Detikberita, Jakarta – Forum Komunikasi Nasional (FKN) 08 menggelar Konsolidasi II di Hotel Alia Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini dihadiri para ketua umum organisasi masyarakat, organisasi relawan, komunitas, tokoh nasional, serta sejumlah tamu undangan sebagai upaya memperkuat komunikasi dan sinergi dalam mendukung program pembangunan nasional Presiden Prabowo Subianto.
Mengusung tema “Konsolidasi Rakyat Pendukung Program Pencapaian Ekonomi Presiden Prabowo Subianto” dengan motto “Bersatu dalam Komunikasi, Bersinergi dalam Membangun Negeri”, forum tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus penyampaian berbagai gagasan dan rekomendasi bagi pembangunan Indonesia.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Nahemia Lawalata, S.E., mantan Sekretaris Bidang Politik almarhum Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo, Sirajul Munir, para inisiator FKN 08 seperti Yose Rizal, H. Sapri, KH Mastani Abdurrahman, Idah Riyanti, Safrino, serta puluhan pimpinan organisasi masyarakat dari berbagai daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Indra selaku panitia pelaksana menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan acara. Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan terlaksana berkat semangat gotong royong dan swadaya para panitia.
“Kegiatan ini bukan diselenggarakan karena besarnya anggaran, melainkan karena besarnya semangat persaudaraan. Seluruh panitia bekerja secara swadaya dengan penuh keikhlasan demi menghadirkan forum komunikasi yang mampu menyatukan gagasan untuk kepentingan bangsa,” ujar Indra.
Ia juga mengatakan bahwa FKN 08 tidak dibentuk untuk menjadi organisasi di atas organisasi lain.
“Forum Komunikasi Nasional 08 hadir sebagai rumah komunikasi. Di sini tidak ada organisasi yang merasa paling besar ataupun paling kecil. Yang ada adalah semangat kebersamaan, saling menghargai, saling membantu, dan bersama-sama membangun Indonesia,” katanya.
Indra mengungkapkan, tema kegiatan sempat mengalami penyesuaian sebagai bentuk penghormatan terhadap masukan dari para senior organisasi agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam penggunaan istilah.
Selain itu, ia menyampaikan permohonan maaf dari salah satu inisiator FKN 08, Abdul Qodir selaku Ketua Umum Gerakan Mantap Pilih Prabowo, yang berhalangan hadir karena agenda mendesak.
Menurut Indra, konsolidasi tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai rekomendasi strategis yang dapat menjadi kontribusi nyata organisasi masyarakat dalam mendukung program pemerintah dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Kami berharap dari forum ini lahir berbagai gagasan, rekomendasi, dan langkah nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat pembangunan nasional,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan organisasi yang hadir dari berbagai daerah.
“Keikutsertaan para ketua umum organisasi menjadi bukti bahwa semangat persatuan dan kebersamaan masih terus terjaga demi Indonesia yang lebih maju,” tutupnya.



























