Detikberita, Jakarta – Film Empat Musim Pertiwi gelar Press Screening & Press Conference di XXI Epicentrum Jakarta, Jumat (2/10/2026). Film produksi Forka Films itu mengajak penonton mengikuti kepulangan Pertiwi ke kampung halamannya di Bromo setelah menjalani perjalanan hidup yang panjang dan penuh luka. Film yang ditulis dan disutradarai Kamila Andini serta diproduseri Ifa Isfansyah tersebut dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.
Latar Bromo menjadi bagian penting dalam perjalanan Pertiwi. Kepulangannya bukan sekadar kembali ke sebuah tempat, melainkan kesempatan untuk menghadapi kembali berbagai hal yang pernah ditinggalkan. Cerita film ini juga menyentuh persoalan ketidakadilan dan trauma yang dialami perempuan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kamila Andini mengatakan, kisah Pertiwi tidak hanya berbicara tentang satu tokoh, tetapi juga mengajak penonton melihat bagaimana trauma dapat memengaruhi kehidupan seseorang.
“Apa yang terjadi dengan Pertiwi bicara tentang ketidakadilan. Ada trauma-trauma kolektif. Namun dari film ini, dengan mengikuti Pertiwi, kita bisa sedikit melihat bagaimana bahkan dengan kerapuhan, seseorang juga bisa menemukan kekuatan-kekuatan atau bahkan menjadi kekuatan juga untuk orang lain,” ujar Kamila.
Dari sisi penyutradaraan, Empat Musim Pertiwi memadukan drama dengan suspense untuk membangun pengalaman sinematik yang lebih mendalam. Ifa Isfansyah menyebut pendekatan kreatif tersebut dirancang agar penonton tidak hanya menyaksikan perjalanan Pertiwi, tetapi ikut merasakan pengalaman emosional yang dialaminya.
Putri Marino yang memerankan Pertiwi juga melakukan persiapan khusus sebelum menjalani proses syuting. Ia tidak mengambil proyek lain selama mendalami karakter tersebut.
“Karakter Pertiwi sebenarnya adalah perempuan yang jiwanya sebenarnya sudah melampaui usianya. Pertiwi telah mengalami banyak hal dalam hidupnya, dan salah satu pintu masuk aku mengisi karakter Pertiwi adalah dengan membaca buku untuk memahami apa yang dirasakan dari dalam Pertiwi,” kata Putri.
Selain Putri Marino, film ini dibintangi Arya Saloka, Christine Hakim, Hana Malasan, Shofia Shireen, Nagra Pakusadewo, Dwika Pradnyana, Maryam Supraba, Hanna Aretha, Totos Rasiti, Iswadi Pratama, Hargi Sundari, dan Ayub Antoh.
Empat Musim Pertiwi juga terpilih sebagai wakil Indonesia untuk kategori Best International Feature Film pada Academy Awards 2027 serta dijadwalkan tampil di sejumlah festival film internasional, termasuk Busan International Film Festival.
Film yang menjadi salah satu proyek terbesar Forka Films ini merupakan ko-produksi Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Arab Saudi, dan Polandia. (Dina)
- Sengketa Tanah Bambu Apus, Pemuda Nusantara Berkeadilan Soroti Dugaan Penyalahgunaan Wewenang - 07/10/2026
- Pemuda Nusantara Berkeadilan Soroti Pentingnya Partisipasi Publik dalam Penyusunan RUU Keimigrasian - 06/10/2026
- Sistem Ketenagakerjaan Soroti Upah, Outsourcing, hingga Pekerja Platform - 05/10/2026



















