Detikberita, Jakarta – Film Beautiful Pain mengangkat perjuangan perempuan untuk keluar dari hubungan rumah tangga toxic, menghadapi pelecehan seksual, dan bangkit dari tekanan sosial. Film produksi Dapur Film ini mengajak masyarakat berhenti menyalahkan korban dan memberi ruang bagi perempuan untuk memperjuangkan hak serta harga dirinya.
Pesan tersebut mengemuka dalam film Beautiful Pain di Epicentrum XXI, Jakarta, Rabu (15/10/2026). Melalui kisah Niken yang diperankan Raihaanun, film ini menggambarkan beratnya perjuangan seorang ibu tunggal untuk membangun kembali kehidupannya setelah meninggalkan pernikahan yang tidak sehat.
Niken memilih berpisah dari suaminya, Dirga (Baim Wong), demi kesehatan mental dan masa depan kedua anaknya. Keputusan itu membuatnya harus meninggalkan kenyamanan materi dan memulai hidup dari nol bersama ibunya. Namun, perjuangannya belum selesai. Saat mencari nafkah dan memperjuangkan hak asuh anak, Niken justru menghadapi pelecehan seksual, fitnah, serta tekanan dari lingkungan yang meragukan dirinya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Raihaanun: Perempuan Berhak Mendapatkan Kebahagiaan
Raihaanun mengaku terbawa emosi saat mendalami karakter Niken. Menurut dia, kisah tersebut mewakili banyak perempuan yang berusaha bangkit dari hubungan toxic, tetapi kembali menghadapi persoalan ketika mencoba menata hidup.
“Setiap orang, setiap wanita, pasti pernah merasakan jatuh dan terjebak dalam jurang yang paling dalam. Niken adalah gambaran nyata wanita-wanita di luar sana yang kuat dan mampu melepaskan masa lalunya yang toxic,” kata Raihaanun.
Ia menilai perjuangan perempuan semakin berat ketika lingkungan justru menyalahkan mereka setelah mengalami pelecehan atau kekerasan. Karena itu, Raihaanun berharap film ini dapat menguatkan perempuan yang menghadapi pengalaman serupa.
“Aku harap kalian yang sedang mengalami apa yang dialami Niken bisa melihat film ini dan menyadari bahwa kalian tidak sendiri, kalian tidak salah, dan kalian sangat pantas untuk mendapatkan ketenangan serta kebahagiaan,” ujarnya.
Dmaz Brodjonegoro Ingin Buka Ruang Diskusi
Sutradara Dmaz Brodjonegoro mengatakan, Beautiful Pain tidak hanya bertujuan menghibur penonton. Melalui film layar lebar perdananya sebagai sutradara, ia ingin mengajak masyarakat membicarakan persoalan perempuan yang selama ini kerap dianggap tabu.
Dmaz mengembangkan cerita bersama penulis skenario Titien Wattimena. Ia berharap kisah Niken dapat mendorong masyarakat memahami posisi korban dan lebih peka terhadap perjuangan perempuan yang menghadapi kekerasan maupun tekanan dalam rumah tangga.
“Dari awal saya sangat ingin film ini tidak hanya menjadi sekadar tontonan hiburan, namun dapat memantik perbincangan-perbincangan penting yang selama ini dibungkam di masyarakat kita,” kata Dmaz.
Ia juga mengajak penonton membangun empati terhadap perempuan yang kesulitan menemukan ruang aman untuk berbicara. Menurut Dmaz, masyarakat perlu memahami beratnya beban seorang ibu yang berjuang membesarkan anak-anaknya seorang diri.
Hanung Bramantyo Dukung Visi Kemanusiaan Film
Produser Hanung Bramantyo menilai Dmaz memiliki perspektif kemanusiaan yang kuat dalam menggarap Beautiful Pain. Ia mendukung pendekatan sutradara tersebut dalam mengangkat isu sensitif, mulai dari hubungan rumah tangga toxic hingga pelecehan seksual.
“Saat saya mengembangkan cerita ini bersama Dmaz dan Mbak Titien Wattimena, saya sudah bisa melihat kalau Dmaz adalah seorang sutradara yang punya visi kemanusiaan yang kuat, dan saya sangat bangga bisa mendukung visinya tersebut,” ujar Hanung.
Selain Raihaanun dan Baim Wong, film ini juga dibintangi Tarra Budiman, Anantya Kirana, Evano Zyan, Jajang C. Noer, Dimas Aditya, Siti Fauziah, Berlliana Lovel, dan Anastasia Herzigova.
- Beautiful Pain, Raihaanun Suarakan Perjuangan Perempuan Keluar dari Hubungan Toxic - 16/10/2026
- Soroti Penahanan ARF, Pemuda Nusantara Berkeadilan Desak Polda Metro Jaya Beri Klarifikasi - 14/10/2026
- Mulai Beroperasi 11 Oktober 2026, The Premier Menteng Bidik Pasar Bisnis dan MICE Jakarta - 14/10/2026



















