Aliansi Mahasiswa Sultra Bersatu Desak PUPR Evaluasi dan KPK Awasi Proyek Jembatan Sambandete Rp60 Miliar

Apandi Tondowatu

- Penulis

Senin, 29 Juni 2026 - 18:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA- Aliansi Mahasiswa Sultra Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Senin, 29 Juni 2026, dengan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PUPR) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pelaksanaan proyek pembangunan Jembatan Sambandete di Kabupaten Konawe Utara yang memiliki nilai anggaran sekitar Rp60 miliar.
Dalam aksi tersebut, massa meminta Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina Marga dan Inspektorat Jenderal melakukan evaluasi menyeluruh serta pemeriksaan terhadap pelaksanaan proyek yang dinilai menjadi perhatian publik.

Koordinator Lapangan Aliansi Mahasiswa Sultra Bersatu, Aksan Setiawan, mengatakan pihaknya menilai progres pembangunan jembatan tersebut berjalan lambat, sementara masa pelaksanaan kontrak disebut akan berakhir pada Desember 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah agar pelaksanaan proyek tidak menyimpang dari target yang telah ditetapkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain menyoroti progres pekerjaan, aliansi juga menyampaikan dugaan adanya ketidaksesuaian antara progres yang dilaporkan dengan kondisi fisik di lapangan. Mereka turut meminta Kementerian PUPR melakukan evaluasi terhadap proses pelaksanaan proyek, termasuk menelaah dugaan adanya persekongkolan dalam proses pengadaan apabila ditemukan indikasi yang mengarah ke sana.

Aliansi juga meminta agar tidak diberikan perpanjangan waktu pelaksanaan proyek sebelum dilakukan evaluasi dan pemeriksaan secara komprehensif oleh instansi yang berwenang.
Dalam kesempatan yang sama, Kordinator Aksi II, Abdi Aditya, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan perhatian terhadap proyek tersebut. Menurutnya, apabila dalam proses pengawasan ditemukan bukti yang cukup mengenai adanya dugaan pelanggaran hukum, maka penegakan hukum perlu dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ia juga meminta KPK melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi fisik pekerjaan sekaligus mendalami berbagai informasi yang berkembang di masyarakat.

“Langkah tersebut diperlukan agar seluruh proses berjalan secara transparan, profesional, dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,” kata Abdi dalam orasinya.
Aliansi Mahasiswa Sultra Bersatu menyatakan aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi agar setiap proyek infrastruktur yang dibiayai menggunakan anggaran negara dilaksanakan sesuai ketentuan, mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Baca Juga:  Kolaborasi Berbagai Instansi Terkait, Tingkat kan Ekonomi Peternak Ayam Terinthritas Berskala Nasional

Mereka berharap Kementerian PUPR maupun KPK menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui mekanisme pengawasan dan penegakan hukum sesuai kewenangan masing-masing.
Aliansi juga menegaskan bahwa seluruh dugaan yang disampaikan dalam aksi merupakan bagian dari aspirasi masyarakat yang masih memerlukan pembuktian melalui proses pemeriksaan oleh instansi berwenang. Mereka menyatakan tetap menghormati asas praduga tak bersalah terhadap seluruh pihak yang disebut.

Berdasarkan pantauan media, setelah menyampaikan aspirasi, perwakilan Aliansi Mahasiswa Sultra Bersatu diterima oleh perwakilan Kementerian PUPR dari Direktorat Jenderal Bina Marga, Bidang Hukum dan Komunikasi Publik. Dalam pertemuan tersebut, perwakilan kementerian menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan para demonstran melalui mekanisme internal.

“Kami akan menindaklanjuti dengan berkoordinasi kepada balai terkait guna memastikan apakah dugaan yang disampaikan benar adanya. Aduan dari teman-teman tetap menjadi atensi kami dan akan kami tindak lanjuti sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar perwakilan Direktorat Jenderal Bina Marga.
Pernyataan tersebut disambut positif oleh massa aksi. Meski demikian, Aliansi Mahasiswa Sultra Bersatu menegaskan akan terus mengawal perkembangan penanganan aduan tersebut sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial terhadap pelaksanaan proyek-proyek strategis yang menggunakan anggaran negara.
Mereka berharap hasil koordinasi dan evaluasi yang dilakukan pemerintah dapat disampaikan secara terbuka kepada publik demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pembangunan infrastruktur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menguras Air Mata,Film Pendek “Senyum yang Kembali di Bawah Tiang Bendera”Angkat Perjuangan Siswi Pengidap Kangker
PP ISMAHI Desak Negara Ungkap Pelaku dan Dalang Dugaan Penyadapan Presiden!
Dugaan Penyadapan Mantan Kapolri Listyo Sigit Menguak, 43 Nama Tokoh Disebut Masuk Daftar yang Beredar
Puteri Batik Cilik Indonesia 2026 Sukses Digelar, Libatkan Peserta dari Berbagai Daerah
Dandim 0502/JU Bersama Kapolres dan Pemkot Jakarta Utara Dampingi Lanjutan Penertiban Bangunan di Sepanjang Rel Kampung Bahari
Seminar Nasional Universitas Trisakti Bahas Masa Depan Otsus dan IKN, Ini Harapan Akademisi
Dandim 0502/JU Bersama Forkopimko Jakarta Utara Dampingi Kapolda Metro Jaya Tinjau Lokasi Pasca Penertiban di Kampung Bahari
TECNO MEGABOOK K15S Resmi Hadir, Tawarkan Layar 15,6 Inci dan Performa AMD Ryzen 5
Berita ini 23 kali dibaca

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 00:41 WIB

Menguras Air Mata,Film Pendek “Senyum yang Kembali di Bawah Tiang Bendera”Angkat Perjuangan Siswi Pengidap Kangker

Kamis, 5 November 2026 - 13:16 WIB

PP ISMAHI Desak Negara Ungkap Pelaku dan Dalang Dugaan Penyadapan Presiden!

Rabu, 4 November 2026 - 23:31 WIB

Dugaan Penyadapan Mantan Kapolri Listyo Sigit Menguak, 43 Nama Tokoh Disebut Masuk Daftar yang Beredar

Rabu, 4 November 2026 - 20:26 WIB

Puteri Batik Cilik Indonesia 2026 Sukses Digelar, Libatkan Peserta dari Berbagai Daerah

Rabu, 4 November 2026 - 17:57 WIB

Dandim 0502/JU Bersama Kapolres dan Pemkot Jakarta Utara Dampingi Lanjutan Penertiban Bangunan di Sepanjang Rel Kampung Bahari

Berita Terbaru