Seminar Anti-Bullying, GPIB Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter Anak

Erfan

- Penulis

Senin, 28 September 2026 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Pendidikan karakter menjadi salah satu perhatian utama dalam upaya mencegah bullying di lingkungan pendidikan. Sekolah dan orang tua dinilai perlu memiliki pemahaman yang sama dalam membentuk perilaku anak sejak dini.

Hal itu mengemuka dalam Seminar Anti-Bullying yang digelar Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) DPW DKI Jakarta bersama SDN Tanjung Barat 04 Pagi, Senin (28/9/2026).

Seminar bertema “Anak Aman, Sekolah Nyaman: Peran Orang Tua Mencegah Bullying” berlangsung di SDN Tanjung Barat 04 Pagi, Jalan H. Harun Raya, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan tersebut diikuti para orang tua siswa kelas 1 hingga kelas 6 yang tergabung dalam Komite Sekolah dan koordinator kelas (korlas), serta dihadiri jajaran guru dan tenaga kependidikan.

Plt Kepala SDN Tanjung Barat 04 Pagi, Nanik Wijayanti, M.Pd., mengatakan keberhasilan pendidikan anak tidak hanya diukur dari kemampuan akademik.

Menurutnya, karakter menjadi fondasi penting yang harus dibangun secara bersama-sama antara sekolah dan keluarga.

“Anak pintar tapi tidak punya adat buat apa? Anak pintar tapi jahat. Anak pintar tapi ternyata jadi tukang korupsi. Jadi yang penting itu, yang utama kita tanamkan adalah karakter,” ujar Nanik.

Nanik mengatakan orang tua memiliki posisi penting dalam pendidikan anak karena rumah merupakan lingkungan pertama tempat anak memperoleh pembelajaran.

Karena itu, ia meminta komunikasi dan pembiasaan positif yang dilakukan di sekolah dapat diteruskan di lingkungan keluarga.

“Rumah harus menjadi tempat yang aman, nyaman dan penuh kasih sayang,” katanya.

Nanik juga mengingatkan orang tua agar tidak menjadikan kondisi fisik anak sebagai bahan candaan. Menurutnya, perkataan yang dianggap biasa oleh orang dewasa belum tentu diterima dengan cara yang sama oleh anak.

Sementara itu, narasumber seminar Evi Fatmawati, A.Md., mengatakan komunikasi terbuka antara orang tua dan anak merupakan bagian penting dari pencegahan bullying.

Ia mendorong orang tua menjadi tempat pertama yang dipercaya anak ketika menghadapi persoalan.

Baca Juga:  Fenomena Ledakan Mahasiswa PTN: Prof. Didik Rachbini Peringatkan Penurunan Mutu Pendidikan

“Orang tua harus menjadi orang yang paling nyaman untuk anak bercerita,” ujar Evi.

Evi juga mendorong sekolah memiliki mekanisme pengaduan sehingga siswa dapat menyampaikan persoalan yang dialami maupun diketahui di lingkungan sekolah.

Menurutnya, komunikasi antara sekolah dan orang tua harus berjalan dua arah agar setiap persoalan anak dapat ditindaklanjuti secara tepat.

Seminar tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian pengembangan program MeSRA (Mewujudkan Sekolah Ramah Anak) DPW DKI Jakarta.

Ketua MeSRA DPW DKI Jakarta Sonya Mercyna turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Ketua GPIB DPW DKI Jakarta Edy Dwi Yanto, SE., mengatakan MeSRA merupakan salah satu program yang akan dijalankan secara bertahap untuk mendukung lingkungan pendidikan yang aman dan membangun karakter anak.

Selain MeSRA, GPIB DPW DKI Jakarta juga menyiapkan program terkait kesehatan sekolah, pencegahan tawuran dan pemberantasan narkoba.

“Harapannya program ini bisa memberikan manfaat bagi orang tua, sekolah dan anak-anak serta membantu membentuk anak-anak yang memiliki karakter,” kata Edy.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum GPIB Ir. Agung Karang diwakili Fitri Fajarasih. Hadir pula Ketua Komite SDN Tanjung Barat 04 Dani Hendro, Wakil Kepala Sekolah Rasyid Indra Jaya, S.Pd., serta jajaran guru dan tenaga kependidikan.

Melalui kegiatan tersebut, GPIB dan SDN Tanjung Barat 04 Pagi mendorong agar pencegahan bullying dilakukan secara berkelanjutan melalui pendidikan karakter, komunikasi terbuka dan keterlibatan aktif orang tua dalam kehidupan anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peduli Penyintas Gempa NTT, Siswa SMAN 11 Kumpulkan 1.720 Buku
GPIB Targetkan Ekspansi ke 38 Provinsi, Perkuat Program Pendidikan
GPIB Jakarta Timur Galang Solidaritas untuk NTT, Bantuan Anak Sekolah Jadi Prioritas
Edy Dwiyanto Resmi Pimpin GPIB DKI Jakarta, Persatuan Jadi Fondasi Kepengurusan Baru
Menembus Batas Negara, SD Islam PB Soedirman dan SK Jalan 3 Perluas Kolaborasi Pendidikan
Tak Sekadar Nostalgia, Reuni Alumni SMAN 11 Jakarta 2007 Perkuat Kolaborasi dan Kepedulian
Yayasan Yastaqim Perkuat Layanan Pendidikan di Garut
MPLS Ramah Anak, Polisi Bekali Siswa Cegah Kenakalan Remaja

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 03:52 WIB

Peduli Penyintas Gempa NTT, Siswa SMAN 11 Kumpulkan 1.720 Buku

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:14 WIB

GPIB Targetkan Ekspansi ke 38 Provinsi, Perkuat Program Pendidikan

Senin, 28 September 2026 - 16:35 WIB

Seminar Anti-Bullying, GPIB Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter Anak

Rabu, 2 September 2026 - 19:29 WIB

GPIB Jakarta Timur Galang Solidaritas untuk NTT, Bantuan Anak Sekolah Jadi Prioritas

Minggu, 23 Agustus 2026 - 22:10 WIB

Edy Dwiyanto Resmi Pimpin GPIB DKI Jakarta, Persatuan Jadi Fondasi Kepengurusan Baru

Berita Terbaru