Detikberita, Jakarta – Tuta Films memperkenalkan film horor-misteri terbaru berjudul Hasut. Film ini menjadi debut penyutradaraan Ilya Sigma dengan menghadirkan konsep teror yang berbeda, yakni melalui suara-suara misterius tanpa mengandalkan penampakan makhluk sebagai sumber ketakutan.
Hasut mengisahkan empat sahabat yang pergi ke tengah hutan untuk menjalani ritual penyembuhan. Namun, perjalanan yang awalnya bertujuan menemukan kedamaian justru berubah menjadi pengalaman penuh kecurigaan dan ketegangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah hutan, mereka mulai mendengar suara-suara misterius melalui HT yang digunakan. Suara tersebut perlahan memengaruhi pikiran keempat karakter hingga membuat mereka saling mempertanyakan dan mencurigai satu sama lain.
Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova menjadi pemeran utama film ini. Keempat karakter yang mereka perankan memiliki luka dan trauma masa lalu. Kondisi tersebut semakin terpicu ketika suara misterius mulai menghasut mereka.
“Film Hasut berbicara tentang sebuah rasa curiga dan kepercayaan. Dengan elemen suara yang menjadi kekuatan film ini, Hasut menjadi horor yang datang bukan dari makhluk yang tak terlihat, tapi dari keraguan terhadap diri sendiri dan orang terdekat,” ujar Ilya Sigma saat pres conference digelar di XXI Plaza Indonesia Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Ketegangan dalam Hasut tidak hanya muncul dari suasana hutan. Film ini juga mengajak penonton mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Para karakter harus menghadapi rasa takut, paranoia, serta kesulitan membedakan kenyataan dengan sesuatu yang mungkin hanya muncul dalam pikiran mereka.
Produser Siera Tamihardja mengatakan, Hasut juga mengajak penonton mempertanyakan kembali hal-hal yang selama ini dianggap benar.
“Setelah menonton film Hasut, akan membuat penonton mempertanyakan hal-hal yang selama ini kita kira sudah kita yakini,” ujar Siera.
Bagi Rachel Amanda, keterlibatannya dalam Hasut menghadirkan tantangan tersendiri. Ini menjadi film horor ketiga yang dibintanginya. Proses syuting yang sepenuhnya berlangsung di hutan dan hanya melibatkan empat pemeran utama membuat kekuatan akting menjadi bagian penting dalam membangun atmosfer cerita.
“Menonton film Hasut akan membawa kita pada sebuah perasaan tegang, terteror secara psikologis, dan refleksi tentang sebuah relasi terhadap orang terdekat kita,” kata Rachel.
Karina Salim juga menyoroti salah satu adegan emosionalnya bersama Rachel Amanda. Dalam film tersebut, karakter Vira dan Rere merupakan kakak-adik yang sama-sama memiliki trauma masa lalu.
“Perasaan luka masa lalu itu juga yang rasanya membuat karakter Vira dan Rere relate dengan banyak orang,” ujar Karina.
Melalui permainan suara, suasana hutan, dan konflik antarkarakter, Hasut menempatkan persoalan kepercayaan sebagai pusat cerita. Penonton diajak terus mempertanyakan apakah suara yang terdengar merupakan petunjuk, ancaman, atau bagian dari manipulasi. Film Hasut akan tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026. (Dina)
- Sengketa Tanah Bambu Apus, Pemuda Nusantara Berkeadilan Soroti Dugaan Penyalahgunaan Wewenang - 07/10/2026
- Pemuda Nusantara Berkeadilan Soroti Pentingnya Partisipasi Publik dalam Penyusunan RUU Keimigrasian - 06/10/2026
- Sistem Ketenagakerjaan Soroti Upah, Outsourcing, hingga Pekerja Platform - 05/10/2026



















