JAKARTA, DETIKBERITA.CO.ID –
Film Pasukan 1000 Janda siap meramaikan bioskop Indonesia mulai 12 November 2026. Film produksi Manara Films ini mengangkat kisah tentang kekuatan perempuan, solidaritas, dan perjuangan menghadapi stigma sosial dengan balutan drama dan komedi.
Menjelang penayangannya, film garapan sutradara Archie Hekagery tersebut menggelar pemutaran khusus untuk awak media (press screening) dan konferensi pers di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (2/11/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah pemain dan tim produksi menghadiri acara tersebut. Mereka antara lain sutradara Archie Hekagery, Produser Eksekutif Bunga Mentari, Produser Yuda Wirafianto, serta Ko-Produser Mifta Nur Rizki.
Film ini juga menghadirkan sejumlah pemain lintas generasi, di antaranya Atiqah Hasiholan, Cut Mini, Tasha Siahaan, Fergie Brittany, Ully Triani, Emil Kusumo, Vincent Verhaag, Hans de Kraker, Dafina Jamasir, Syaura Salsabila, dan Muzakki Ramdan.
Nama lain yang turut membintangi film ini adalah Boy Idrus, Bowie Benjamin, Abyan Abqory, Vania Evelyn Revta, Willandrew Lekahena, Ron Smoorenburg, dan Irzana Tristiya.
Dalam konferensi pers, Archie Hekagery mengatakan, Pasukan 1000 Janda tidak hanya menawarkan hiburan melalui perpaduan drama dan komedi. Film tersebut juga membawa pesan mengenai ketangguhan perempuan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.
“Pasukan 1000 Janda bukan sekadar drama dengan sentuhan komedi, tetapi juga mengangkat tema tentang kekuatan perempuan, solidaritas, dan ketangguhan dalam menghadapi stigma sosial,” ujar Archie.
Ia juga mengaitkan pesan film tersebut dengan sosok Malahayati, panglima perang perempuan dari Aceh yang dikenal dalam sejarah perjuangan Indonesia.
“Film ini mengingatkan kita bahwa 500 tahun lalu pernah ada sosok Malahayati sebagai panglima perang yang hebat,” katanya.
Sementara itu, Produser Yuda Wirafianto menuturkan bahwa film ini ingin mengingatkan masyarakat tentang semangat pantang menyerah yang dimiliki bangsa Indonesia, termasuk perempuan.
Menurut Yuda, perempuan Indonesia memiliki kekuatan dan kemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, masyarakat tidak seharusnya memandang perempuan sebagai sosok yang lemah.
“Pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa bangsa kita merupakan bangsa yang pantang menyerah. Hal ini menjadi warisan yang menunjukkan bahwa perempuan Indonesia bukanlah sosok lemah yang bisa dipandang sebelah mata,” kata Yuda.
Ia menambahkan, film tersebut tidak bermaksud menggurui penonton, tetapi mengajak masyarakat kembali menghargai perjuangan dan kekuatan perempuan.
“Film ini tidak menggurui, melainkan menjadi pengingat bagi kita semua,” ujarnya.
Dengan cerita yang mengangkat solidaritas dan ketangguhan perempuan serta didukung pemain lintas generasi, Pasukan 1000 Janda diharapkan dapat memberikan hiburan sekaligus pesan inspiratif kepada penonton.


















