Pedoman Pemberitaan Terorisme: Menjaga Keseimbangan antara Informasi dan Tanggung Jawab Sosial

La Maseng

- Penulis

Sabtu, 14 Maret 2026 - 08:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keempat, tidak menyiarkan propaganda. Pernyataan, manifesto, atau simbol kelompok teroris harus ditempatkan dalam konteks analitis dan kritis, bukan sebagai sarana legitimasi.

Kelima, menghormati korban dan keluarga. Identitas korban dilindungi sesuai hukum dan etika jurnalistik. Penderitaan tidak boleh dijadikan komoditas sensasi.

Tantangan di Era Digital

Di era media sosial, informasi tentang peristiwa teror sering menyebar sebelum verifikasi resmi tersedia. Tekanan untuk menjadi yang tercepat dapat mendorong media menyiarkan informasi yang belum pasti.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Platform digital juga memungkinkan pelaku menyebarkan pesan secara langsung kepada publik. Dalam kondisi ini, media arus utama harus berhati-hati agar tidak menjadi saluran amplifikasi pesan tersebut.

Pemberitaan yang bertanggung jawab memerlukan disiplin redaksi yang kuat, koordinasi dengan sumber resmi, serta kemampuan menjaga jarak kritis.

Menjaga Fungsi Pers sebagai Penyeimbang

Pers memiliki kewajiban memberi informasi kepada masyarakat, termasuk dalam situasi teror. Namun kebebasan itu harus dijalankan dengan kesadaran penuh terhadap dampak sosialnya.

Pedoman Pemberitaan Terorisme bukanlah pembatas kebebasan pers, melainkan kerangka etis agar informasi disampaikan tanpa memperbesar efek teror. Dengan mengedepankan akurasi, proporsionalitas, dan empati, media dapat menjalankan fungsi kontrol sosial sekaligus menjaga stabilitas publik.

Baca Juga:  Undang-Undang Pers dan Regulasi Terkait: Fondasi Hukum bagi Kebebasan dan Tanggung Jawab Media

Penutup

Terorisme bertujuan menciptakan ketakutan dan ketidakstabilan. Jurnalisme yang profesional justru menghadirkan ketenangan melalui informasi yang terverifikasi dan disajikan secara bertanggung jawab.

Melalui penerapan Pedoman Pemberitaan Terorisme, media memastikan bahwa setiap laporan tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga melindungi kepentingan masyarakat luas serta menjaga integritas profesi jurnalistik.

——
Jakarta, 12 Maret 2026
——
DOWNLOAD PEDOMAN PEMBERITAAN TERORISME 
——

La Maseng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OTT Wartawan Mojokerto: Antara Kebebasan Pers, Dugaan Pemerasan, dan Narasi Rekayasa
Selat Hormuz dan Kedaulatan Ekonomi Rakyat melalui Snowball Business Model (SBM)
Snowball Business Model Nandan Limakrisna: Solusi Ekonomi Berbasis Kepercayaan di Era Kapitalisme
Ekonom Pesimis, Rakyat Menunggu: Ketika Cara Membangun Ekonomi Perlu Dikoreksi
Oligarkinomics vs Snowball Business Model: Ketika Kejujuran Menjadi Kekuatan Ekonomi
Undang-Undang Pers dan Regulasi Terkait: Fondasi Hukum bagi Kebebasan dan Tanggung Jawab Media
Soemitronomics dari Atas, Snowball Business Model dari Bawah
Pedoman Iklan dan Konten Bersponsor (Native Advertising): Menjaga Batas Tegas antara Informasi dan Promosi

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 07:53 WIB

OTT Wartawan Mojokerto: Antara Kebebasan Pers, Dugaan Pemerasan, dan Narasi Rekayasa

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:55 WIB

Selat Hormuz dan Kedaulatan Ekonomi Rakyat melalui Snowball Business Model (SBM)

Jumat, 20 Maret 2026 - 15:35 WIB

Snowball Business Model Nandan Limakrisna: Solusi Ekonomi Berbasis Kepercayaan di Era Kapitalisme

Rabu, 18 Maret 2026 - 12:37 WIB

Ekonom Pesimis, Rakyat Menunggu: Ketika Cara Membangun Ekonomi Perlu Dikoreksi

Senin, 16 Maret 2026 - 19:01 WIB

Oligarkinomics vs Snowball Business Model: Ketika Kejujuran Menjadi Kekuatan Ekonomi

Berita Terbaru