Detikberita, Gianyar – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Gianyar memberikan klarifikasi terkait ketidakhadiran GP Ansor, Banser, dan Fatayat NU dalam Apel Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di halaman PAUD RA Khadijah, Gianyar, Kamis (22/10/2026). PCNU menyebut ketidakhadiran sejumlah badan otonom (banom) tersebut masih dalam proses tabayyun atau klarifikasi internal.
Klarifikasi itu disampaikan PCNU Kabupaten Gianyar pada Sabtu (24/10/2026), menyusul pemberitaan DBerita berjudul “Absennya Ansor, Banser, dan Fatayat di Apel Hari Santri Gianyar Jadi Sorotan” yang terbit pada 22 Oktober 2026.
Dalam keterangannya, PCNU Gianyar membenarkan bahwa sejumlah banom tidak hadir dalam apel tersebut. Namun, PCNU menegaskan persoalan itu masih ditelusuri untuk mengetahui penyebabnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Berdasarkan komunikasi awal, terdapat beberapa faktor yaitu benturan agenda kegiatan dan kendala teknis koordinasi undangan di tingkat Banom, bukan karena unsur kesengajaan untuk tidak mendukung HSN,” demikian keterangan PCNU Kabupaten Gianyar.
PCNU menyatakan ketidakhadiran tersebut telah menjadi catatan internal organisasi. Meski demikian, pihaknya meminta agar persoalan itu tidak dimaknai sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap peringatan Hari Santri Nasional.
PCNU Tegaskan Ansor, Banser, dan Fatayat Bagian Penting NU
PCNU Gianyar menegaskan GP Ansor, Banser, dan Fatayat NU merupakan bagian penting dan tidak terpisahkan dari keluarga besar Nahdlatul Ulama.
Kontribusi ketiga banom tersebut dalam menjaga tradisi keagamaan dan kebangsaan di Kabupaten Gianyar, menurut PCNU, tetap dihargai.
PCNU juga meluruskan penggunaan istilah “musafir” yang muncul dalam pemberitaan terkait absennya sejumlah banom dalam apel Hari Santri.
“Istilah ‘musafir’ yang muncul dalam pemberitaan merupakan dinamika bahasa jurnalistik untuk menggambarkan pertanyaan publik di lapangan, bukan merupakan pernyataan resmi dari PCNU Kabupaten Gianyar,” demikian penjelasan tersebut.
PCNU menegaskan tidak berada dalam posisi memberikan penilaian negatif terhadap banom yang tidak hadir.
Bakal Gelar Rapat Koordinasi Internal
Sebagai tindak lanjut, PCNU Gianyar berencana menggelar rapat koordinasi internal bersama seluruh banom. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat komunikasi dan memastikan agenda organisasi berikutnya dapat diikuti secara optimal.
PCNU menilai momentum Hari Santri Nasional semestinya menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, memperkuat kebersamaan, serta meningkatkan koordinasi di antara seluruh elemen NU.
Melalui klarifikasi tersebut, PCNU Gianyar berharap tidak terjadi kesalahpahaman di lingkungan keluarga besar Nahdlatul Ulama. PCNU juga menyampaikan apresiasi kepada media yang telah menjadi mitra dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Klarifikasi tersebut disampaikan atas nama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Gianyar dan ditandatangani oleh Ketua PCNU Gianyar, H. Sukisno Suwandi.
PCNU turut memohon agar klarifikasi itu dimuat sebagai hak jawab sesuai dengan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
- PCNU Gianyar Klarifikasi Absennya Ansor hingga Fatayat di Apel Hari Santri - 24/10/2026
- Polda Metro Bongkar 11 Kasus Tambang hingga Perdagangan Sisik Trenggiling, 11 Tersangka Ditangkap - 23/10/2026
- Manajemen Baru POOL Siapkan 3 Pilar Pemulihan, Audit Keuangan Ditargetkan Rampung Desember 2026 - 23/10/2026


















