Absennya Ansor, Banser, dan Fatayat di Apel Hari Santri Gianyar Jadi Sorotan, Ada Apa?

FIka

- Penulis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikjakarta, GIANYAR – Ketidakhadiran Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), dan Fatayat NU dalam Apel Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di halaman PAUD RA Khadijah, Kabupaten Gianyar, Bali, Kamis (22/10/2026), menjadi sorotan di tengah semangat memperkuat persatuan Nahdlatul Ulama (NU).

Apel yang melibatkan Muslimat NU, Pagar Nusa, serta jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Gianyar itu tetap berlangsung khidmat meskipun sejumlah badan otonom (Banom) NU tidak hadir.

Absennya tiga Banom tersebut memunculkan pertanyaan mengenai koordinasi dan soliditas organisasi. Terlebih, Hari Santri Nasional merupakan momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri sekaligus memperkuat komitmen pengabdian kepada agama, masyarakat, dan bangsa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketidakhadiran itu pun memantik sindiran. Apakah GP Ansor dan Banser sedang menjadi “musafir”, sementara Fatayat NU memiliki agenda lain yang bertepatan dengan peringatan Hari Santri?

Pertanyaan tersebut tentu tidak dapat dijadikan kesimpulan mengenai alasan ketidakhadiran mereka. Namun, kondisi ini layak menjadi bahan evaluasi bersama, terutama menyangkut komunikasi dan partisipasi Banom dalam agenda PCNU.

Lebih jauh, perlu ada klarifikasi dari pihak terkait untuk memastikan apakah ketidakhadiran tersebut disebabkan kendala teknis, benturan agenda, persoalan koordinasi, atau faktor lain.

Tanpa penjelasan yang memadai, absennya unsur organisasi dalam momentum penting berpotensi menimbulkan persepsi yang tidak diinginkan di lingkungan keluarga besar NU.

Senior PCNU Tetap Tunjukkan Semangat Pengabdian

Di tengah ketidakhadiran sejumlah Banom, apel tetap berlangsung lancar. Tahun ini, petugas upacara didominasi para senior PCNU Gianyar yang menunjukkan bahwa semangat pengabdian tidak dibatasi usia.

Hari Subambang, purnawirawan TNI yang berusia hampir 70 tahun, bertugas sebagai Perwira Upacara. Sementara Pardjo, mantan anggota Polri berusia 65 tahun, dipercaya menjadi Pemimpin Upacara.

Kehadiran keduanya menjadi gambaran semangat para senior dalam menjaga tradisi perjuangan dan pengabdian organisasi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan gladi bersih, dilanjutkan apel peringatan, kemudian ditutup dengan doa bersama dan foto seluruh peserta.

Baca Juga:  Buka Puasa PP MIO Indonesia Perkuat Konsolidasi Organisasi Pers dan Profesionalisme Media

Ketua PCNU: Hari Santri Bukan Sekadar Seremonial

Dalam amanatnya, Ketua PCNU Kabupaten Gianyar, H. Sukisno Suwandi, menegaskan bahwa Hari Santri Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dalam melawan penjajahan.

“ Hari Santri Nasional bukanlah agenda seremonial belaka. Hari Santri adalah momentum penting untuk meneladani jasa para ulama dalam berjuang melawan penjajah,” ujar Sukisno.

Ia menjelaskan, perjuangan santri pada masa kini memiliki tantangan berbeda. Jika dahulu para santri berjuang menggunakan bambu runcing untuk melawan penjajah, kini perjuangan diarahkan pada upaya melawan kebodohan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Harapannya, kita tidak hanya pandai bernarasi di media sosial, tetapi siap menjadi pemimpin yang inovatif dan berada di garda terdepan dalam membangun bangsa,” katanya.

Soliditas NU Perlu Dibuktikan dengan Tindakan

Momentum Hari Santri semestinya menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan dan mempererat koordinasi antarelemen NU. Karena itu, ketidakhadiran GP Ansor, Banser, dan Fatayat NU perlu ditindaklanjuti melalui komunikasi dan klarifikasi secara internal.

Evaluasi diperlukan agar agenda organisasi dapat diikuti secara optimal dan potensi kesalahpahaman tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.

Pada akhirnya, soliditas organisasi tidak cukup hanya disampaikan melalui slogan atau narasi di ruang publik. Komitmen tersebut juga perlu diwujudkan melalui komunikasi yang baik, partisipasi, dan keterlibatan nyata dalam kegiatan bersama.

Hari Santri bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pendahulu, tetapi juga tentang menjaga persatuan dan meneruskan pengabdian bagi masa depan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Forum Penyelamat NU Minta PBNU Jaga Integritas Pengurus, Dorong Tes Urine dan Penelusuran Dugaan Korupsi
Abdul Hamid Rahayaan Minta Aparat Telusuri Dugaan Korupsi dan Narkoba di Lingkungan PBNU
Peringati Hari Budaya Nasional, Jalih Pitoeng Ajak Para Pelaku Seni Budaya dan Jawara Hadiri Acara
Panca Nur Ajak Tokoh Bangsa Jaga Harmoni Budaya Untuk Harmoni Bangsa
Tak Copot Nusron Wahid, FORMASI Nilai Prabowo Omon-omon Dalam Pemberantasan Korupsi
Wahyu Hidayat Pimpin Golkar Jakut, Targetkan Tambah Kursi pada Pemilu 2029
FORMASI Desak KPK, Segera Tersangkakan dan Tangkap Nusron Wahid
Mangkir Dua Kali Panggilan, Koalisi Masyarakat Antikorupsi Desak KPK Jemput Paksa dan Tersangkakan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Absennya Ansor, Banser, dan Fatayat di Apel Hari Santri Gianyar Jadi Sorotan, Ada Apa?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:25 WIB

Forum Penyelamat NU Minta PBNU Jaga Integritas Pengurus, Dorong Tes Urine dan Penelusuran Dugaan Korupsi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:39 WIB

Abdul Hamid Rahayaan Minta Aparat Telusuri Dugaan Korupsi dan Narkoba di Lingkungan PBNU

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Peringati Hari Budaya Nasional, Jalih Pitoeng Ajak Para Pelaku Seni Budaya dan Jawara Hadiri Acara

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Panca Nur Ajak Tokoh Bangsa Jaga Harmoni Budaya Untuk Harmoni Bangsa

Berita Terbaru