Keputusan tersebut membawa Kerajaan Bone ke dalam konflik terbuka dengan Belanda,Meski akhirnya harus menghadapi kekalahan dan pengasingan, semangat juang La Pawawoi tidak pernah padam,Ia justru menjelma menjadi ikon keberanian dan harga diri rakyat Bone yang terus hidup dalam ingatan kolektif hingga hari ini.
Dalam sambutannya, Andi Akmal Pasluddin menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Bone bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga memperkuat jati diri masyarakat di tengah derasnya arus modernisasi.
“Ziarah ini adalah pengingat bahwa kita memiliki akar sejarah yang kuat, Nilai keberanian, kejujuran, dan pengabdian dari para raja dan pahlawan harus terus kita wariskan,” tegasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga solidaritas masyarakat Bone di perantauan,“Kehadiran saudara-saudara kita dari luar negeri menunjukkan bahwa identitas Bone tidak pernah hilang,Justru ini menjadi kekuatan besar dalam membangun masa depan,” tambahnya.
Peringatan HJB ke-696 pun menjelma lebih dari sekadar agenda seremonial, Ia menjadi ruang kontemplasi, edukasi sejarah, sekaligus penguatan identitas kultural masyarakat Bone di mana pun berada.
Dari pusara para pahlawan di Kalibata, semangat perjuangan itu kembali digaungkan: bahwa kemajuan tidak boleh memutus akar sejarah,Justru dari sanalah lahir nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi kokoh menuju masa depan Bone yang lebih bermartabat dan berdaya saing.






















