Jaringan Poros Perlawanan Iran: Kekuatan Sekutu yang Mengguncang Israel dan Amerika Serikat

Dari Mojtaba Khamenei hingga para pemimpin milisi regional, dukungan Hizbullah, Hamas, Houthi, dan jaringan sekutu lainnya memperkuat strategi Iran dalam menghadapi tekanan militer Barat di Timur Tengah.

La Maseng

- Penulis

Selasa, 10 Maret 2026 - 04:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam struktur militer Iran sendiri terdapat beberapa komandan penting yang memegang peran strategis. Salah satunya adalah Majid Mousavi, komandan IRGC Aerospace Force, unit yang mengendalikan program rudal balistik dan drone Iran. Unit ini dianggap sebagai salah satu kekuatan deterrence utama Iran di kawasan.

Jika dilihat secara keseluruhan, jaringan kepemimpinan ini membentuk sistem kekuatan yang luas: dari Teheran hingga Lebanon, Gaza, Irak, Suriah, dan Yaman. Sistem ini memungkinkan Iran menjalankan strategi perang tidak langsung melalui sekutu regionalnya. Dalam strategi militer modern, jaringan seperti ini sering disebut proxy network, yaitu jaringan sekutu yang memperluas jangkauan kekuatan suatu negara tanpa harus selalu terlibat langsung dalam perang besar.

Di balik dinamika konflik Timur Tengah, nama-nama tersebut menjadi aktor penting yang mempengaruhi keseimbangan kekuatan kawasan. Bagi sebagian negara Barat dan Israel, mereka dianggap sebagai ancaman keamanan; sementara bagi pendukungnya, mereka dipandang sebagai simbol perlawanan terhadap dominasi kekuatan asing di kawasan.

La Maseng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OTT Wartawan Mojokerto: Antara Kebebasan Pers, Dugaan Pemerasan, dan Narasi Rekayasa
Selat Hormuz dan Kedaulatan Ekonomi Rakyat melalui Snowball Business Model (SBM)
Snowball Business Model Nandan Limakrisna: Solusi Ekonomi Berbasis Kepercayaan di Era Kapitalisme
Ekonom Pesimis, Rakyat Menunggu: Ketika Cara Membangun Ekonomi Perlu Dikoreksi
Oligarkinomics vs Snowball Business Model: Ketika Kejujuran Menjadi Kekuatan Ekonomi
Undang-Undang Pers dan Regulasi Terkait: Fondasi Hukum bagi Kebebasan dan Tanggung Jawab Media
Soemitronomics dari Atas, Snowball Business Model dari Bawah
Pedoman Iklan dan Konten Bersponsor (Native Advertising): Menjaga Batas Tegas antara Informasi dan Promosi

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 07:53 WIB

OTT Wartawan Mojokerto: Antara Kebebasan Pers, Dugaan Pemerasan, dan Narasi Rekayasa

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:55 WIB

Selat Hormuz dan Kedaulatan Ekonomi Rakyat melalui Snowball Business Model (SBM)

Jumat, 20 Maret 2026 - 15:35 WIB

Snowball Business Model Nandan Limakrisna: Solusi Ekonomi Berbasis Kepercayaan di Era Kapitalisme

Rabu, 18 Maret 2026 - 12:37 WIB

Ekonom Pesimis, Rakyat Menunggu: Ketika Cara Membangun Ekonomi Perlu Dikoreksi

Senin, 16 Maret 2026 - 19:01 WIB

Oligarkinomics vs Snowball Business Model: Ketika Kejujuran Menjadi Kekuatan Ekonomi

Berita Terbaru