Dalam struktur militer Iran sendiri terdapat beberapa komandan penting yang memegang peran strategis. Salah satunya adalah Majid Mousavi, komandan IRGC Aerospace Force, unit yang mengendalikan program rudal balistik dan drone Iran. Unit ini dianggap sebagai salah satu kekuatan deterrence utama Iran di kawasan.
Jika dilihat secara keseluruhan, jaringan kepemimpinan ini membentuk sistem kekuatan yang luas: dari Teheran hingga Lebanon, Gaza, Irak, Suriah, dan Yaman. Sistem ini memungkinkan Iran menjalankan strategi perang tidak langsung melalui sekutu regionalnya. Dalam strategi militer modern, jaringan seperti ini sering disebut proxy network, yaitu jaringan sekutu yang memperluas jangkauan kekuatan suatu negara tanpa harus selalu terlibat langsung dalam perang besar.
Di balik dinamika konflik Timur Tengah, nama-nama tersebut menjadi aktor penting yang mempengaruhi keseimbangan kekuatan kawasan. Bagi sebagian negara Barat dan Israel, mereka dianggap sebagai ancaman keamanan; sementara bagi pendukungnya, mereka dipandang sebagai simbol perlawanan terhadap dominasi kekuatan asing di kawasan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
- OTT Wartawan Mojokerto: Antara Kebebasan Pers, Dugaan Pemerasan, dan Narasi Rekayasa - 01/04/2026
- Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 3,39 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek, Travoy Jadi Andalan Pemudik - 24/03/2026
- Undang-Undang Pers dan Regulasi Terkait: Fondasi Hukum bagi Kebebasan dan Tanggung Jawab Media - 16/03/2026
Halaman : 1 2





















