BATAM, DETIKBERITA.CO.ID –
(12/10/2026) — Kota Batam kembali dihantam pemadaman listrik massal (blackout) secara mendadak pada Senin (12/10/2026) pagi. Tanpa ada peringatan maupun pemberitahuan awal, insiden ini seketika melumpuhkan aktivitas dasar masyarakat dan memicu gelombang kemarahan luas di berbagai wilayah Kepulauan Riau.
Bagi masyarakat Batam, persoalan ini bukan sekadar lampu padam. Listrik adalah nadi kehidupan dan penggerak ekonomi kota. Ketika arus diputus sepihak tanpa pemberitahuan, seluruh lini kehidupan lumpuh seketika—mulai dari aktivitas hrumah tangga hingga roda usaha.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Nur, warga Kabil, Kecamatan Nongsa, menyuarakan jeritan kekecewaan dan kekesalan ribuan keluarga yang menjadi korban kelalaian sistemis ini.
“Anak mau mandi dalam keadaan gelap, mau masak sama sekali tidak bisa. Semua blackout tanpa ada pemberitahuan dan serba mendadak!” cetus Nur.
Tak berhenti pada keluhan, warga menuntut pertanggungjawaban hukum dan moral dari tingkatan manajemen tertinggi. Kinerja Bright PLN Batam sebagai penyedia tunggal kelistrikan di kota industri vital ini dinilai amat buruk dan terus merugikan publik.
“Harus ada yang bertanggung jawab penuh! Kota Batam dibuat gelap gulita dan ribuan warga dirugikan. Jika tidak mampu mengelola pelayanan publik, Copot Dirut PLN Batam!” tegas Nur.
Senada dengan Nur, Wati warga Batam lainnya mempertanyakan profesionalisme dan standar operasional kelistrikan kota.
“Ini sungguh tidak benar! Kekacauan ini melumpuhkan aktivitas keluarga dan ekonomi warga. Bobroknya manajemen pelayanan ini wajib diusut dan dipertanyakan!” ujar Wati.
Masyarakat menegaskan bahwa listrik bukan “hadiah” atau kemurahan hati PLN, melainkan hak konsumen yang dibayar mahal setiap bulan. Karena itu, publik menagih transparansi penuh dan tindakan nyata dari PT PLN Batam terkait 4 poin utama:
1. Apakah akibat kegagalan Pembangkit Listrik Tanjung Kasam, bobroknya sistem transmisi, atau jaringan distribusi yang jebol?
2. Berapa puluh ribu pelanggan yang dirugikan serta berapa lama kepastian durasi pemulihan?
3. Mengapa tidak ada sistem tanggap darurat dan pemberitahuan resmi sebelum pemadaman?
4. Apa langkah konkrit ganti rugi atas kerugian materiil dan immaterial warga terdampak?
Masyarakat Batam tidak butuh dalih klise atau alasan berulang. Publik menuntut penanganan cepat, kepastian pasokan, dan pertanggungjawaban tegas.
Hingga rilis ini diterbitkan, awak media masih terus berupaya meminta konfirmasi dan hak jawab resmi dari manajemen Bright PLN Batam terkait insiden blackout ini.
- BATAM KEMBALI LUMPUH! Pemadaman Listrik Massal Tanpa Pemberitahuan Diproteksi Gelombang Kemarahan Warga: Desak Dirut PLN Batam Dicopot - 12/10/2026
- “Gudang Siluman Tanpa Nama Terendus Jadi Sarang Jastip di Tembesi: Diangkut Truk, Diselundupkan Lewat Kapal Kayu Dapur 6” - 08/10/2026
- DPD PRI Kepri Kejar Target Konsolidasi Pengurus hingga Level PAC - 06/10/2026



















