said Iqbal dijadwalkan meminta penjelasan terkait dugaan pelanggaran UU K3, meminta klarifikasi mengenai proyek yang dikerjakan perusahaan, serta menegaskan pentingnya pertanggungjawaban hukum apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran.
Hingga berita ini ditulis, pertemuan antara Said Iqbal dan jajaran Direksi PT Moya Indonesia masih berlangsung. Hasil pertemuan akan disampaikan kepada awak media setelah agenda selesai. (L)
- Tak Perlu Lagi Menampung Air di Ember,Warga Kini Dapatkan Toren untuk Kelola Air yang Lebih Stabil - 14/07/2026
- Inti Bhuwana Esa Angkat Warisan Kayu Jati Bali ke Pasar Global, Owner Akhmad Sholeh Fokus Jaga Kualitas - 13/07/2026
- Said Iqbal Sidak Kantor PT Moya Usai 3 Pekerja Tewas di Gorong-gorong TMII - 13/07/2026



















