Peringati Tiap Tahun G30S PKI, Ini Alasannya

Darman

- Penulis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 06:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Disari dari beberapa sumber, Redaksi melansir rubrik ini

JAKARTA | Detikberita.co.id – Kebiadaban Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S PKI) 1965, merupakan sejarah kelam penghianatan yang tak bisa terlupakan,

Soekarno menekankan bahwa
“Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah!” (JASMERAH).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pidatonya pada Hari Pahlawan 17 Agustus 1966, Soekarno menegaskan bahwa jika sebuah bangsa melupakan sejarah masa lalunya, bangsa tersebut akan berdiri di atas kekosongan (vacuum), menjadi bingung, dan perjuangannya tidak terarah.

PAHLAWAN REVOLUSI.

Kebiadaban PKI tercatat dalam sejarah yang menewaskan sejumlah perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang jasadnya sebagian besar ditemukan di Lubang Buaya, Jakarta Timur:

1. Jenderal (Anumerta) Ahmad Yani
2. Letnan Jenderal (Anumerta) R. Soeprapto
3. Letnan Jenderal (Anumerta) S. Parman
4. Letnan Jenderal (Anumerta) M.T. Haryono
5. Mayor Jenderal (Anumerta) D.I. Panjaitan
6. Mayor Jenderal (Anumerta) Sutoyo Siswodiharjo
7. Kapten (Anumerta) Pierre A. Tendean.

MOTIF G30S PKI.

Motif utama di balik peristiwa G30S/PKI adalah keinginan untuk menggulingkan tatanan pemerintahan Indonesia saat itu dan menghapus pengaruh perwira tinggi militer.
Motif Utama Peristiwa G30S PKI
Mengubah Ideologi Negara: PKI melalui pimpinannya berniat mengganti ideologi Pancasila dengan paham komunis.

Menyingkirkan Dewan Jenderal: Gerakan ini mengincar para perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang dianggap sebagai hambatan besar bagi kekuatan politik PKI.
Persaingan Kekuasaan: Terdapat ketidakharmonisan dan kecurigaan mendalam antara TNI AD dan PKI dalam perebutan pengaruh di era Demokrasi Terpimpin.

Isu Kesehatan Soekarno: Muncul desas-desus mengenai kesehatan Presiden Soekarno yang memicu kekhawatiran perebutan kekuasaan darurat di antara faksi-faksi politik.

BERDIRINYA PKI.

G30S PKI atau gerakan 30 September yang dilancarkan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) menjadi salah satu sejarah pahit bagi pemerintah Indonesia pada waktu itu. Peristiwa ini terjadi tepat hari ini (30/9), 56 tahun silam.

PKI merupakan salah satu partai tertua dan terbesar di Indonesia. Partai ini mengakomodir kalangan intelektual, buruh, hingga petani. Pada pemilu tahun 1955, PKI berhasil meraih 16,4 persen suara dan menempati posisi keempat di bawah PNI, Masyumi, dan NU.

Sejarah berdirinya PKI tak lepas dari Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV), partai kecil berhaluan kiri yang didirikan oleh tokoh Sosialis Belanda, Hendricus Josephus Franciscus Marie Sneevliet atau dikenal dengan Henk Sneevliet.

ISDV menyusup ke partai-partai lokal baik besar maupun kecil, seperti Sarekat Islam (SI). Beberapa tokoh SI yang melejit pada saat itu antara lain Semaoen dan Darsono, yang tak lain berperan penting dalam pendirian PKI.
Pada tahun 1920-an, ISDV kemudian mengilhami lahirnya PKI dengan Semaoen sebagai ketua dan Darsono menjadi wakilnya. Dalam buku Tan Malaka: Pergulatan Menuju Republik 1897-1925 yang ditulis oleh Harry A. Poeze, Tan Malaka sempat mengusulkan PKI sebagai Partai Nasional Revolusioner Indonesia. Namun, nama yang diusulkannya ditolak oleh Semaoen.

TUJUAN G30S PKI.

Tujuan utama G30S PKI adalah menggulingkan pemerintahan era Soekarno dan mengganti negara Indonesia menjadi negara komunis. Seperti diketahui, PKI disebut memiliki lebih dari 3 juta anggota dan membuatnya menjadi partai komunis terbesar ketiga di dunia, setelah RRC dan Uni Soviet.

