Detikberita, JAKARTA – PT DuPont Specialty Products Indonesia memperkenalkan sejumlah teknologi pengolahan dan pemurnian air dalam ajang Indo Water. Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah teknologi brine concentrating atau pemekatan garam.
Technical Service & Development Leader PT DuPont Specialty Products Indonesia, Pramudito Aji Wicaksono, mengatakan terdapat tiga teknologi utama yang diperkenalkan dalam pameran tersebut, yakni ultrafiltrasi, reverse osmosis (RO), dan ion exchange resin.
“Ketiga teknologi ini digunakan untuk proses pemurnian air. Di pameran Indo Water kali ini, fokus kami juga mempromosikan teknologi membran untuk brine concentrating atau pemekatan garam,” ujar Pramudito saat ditemui di pameran Indo Water.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Pramudito, teknologi pemekatan garam tersebut relevan dengan kebutuhan industri sekaligus upaya pemerintah mendorong peningkatan produksi garam dalam negeri.
Ia menjelaskan, sisa garam yang dihasilkan dari proses pemurnian air dapat diproses kembali sehingga menghasilkan garam dengan kualitas yang sesuai untuk berbagai kebutuhan industri.
“Selama ini industri kimia dan makanan-minuman masih impor garam. Pemerintah mendorong industri lokal memproduksi garam sendiri. Supaya menghasilkan garam berkualitas tinggi, dipakai teknologi seperti yang kami tawarkan,” katanya.
Punya pengalaman puluhan tahun
DuPont memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan teknologi pengolahan air. Teknologi ion exchange resin mulai dikomersialkan sejak dekade 1940-an, kemudian teknologi reverse osmosis pada dekade 1970-an.
Sementara itu, teknologi ultrafiltrasi mulai semakin banyak digunakan pada awal 2000-an.
Di Indonesia, bisnis pengolahan air DuPont mulai beroperasi sejak 2019. Sebelumnya, bisnis tersebut berada di bawah PT Dow Indonesia sebelum dilakukan restrukturisasi.
Pramudito mengatakan teknologi yang ditawarkan DuPont dapat menjadi bagian dari sistem pengolahan air yang lebih lengkap. Komponen filter pemurnian air yang ditawarkan memiliki kisaran harga Rp 5 juta hingga Rp 15 juta per elemen.
Komponen tersebut selanjutnya diintegrasikan dengan sistem yang mencakup pompa, perpipaan, hingga kelistrikan sesuai kebutuhan pengguna.
Dorong kesadaran pentingnya air
Keikutsertaan DuPont dalam Indo Water juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan teknologi pengelolaan air kepada pelaku industri dan masyarakat.
Pramudito menilai edukasi mengenai pengelolaan air penting karena proses menghasilkan air bersih membutuhkan teknologi dan tahapan yang tidak sederhana.
“Orang kadang menganggap remeh soal air, padahal air adalah sumber kehidupan. Pameran ini menambah wawasan bahwa membuat proses air bersih itu tidak mudah, sehingga orang makin menghargai pentingnya air,” pungkasnya.






















