FPCI Gelar IYDF 2026, Agus Taufiq Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor Hadapi Tantangan Demokrasi Digital

Rudi

- Penulis

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kepala Unit Rumah Kerja DPP Partai Perindo sekaligus Ketua DPP Partai Perindo Bidang Ketenagakerjaan dan Pengentasan Kemiskinan, Agus Taufiq, menjadi salah satu pembicara dalam Public Town Hall Indonesian Youth Democracy Forum (IYDF) 2026 yang diselenggarakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di Auditorium Prof. Dr. Hasjim Djalal, Sekretariat FPCI, Mayapada Tower 1, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Mengangkat tema “Next-Generation Civic Leadership and Democratic Resilience”, forum ini mempertemukan para pemimpin muda, akademisi, organisasi masyarakat sipil, media, dan perwakilan lintas partai politik untuk berdiskusi mengenai masa depan demokrasi Indonesia di era digital.

Acara dibuka oleh Pendiri dan Ketua FPCI, Dr. Dino Patti Djalal, bersama Direktur KAS Indonesia dan Timor Leste, Jan Senkyr. Forum ini menjadi ruang strategis bagi generasi muda untuk bertukar gagasan dalam memperkuat kepemimpinan sipil sekaligus membangun ketahanan demokrasi yang inklusif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usai acara, Agus Taufiq mengapresiasi penyelenggaraan IYDF 2026 yang dinilainya mampu menghadirkan ruang dialog lintas kelompok.

“Kami sangat senang dengan adanya forum ini. Ini menjadi titik temu antara komunitas anak muda dari berbagai partai politik, organisasi masyarakat sipil, dan media. Walaupun memiliki latar belakang dan gagasan yang berbeda, kita dapat menyamakan tujuan, bergandengan tangan, serta bersama-sama merawat optimisme dan harapan bagi masa depan demokrasi Indonesia,” ujar Agus.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar demokrasi saat ini adalah perkembangan media sosial yang sangat cepat. Ia menilai ruang digital kerap dipenuhi polarisasi, provokasi, hingga ujaran kebencian yang dapat mengganggu kualitas demokrasi.

Karena itu, Agus mendorong adanya kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, perusahaan platform media sosial, media massa, lembaga pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat.

Baca Juga:  Dugaan Intimidasi dan Pengabaian Asas Praduga Tak Bersalah dalam Pemeriksaan Cabjari Tanjung Batu

“Kita perlu membangun media sosial sebagai ruang diskursus publik yang konstruktif. Demokrasi digital akan terus berkembang dan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Karena itu, semua pihak harus mengambil peran agar ruang digital menjadi tempat bertukar gagasan secara sehat, bukan ruang yang dipenuhi kebencian,” tegasnya.

Selain kolaborasi lintas sektor, Agus juga menekankan pentingnya penguatan literasi digital sejak dini melalui dunia pendidikan. Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membekali generasi muda dengan kemampuan menggunakan media sosial secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab.

“Edukasi literasi digital harus diperkuat agar masyarakat, khususnya anak muda, memahami cara menggunakan media sosial secara baik, mampu memilah informasi, serta menjadikan teknologi sebagai sarana membangun demokrasi yang berkualitas,” katanya.

Sebagai Ketua DPP Partai Perindo Bidang Ketenagakerjaan dan Pengentasan Kemiskinan, Agus selama ini dikenal aktif menyuarakan berbagai isu ekonomi, perluasan kesempatan kerja, perlindungan buruh, serta pemberdayaan masyarakat. Dalam forum IYDF 2026, ia menegaskan bahwa penguatan demokrasi tidak hanya bergantung pada proses politik, tetapi juga pada kemampuan masyarakat membangun ruang dialog yang sehat, inklusif, dan produktif.

Melalui forum seperti IYDF 2026, Agus berharap semakin banyak generasi muda yang terdorong untuk terlibat aktif dalam kehidupan demokrasi, mengedepankan kolaborasi, serta menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih maju.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penyerahan Motor Beat Hasil Temuan di Jatinegara Kaum Kembali Ke Pemilik Asal Cianjur
Sidang Pembacaan Dakwaan Don Ritto Digelar Tim PH Siapkan Eksepsi
“Gudang Siluman Tanpa Nama Terendus Jadi Sarang Jastip di Tembesi: Diangkut Truk, Diselundupkan Lewat Kapal Kayu Dapur 6”
Sengketa Tanah Bambu Apus, Pemuda Nusantara Berkeadilan Soroti Dugaan Penyalahgunaan Wewenang
Konser 30 Tahun UNGU Segera Digelar, Tiket Mayoritas Kategori Sudah Sold Out
GARPEM Sultra Desak Kejagung Evaluasi Kejati Sultra, Soroti Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Tambang Nikel Kolaka panas di awal tumpul di akhir
Brimob Malut Respons Cepet, Bersinergi Padamkan Kebakaran Lahan di Desa Tewil
Menyoal MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran,Pengamat SDI Angkat Bicara

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Penyerahan Motor Beat Hasil Temuan di Jatinegara Kaum Kembali Ke Pemilik Asal Cianjur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Sidang Pembacaan Dakwaan Don Ritto Digelar Tim PH Siapkan Eksepsi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 01:29 WIB

“Gudang Siluman Tanpa Nama Terendus Jadi Sarang Jastip di Tembesi: Diangkut Truk, Diselundupkan Lewat Kapal Kayu Dapur 6”

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Sengketa Tanah Bambu Apus, Pemuda Nusantara Berkeadilan Soroti Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Konser 30 Tahun UNGU Segera Digelar, Tiket Mayoritas Kategori Sudah Sold Out

Berita Terbaru