PCNU Gianyar Klarifikasi Absennya Ansor hingga Fatayat di Apel Hari Santri

FIka

- Penulis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikberita, Gianyar – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Gianyar memberikan klarifikasi terkait ketidakhadiran GP Ansor, Banser, dan Fatayat NU dalam Apel Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di halaman PAUD RA Khadijah, Gianyar, Kamis (22/10/2026). PCNU menyebut ketidakhadiran sejumlah badan otonom (banom) tersebut masih dalam proses tabayyun atau klarifikasi internal.

Klarifikasi itu disampaikan PCNU Kabupaten Gianyar pada Sabtu (24/10/2026), menyusul pemberitaan DBerita berjudul “Absennya Ansor, Banser, dan Fatayat di Apel Hari Santri Gianyar Jadi Sorotan” yang terbit pada 22 Oktober 2026.

Dalam keterangannya, PCNU Gianyar membenarkan bahwa sejumlah banom tidak hadir dalam apel tersebut. Namun, PCNU menegaskan persoalan itu masih ditelusuri untuk mengetahui penyebabnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berdasarkan komunikasi awal, terdapat beberapa faktor yaitu benturan agenda kegiatan dan kendala teknis koordinasi undangan di tingkat Banom, bukan karena unsur kesengajaan untuk tidak mendukung HSN,” demikian keterangan PCNU Kabupaten Gianyar.

PCNU menyatakan ketidakhadiran tersebut telah menjadi catatan internal organisasi. Meski demikian, pihaknya meminta agar persoalan itu tidak dimaknai sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap peringatan Hari Santri Nasional.

PCNU Tegaskan Ansor, Banser, dan Fatayat Bagian Penting NU

PCNU Gianyar menegaskan GP Ansor, Banser, dan Fatayat NU merupakan bagian penting dan tidak terpisahkan dari keluarga besar Nahdlatul Ulama.

Kontribusi ketiga banom tersebut dalam menjaga tradisi keagamaan dan kebangsaan di Kabupaten Gianyar, menurut PCNU, tetap dihargai.

PCNU juga meluruskan penggunaan istilah “musafir” yang muncul dalam pemberitaan terkait absennya sejumlah banom dalam apel Hari Santri.

Baca Juga:  Hari Kebaya Nasional ke-3: KOWANI dan PIM Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Indonesia

“Istilah ‘musafir’ yang muncul dalam pemberitaan merupakan dinamika bahasa jurnalistik untuk menggambarkan pertanyaan publik di lapangan, bukan merupakan pernyataan resmi dari PCNU Kabupaten Gianyar,” demikian penjelasan tersebut.

PCNU menegaskan tidak berada dalam posisi memberikan penilaian negatif terhadap banom yang tidak hadir.

Bakal Gelar Rapat Koordinasi Internal

Sebagai tindak lanjut, PCNU Gianyar berencana menggelar rapat koordinasi internal bersama seluruh banom. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat komunikasi dan memastikan agenda organisasi berikutnya dapat diikuti secara optimal.

PCNU menilai momentum Hari Santri Nasional semestinya menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, memperkuat kebersamaan, serta meningkatkan koordinasi di antara seluruh elemen NU.

Melalui klarifikasi tersebut, PCNU Gianyar berharap tidak terjadi kesalahpahaman di lingkungan keluarga besar Nahdlatul Ulama. PCNU juga menyampaikan apresiasi kepada media yang telah menjadi mitra dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Klarifikasi tersebut disampaikan atas nama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Gianyar dan ditandatangani oleh Ketua PCNU Gianyar, H. Sukisno Suwandi.

PCNU turut memohon agar klarifikasi itu dimuat sebagai hak jawab sesuai dengan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Metro Bongkar 11 Kasus Tambang hingga Perdagangan Sisik Trenggiling, 11 Tersangka Ditangkap
Absennya Ansor, Banser, dan Fatayat di Apel Hari Santri Gianyar Jadi Sorotan, Ada Apa?
Forum Penyelamat NU Minta PBNU Jaga Integritas Pengurus, Dorong Tes Urine dan Penelusuran Dugaan Korupsi
Abdul Hamid Rahayaan Minta Aparat Telusuri Dugaan Korupsi dan Narkoba di Lingkungan PBNU
Peringati Hari Budaya Nasional, Jalih Pitoeng Ajak Para Pelaku Seni Budaya dan Jawara Hadiri Acara
Panca Nur Ajak Tokoh Bangsa Jaga Harmoni Budaya Untuk Harmoni Bangsa
Tak Copot Nusron Wahid, FORMASI Nilai Prabowo Omon-omon Dalam Pemberantasan Korupsi
Wahyu Hidayat Pimpin Golkar Jakut, Targetkan Tambah Kursi pada Pemilu 2029

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:21 WIB

PCNU Gianyar Klarifikasi Absennya Ansor hingga Fatayat di Apel Hari Santri

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Polda Metro Bongkar 11 Kasus Tambang hingga Perdagangan Sisik Trenggiling, 11 Tersangka Ditangkap

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Absennya Ansor, Banser, dan Fatayat di Apel Hari Santri Gianyar Jadi Sorotan, Ada Apa?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:25 WIB

Forum Penyelamat NU Minta PBNU Jaga Integritas Pengurus, Dorong Tes Urine dan Penelusuran Dugaan Korupsi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:39 WIB

Abdul Hamid Rahayaan Minta Aparat Telusuri Dugaan Korupsi dan Narkoba di Lingkungan PBNU

Berita Terbaru