JAKARTA, 23 Agustus 2026 — Edy Dwiyanto, S.E. resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) GPIB Provinsi DKI Jakarta periode 2026–2031. Ia memenangkan Musyawarah Wilayah Luar Biasa (MUSWILLUB) yang digelar di Aula SMAN 53 Jakarta Timur, Minggu (23/8/2026).
Dalam pemungutan suara, Edy memperoleh 18 suara, sementara kandidat nomor urut 2, Dani Hendro Pradiatmoko, meraih 6 suara.
Pemilihan berlangsung secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (LUBER JURDIL). Setelah hasil pemungutan suara ditetapkan melalui berita acara, Edy kemudian dikukuhkan sebagai Ketua DPW GPIB DKI Jakarta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengukuhan ditandai dengan penyerahan bendera pataka GPIB oleh Ketua Umum DPP GPIB Ir. Agung Karang dan bendera Merah Putih oleh Sekretaris Jenderal DPP GPIB Drs. H. Abdul Hapid, S.H., M.H.
Prosesi tersebut disaksikan Dewan Pembina dan Dewan Penasihat DPP GPIB, jajaran pengurus DPP, DPW, serta DPC GPIB se-DKI Jakarta.
Edy Ingin Tutup Babak Kompetisi
Edy mengatakan kemenangan dalam MUSWILLUB harus segera diikuti dengan konsolidasi seluruh elemen organisasi.
Menurutnya, tidak ada lagi pembagian berdasarkan nomor urut setelah pemilihan selesai. Seluruh kader dan pengurus harus kembali bekerja dalam satu kesatuan.
“Yang penting itu kompak dan solid. Dengan kompak dan solid, insyaallah semua akan bisa berjalan dengan baik,” ujar Edy kepada awak media.
Ia mengatakan konsolidasi dengan DPP dan DPC akan menjadi salah satu agenda pertama kepengurusannya.
Edy menyiapkan pola koordinasi melalui rapat rutin, baik mingguan maupun bulanan, untuk memastikan setiap program dapat dibahas dan dipersiapkan secara matang.
“Kita akan rapat terus, mungkin ada rapat bulanan, rapat mingguan, dan koordinasi dengan jajaran DPP dan DPC untuk berkegiatan bersama,” katanya.
Selain itu, Edy berencana menyusun agenda kegiatan organisasi selama satu tahun. Perencanaan tersebut diharapkan dapat membuat kerja DPW lebih terarah sekaligus memperkuat peluang kolaborasi dengan pemerintah dan pihak swasta.
Dani Hendro: Kepentingan Organisasi di Atas Persaingan
Dani Hendro Pradiatmoko menunjukkan sikap terbuka setelah hasil pemilihan ditetapkan.
Ia menyatakan siap mendukung Edy dan menegaskan bahwa perbedaan pilihan dalam MUSWILLUB tidak boleh menjadi sumber perpecahan.
“Yang menang atau Pak Edy yang menang sama saja. Pada dasarnya tujuannya hanya semata-mata bagaimana DPW GPIB ke depannya lebih baik, lebih maju, lebih solid, lebih kompak dan lebih merangkul,” kata Dani.
Dani bahkan menyebut Edy sebagai saudara dalam organisasi.
“Pak Edy saudara saya. Kita satu keluarga,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan baru dapat membangun budaya organisasi yang saling mendukung, memiliki loyalitas, dan bekerja dengan dedikasi.
Dani juga meminta perhatian terhadap dunia pendidikan tetap menjadi bagian penting dari agenda GPIB DKI Jakarta.
Ketum DPP: Pengurus Harus Jadi Teladan
Ketua Umum DPP GPIB Ir. Agung Karang meminta pengurus baru menjadikan integritas sebagai dasar kepemimpinan.
Ia menilai pengurus organisasi harus memiliki akhlak, moral, disiplin, serta kecintaan terhadap GPIB.
“Yang saya inginkan pengurus baru yang berintegritas, artinya yang berakhlak dan bermoral serta disiplin dan mencintai organisasi untuk menuju Indonesia Emas,” kata Agung.
Agung juga meminta kepengurusan baru menjaga komunikasi dengan DPP dan seluruh DPC GPIB di Jakarta.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP GPIB Drs. Abdul Hapid, S.H., M.H. mengingatkan agar kompetisi selama MUSWILLUB tidak terbawa ke dalam struktur kepengurusan.
