Dukung Pembatasan Kuota Maba PTN, Universitas Paramadina: Angin Segar bagi Kampus Swasta

Abdul Hapid

- Penulis

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DetikBerita.Co.Id ||Jakarta – Rencana Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk Pembatasan Kuota Maba PTN, mendapat sambutan positif dari kalangan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
Kebijakan ini dinilai sebagai langkah krusial untuk menyelamatkan ekosistem pendidikan swasta yang kian terhimpit.
Wakil Rektor Universitas Paramadina, Dr. Handi Risza, menyebut langkah tersebut merupakan bentuk intervensi pemerintah yang sangat dinantikan.
Menurutnya, dominasi PTN dalam menyerap maba selama ini telah memicu ketimpangan yang ekstrem antara sektor negeri dan swasta.

“Beban berat operasional yang ditanggung PTS berdampak langsung pada kualitas dan keberlangsungannya. Pembatasan penerimaan maba PTN adalah salah satu solusi konkret,” ujar Dr. Handi Risza, Selasa (10/3/2026).
Data Ketimpangan yang Kontras
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perbandingan rasio pembinaan mahasiswa antara PTN dan PTS menunjukkan angka yang sangat kontras:

Sektor Perguruan Tinggi Jumlah Kampus Total Mahasiswa Rata-rata Mahasiswa/Kampus
PTN 127 4,4 Juta 34.712
PTS 2.713 4,8 Juta 1.781
Kondisi ini diperparah dengan tren penurunan jumlah pendaftar di sektor swasta hingga mencapai 20%—30%. Beberapa PTS bahkan dilaporkan sudah tidak lagi mampu menerima mahasiswa baru karena tingginya biaya operasional yang tidak sebanding dengan pemasukan.
Dorong Keadilan Anggaran (BOPT untuk PTS)
Selain pembatasan kuota, Dr. Handi juga menyoroti aspek pembiayaan. Selama ini, Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) hanya mengalir ke kampus negeri. Ia mengusulkan agar pemerintah mulai mempertimbangkan pemberian Bantuan Operasional Perguruan Tinggi (BOPT) bagi PTS.

“PTS memiliki tanggung jawab konstitusional yang sama dalam mencerdaskan bangsa. Pemberian BOPT bagi PTS diharapkan dapat menekan biaya pendidikan bagi masyarakat dengan prinsip keadilan yang setara,” tambahnya.
Fokus PTN-BH pada Riset
Direktur Kelembagaan Kemdiktisaintek, Prof. Mukhamad Najib, Ph.D., sebelumnya mengonfirmasi bahwa pembatasan kuota S1 di PTN-BH bertujuan agar kampus-kampus elite tersebut lebih fokus pada penguatan riset serta program pascasarjana (S2 dan S3).
Dengan demikian, porsi pendidikan sarjana dapat terdistribusi lebih merata ke perguruan tinggi lainnya, termasuk swasta.
Keberpihakan pemerintah melalui kebijakan ini dianggap sebagai napas baru bagi ribuan PTS di Indonesia agar tetap kompetitif dan terhindar dari ancaman penutupan kampus.

Abdul Hapid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Prabowo Terima Panglima Jilah, Respons Langsung Aspirasi Masyarakat Dayak
Aktivis Minta Dugaan Praktik Internet di Sikakap Diusut, Pemerintah Didorong Percepat Akses Resmi
Warga Gang 9 Warakas Tutup Perayaan HUT RI ke 81 dengan Pembagian Hadiah dan Makan Bersama
IPJI Kepri Siap Turun Ke Jalan: Duduk Perkara Pernyataan Wawako Batam Bukan Sekadar Kekeliruan, Tapi Kesombongan
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Perketat Pengamanan Embarkasi KM Tidar,1.163 Penumpang Tujuan Surabaya
Afgan Hadirkan “Langit Merah Muda”, OST Agensi Rumah Tangga yang Bawa Kisah Kafka dan Katia
PP ISMAHI: Jangan Biarkan Potongan Video dan Tuduhan Anonim Menggantikan Proses Hukum

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 01:52 WIB

Presiden Prabowo Terima Panglima Jilah, Respons Langsung Aspirasi Masyarakat Dayak

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:17 WIB

Aktivis Minta Dugaan Praktik Internet di Sikakap Diusut, Pemerintah Didorong Percepat Akses Resmi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:28 WIB

Warga Gang 9 Warakas Tutup Perayaan HUT RI ke 81 dengan Pembagian Hadiah dan Makan Bersama

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:14 WIB

IPJI Kepri Siap Turun Ke Jalan: Duduk Perkara Pernyataan Wawako Batam Bukan Sekadar Kekeliruan, Tapi Kesombongan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:28 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Perketat Pengamanan Embarkasi KM Tidar,1.163 Penumpang Tujuan Surabaya

Berita Terbaru