Baca Juga:  Andi Syamsul: Mubes V Kosgoro 1957 Demokratis dan Kondusif

Selain itu, dikutip dari buku Sejarah untuk SMK Kelas IX oleh Prawoto, beberapa tujuan G30S PKI adalah sebagai berikut:

1. Menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menjadikannya sebagai negara komunis.
2. Menyingkirkan TNI Angkatan Darat dan merebut kekuasaan pemerintahan.
3. Mewujudkan cita-cita PKI, yakni menjadikan ideologi komunis dalam membentuk sistem pemerintahan yang digunakan sebagai alat untuk mewujudkan masyarakat komunis.
4. Mengganti ideologi Pancasila menjadi ideologi komunis.
5. Kudeta yang dilakukan kepada Presiden Soekarno tak lepas dari rangkaian kegiatan komunisme internasional.

MENGAPA TIAP TAHUN DILAKSANAKAN PERINGATAN G30S PKI ???

Peristiwa G30S/PKI diperingati untuk mengenang tragedi kelam gugurnya para pahlawan revolusi, sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga Pancasila sebagai ideologi negara dan merawat persatuan bangsa.

Secara umum, ada beberapa alasan utama mengapa bangsa Indonesia terus memperingati peristiwa sejarah ini setiap tahunnya:

1. Menghormati dan Mengenang Jasa Pahlawan Revolusi.
Peringatan ini menjadi momen penghormatan atas gugurnya enam jenderal dan satu perwira pertama TNI AD di Jakarta (serta perwira lainnya di daerah seperti Yogyakarta).

Mereka diculik dan gugur dalam mempertahankan kedaulatan negara dari upaya kudeta. Tradisi seperti mengibarkan bendera setengah tiang pada 30 September dilakukan sebagai simbol duka mendalam nasional.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Soekarno).

2. Mengukuhkan Kembali Kesaktian Pancasila.
Rangkaian peristiwa G30S/PKI berkaitan erat dengan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober. Hari tersebut menjadi simbol kegagalan kelompok pemberontak yang ingin meruntuhkan pemerintahan sah dan mengganti ideologi Pancasila menjadi ideologi komunis. Peringatan ini menegaskan bahwa Pancasila adalah fondasi kokoh yang tidak bisa digantikan.

3. Edukasi Sejarah untuk Generasi Muda.
Sejarah kelam ini diperingati agar generasi penerus sadar akan dinamika politik masa lalu yang hampir memecah belah bangsa. Dengan memahami sejarah, masyarakat diharapkan dapat menyaring dan mewaspadai berbagai ancaman ideologi ekstrem atau gerakan radikal yang bertentangan dengan kepribadian bangsa.

4. Menolak Lupa agar Tragedi Tidak Terulang.
Tragedi 1965 tidak hanya meninggalkan luka akibat gugurnya para perwira, melainkan juga memicu konflik horizontal dan pembersihan massal yang memakan korban jiwa sangat besar di kalangan masyarakat. Peringatan ini mendidik masyarakat untuk mengutamakan dialog, toleransi, dan musyawarah demi menghindari perpecahan bangsa di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Radio Tak Mau Kalah di Era TikTok, Streaming Jadi Senjata Gaet Pendengar
FORKONAS PP DOB Desak Pemerintah Buka Moratorium Pemekaran Daerah
Tak Sekadar Rayakan HUT, Opsinews.co.id Ajak Yatim Piatu Liburan ke Dufan
Relawan Gibran Juara Deklarasikan Dukungan untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran hingga 2029
BIKE Gandeng Perumda Pasar Jaya Kembangkan Pasar Minggu Jadi Kawasan TOD
Demi Menjaga Martabat Dunia Pendidikan, Jalih Pitoeng Ajak Masyarakat Hadiri Persidangan Dokter Tifa dan Roy Suryo
PETIR Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores, Dorong Respons Cepat Pemerintah
Buronan & Dugaan Aliran Rp70 Miliar Kasus BTS, FORMASI Desak Kejagung Periksa Lagi Politikus Gerindra Nistra Yohan

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Radio Tak Mau Kalah di Era TikTok, Streaming Jadi Senjata Gaet Pendengar

Kamis, 1 Oktober 2026 - 06:57 WIB

Peringati Tiap Tahun G30S PKI, Ini Alasannya

Selasa, 29 September 2026 - 12:14 WIB

FORKONAS PP DOB Desak Pemerintah Buka Moratorium Pemekaran Daerah

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Tak Sekadar Rayakan HUT, Opsinews.co.id Ajak Yatim Piatu Liburan ke Dufan

Rabu, 23 September 2026 - 16:21 WIB

Relawan Gibran Juara Deklarasikan Dukungan untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran hingga 2029

Berita Terbaru