Menurutnya, ketua terpilih harus mampu merangkul seluruh anggota.
“Siapa pun yang terpilih mudah-mudahan bisa memimpin seluruh anggotanya untuk membawa GPIB DKI lebih maju ke depan,” ujar Abdul Hapid.
Ia menilai persatuan merupakan syarat penting bagi keberhasilan program organisasi.
“Kalau organisasi itu berpecah belah, semua program sehebat apa pun tidak akan berjalan dengan baik. Tapi kalau dengan bersatu, insyaallah DPW DKI akan lebih maju ke depannya,” katanya.
Pendidikan dan Masyarakat Jadi Perhatian
Agenda pendidikan menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam MUSWILLUB.
Abdul Hapid mendorong GPIB DKI Jakarta meningkatkan komunikasi dengan pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, dan Kementerian Agama.
Persoalan administrasi dan kesejahteraan guru dinilai membutuhkan perhatian dan advokasi yang lebih aktif dari organisasi.
Dewan Penasihat DPP GPIB Arthur Noija, S.H. juga mendorong GPIB mengambil peran lebih besar dalam menyuarakan persoalan masyarakat.
“GPIB harus lebih cerdas dan berani mengaplikasikan segala sesuatu yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat, khususnya dunia pendidikan,” katanya.
Menurut Arthur, jaringan organisasi dapat menjadi modal untuk membangun advokasi kebijakan publik secara konstruktif.
Kontrol Sosial dengan Pendekatan Solutif
Dewan Pembina DPP GPIB Dr. Anto Suroto, S.H., S.E., M.Si. mendorong kepengurusan baru memperkuat program seminar nasional, pendidikan, kebudayaan, dan pengawasan sosial.
Ia mengingatkan agar fungsi kontrol organisasi tidak berhenti pada kritik, tetapi diarahkan untuk mencari solusi.
“Bukan menyalahkan, tetapi memastikan apakah sesuatu itu benar atau tidak. Di sinilah peran organisasi dan media untuk ikut mengawal,” ujar Anto.
Dewan Penasihat DPP GPIB Ays Prayogi menilai MUSWILLUB harus menjadi momentum pembenahan tata kelola organisasi.
Ia meminta kepengurusan baru belajar dari dinamika kepemimpinan sebelumnya dan membangun organisasi berdasarkan keteladanan.
“Bagaimana mewujudkan organisasi GPIB yang berintegritas harus dimulai dari pengurus-pengurus yang memiliki keteladanan dan bisa memimpin,” ujarnya.
Ays juga berharap tidak ada lagi sekat antara kandidat dan pendukung setelah proses pemilihan berakhir.
Menatap Lima Tahun Kepemimpinan
MUSWILLUB DPW GPIB DKI Jakarta mengusung tema “Melalui MUSWILLUB DPW GPIB Provinsi DKI Jakarta Mari Kita Wujudkan GPIB yang Berintegritas Menuju Indonesia Emas 2045.”
Forum tersebut diikuti 41 peserta dari unsur DPP, dewan-dewan organisasi, DPW, DPC, dan perwakilan organisasi lainnya.
Di tingkat nasional, GPIB sendiri pada 2026 tengah menekankan berbagai program pelayanan yang menyentuh persoalan masyarakat, termasuk gerakan masyarakat, diakonia, pendidikan, dan kepedulian sosial. Situs resmi GPIB juga mencatat sejumlah agenda sosial dan pelayanan yang berlangsung sepanjang Agustus 2026.
Bagi DPW GPIB DKI Jakarta, terpilihnya Edy Dwiyanto membuka periode baru yang akan diuji bukan hanya melalui struktur kepengurusan, tetapi melalui kemampuan menghadirkan program yang konkret.
Konsolidasi internal, penguatan pendidikan, advokasi kepentingan masyarakat, serta koordinasi dengan pemerintah dan DPP menjadi pekerjaan yang menanti.
Pesan yang muncul dari MUSWILLUB pun relatif jelas: kompetisi telah selesai, kini saatnya seluruh elemen GPIB DKI Jakarta bekerja bersama.























