Beautiful Pain, Raihaanun Suarakan Perjuangan Perempuan Keluar dari Hubungan Toxic

Dina

- Penulis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikberita, Jakarta – Film Beautiful Pain mengangkat perjuangan perempuan untuk keluar dari hubungan rumah tangga toxic, menghadapi pelecehan seksual, dan bangkit dari tekanan sosial. Film produksi Dapur Film ini mengajak masyarakat berhenti menyalahkan korban dan memberi ruang bagi perempuan untuk memperjuangkan hak serta harga dirinya.

Pesan tersebut mengemuka dalam film Beautiful Pain di Epicentrum XXI, Jakarta, Rabu (15/10/2026). Melalui kisah Niken yang diperankan Raihaanun, film ini menggambarkan beratnya perjuangan seorang ibu tunggal untuk membangun kembali kehidupannya setelah meninggalkan pernikahan yang tidak sehat.

Niken memilih berpisah dari suaminya, Dirga (Baim Wong), demi kesehatan mental dan masa depan kedua anaknya. Keputusan itu membuatnya harus meninggalkan kenyamanan materi dan memulai hidup dari nol bersama ibunya. Namun, perjuangannya belum selesai. Saat mencari nafkah dan memperjuangkan hak asuh anak, Niken justru menghadapi pelecehan seksual, fitnah, serta tekanan dari lingkungan yang meragukan dirinya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Raihaanun: Perempuan Berhak Mendapatkan Kebahagiaan

Raihaanun mengaku terbawa emosi saat mendalami karakter Niken. Menurut dia, kisah tersebut mewakili banyak perempuan yang berusaha bangkit dari hubungan toxic, tetapi kembali menghadapi persoalan ketika mencoba menata hidup.

“Setiap orang, setiap wanita, pasti pernah merasakan jatuh dan terjebak dalam jurang yang paling dalam. Niken adalah gambaran nyata wanita-wanita di luar sana yang kuat dan mampu melepaskan masa lalunya yang toxic,” kata Raihaanun.

Ia menilai perjuangan perempuan semakin berat ketika lingkungan justru menyalahkan mereka setelah mengalami pelecehan atau kekerasan. Karena itu, Raihaanun berharap film ini dapat menguatkan perempuan yang menghadapi pengalaman serupa.

“Aku harap kalian yang sedang mengalami apa yang dialami Niken bisa melihat film ini dan menyadari bahwa kalian tidak sendiri, kalian tidak salah, dan kalian sangat pantas untuk mendapatkan ketenangan serta kebahagiaan,” ujarnya.

 

Dmaz Brodjonegoro Ingin Buka Ruang Diskusi

Sutradara Dmaz Brodjonegoro mengatakan, Beautiful Pain tidak hanya bertujuan menghibur penonton. Melalui film layar lebar perdananya sebagai sutradara, ia ingin mengajak masyarakat membicarakan persoalan perempuan yang selama ini kerap dianggap tabu.

Baca Juga:  Bayu Skak Bawa Penyegaran lewat Komedi Sci-fi di Film Foufo, Saat Alien Membantu Ibu dari Keluarga Madura yang Ingin Naik Haji!

Dmaz mengembangkan cerita bersama penulis skenario Titien Wattimena. Ia berharap kisah Niken dapat mendorong masyarakat memahami posisi korban dan lebih peka terhadap perjuangan perempuan yang menghadapi kekerasan maupun tekanan dalam rumah tangga.

“Dari awal saya sangat ingin film ini tidak hanya menjadi sekadar tontonan hiburan, namun dapat memantik perbincangan-perbincangan penting yang selama ini dibungkam di masyarakat kita,” kata Dmaz.

Ia juga mengajak penonton membangun empati terhadap perempuan yang kesulitan menemukan ruang aman untuk berbicara. Menurut Dmaz, masyarakat perlu memahami beratnya beban seorang ibu yang berjuang membesarkan anak-anaknya seorang diri.

 

Hanung Bramantyo Dukung Visi Kemanusiaan Film

Produser Hanung Bramantyo menilai Dmaz memiliki perspektif kemanusiaan yang kuat dalam menggarap Beautiful Pain. Ia mendukung pendekatan sutradara tersebut dalam mengangkat isu sensitif, mulai dari hubungan rumah tangga toxic hingga pelecehan seksual.

“Saat saya mengembangkan cerita ini bersama Dmaz dan Mbak Titien Wattimena, saya sudah bisa melihat kalau Dmaz adalah seorang sutradara yang punya visi kemanusiaan yang kuat, dan saya sangat bangga bisa mendukung visinya tersebut,” ujar Hanung.

Selain Raihaanun dan Baim Wong, film ini juga dibintangi Tarra Budiman, Anantya Kirana, Evano Zyan, Jajang C. Noer, Dimas Aditya, Siti Fauziah, Berlliana Lovel, dan Anastasia Herzigova.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Rambut Sewu: Satu Langkah Getih” Luncurkan Poster, Trailer, dan Dua OST Jelang Tayang
Film Aplikasi Iblis Gabungkan Horor, Misteri, dan Action
Empat Musim Pertiwi, Kisah Luka dan Misteri di Bromo
Pasukan 1000 Janda Angkat Perjuangan Malahayati dan Inong Balee, Tayang 12 November
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Hadir di IMAX, Teror Rephaim Ancam Satu Kota
Siti si Vampir, Satine Zaneta Jadi Vampir Elit demi Hidup Lebih Baik
Hanung Bramantyo Siapkan Misteri Pembunuhan Lobang Buaya
Hasut Hadirkan Teror dari Suara Misterius

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Beautiful Pain, Raihaanun Suarakan Perjuangan Perempuan Keluar dari Hubungan Toxic

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:25 WIB

“Rambut Sewu: Satu Langkah Getih” Luncurkan Poster, Trailer, dan Dua OST Jelang Tayang

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:02 WIB

Film Aplikasi Iblis Gabungkan Horor, Misteri, dan Action

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Empat Musim Pertiwi, Kisah Luka dan Misteri di Bromo

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:37 WIB

Pasukan 1000 Janda Angkat Perjuangan Malahayati dan Inong Balee, Tayang 12 November

Berita Terbaru