Detikberita, Jakarta – Aktris Satine Zaneta mengaku sempat kurang percaya diri ketika mendapat tawaran bermain dalam film drama komedi satire Siti Si Vampir. Terbiasa tampil dalam film aksi hingga horor, Satine harus mengeksplorasi kemampuan aktingnya untuk memerankan Siti, perempuan muda yang berjuang mengubah nasib di tengah keterbatasan hidup.
Pengalaman tersebut ia ceritakan dalam konferensi pers dan press screening film Siti Si Vampir di Jakarta, Jumat (16/10/2026). Film garapan sutradara Rahabi Mandra ini menawarkan perpaduan komedi, kritik sosial, dan kisah kehidupan masyarakat yang dekat dengan keseharian penonton.
“Waktu awal ditawarin ini tuh agak – agak stres dikit, karena selamanya yang bilang saya lucu cuma bapak ibu saya. Jadi, saya agak nggak pede,” ujar Satine.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam film ini, Satine memerankan Siti, perempuan muda yang tinggal di rumah susun (rusun) dan membantu ayahnya bekerja sebagai pengangkut galon air. Siti memiliki ambisi untuk mengubah kehidupannya. Kesempatan itu datang ketika ia bisa menjadi vampir, tetapi keputusan tersebut juga membawa konsekuensi besar karena ia harus meninggalkan kehidupan sebagai manusia dan memasuki dunia vampir elite.
Pelajari Dialek hingga Berlatih Mengangkat Galon
Untuk mendalami karakter Siti, Satine tidak hanya berlatih membangun komedi, tetapi juga mempelajari dialek dan cara berbicara yang sesuai dengan latar kehidupan tokohnya. Ia memanfaatkan berbagai referensi di media sosial, termasuk TikTok, serta mendapat dukungan dari sutradara dan rekan – rekan pemain, salah satunya Ajil Ditto.
“Dibilang challenging sangat amat, tapi at the same time aku rasa lingkungannya sangat amat mendukung untuk belajar,” kata Satine.
Tantangan lain muncul ketika Satine harus mempelajari gerakan mengangkat galon air hingga ke pundak. Adegan tersebut menuntut persiapan fisik agar ia bisa menggambarkan pekerjaan Siti secara meyakinkan.
“Sebenarnya yang paling berat adalah proses ke pundaknya. Pas udah di pundak, sebenarnya nggak terlalu berasa,” ujarnya.
Satine berusaha menghadirkan Siti sebagai sosok yang tidak hanya mengundang tawa, tetapi juga memiliki ambisi dan persoalan hidup yang bisa dipahami penonton. Baginya, pengalaman ini membuka perspektif baru tentang penggunaan humor untuk menghadapi situasi sulit.
“Peran ini memberiku perspektif yang baru lagi, dan beneran jadi cara untuk menertawakan kehidupan yang memang lagi tidak baik-baik saja,” tutur Satine.
Rahabi Mandra Angkat Kesulitan Hidup Lewat Komedi
Sutradara Rahabi Mandra menjelaskan, Siti Si Vampir menggunakan komedi untuk menggambarkan persoalan kehidupan, termasuk kesenjangan kelas sosial. Film ini mempertemukan kehidupan warga rusun dengan kelompok vampir elite, sekaligus menyentil realitas ekonomi yang dihadapi masyarakat.
“Saya ingin menghadirkan film yang berbeda dengan cara komedi. Film ini lucu karena memang related dengan susahnya hidup. Kami ingin mengajak penonton untuk menertawakan keprihatinan sendiri agar bisa tetap survive in this economy,” ujar Rahabi.
Melalui kisah Siti, film ini mengajak penonton melihat perjuangan mengubah nasib dari sudut pandang yang berbeda. Humor tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga menjadi cara untuk menyampaikan kritik terhadap kesenjangan sosial dan beratnya kehidupan sehari-hari.
Film Siti Si Vampir dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026. Kehadiran film ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Satine Zaneta untuk menunjukkan sisi akting yang berbeda melalui karakter komedi yang dekat dengan realitas masyarakat.



















