MALANG, Detik Berita.co.id- Kabar viral terkait rusaknya Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang mungkin baru-baru ini memang tidak bisa dipungkiri. Namun hal ini tidak lepas dari tanggungjawab beberapa pihak yang terlibat dalam rehabilitasi dan renovasi stadion tersebut dan ini tidak perlu mengkambinghitamkan pihak-pihak tertentu.
Seperti diketahui, pekerjaan rehabilitasi dan renovasi Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang, Jawa Timur yang mulai dikerjakan pada September 2023 dan resmi selesai pada 31 Desember 2024 agar sesuai standar keamanan FIFA serta memperkuat struktur bangunan.
Pemerintah pusat memerintahkan Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya untuk melakukan pembenahan bangunan Stadion Kanjuruhan, supaya memenuhi standar keselamatan, keamanan, kenyamanan, kesehatan dan kemudahan yang dikerjakan penyedia jasa kontraktor plat merah, Waskita Karya – Brantas Abipraya (Waskita – Abipraya KSO).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah pengerjaan fisik oleh Kementerian PUPR rampung, pengelolaan stadion diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
Kabar viral stadion mengalami kerusakan diberbagai titik memicu gelombang protes dari berbagai pihak dengan dugaan pekerjaan dilakukan secara asal-asalan.
Menyikapi kejadian ini, pihak penyedia jasa yang dalam hal ini Waskita – Abipraya memberikan atensi memperbaiki titik mana yang rusak, seperti di area Gate 8, area Coating Tribun dan plafon.
Hingga saat ini tampak perbaikan sedang dilakukan pihak kontraktor, walau sebenarnya ini bukan lagi tanggung jawab pihak penyedia jasa (kontraktor). Namun ini membuktikan bahwa pihak kontraktor berkomitmen memberikan apresiasi dan bakti untuk masyarakat Malang agar Stadion Kanjuruhan kebanggaan masyarakat Malang kembali nyaman.





























