Sebanyak 750 pelari dari berbagai daerah siap meramaikan Papandayan Chicken Run 5K 2026, sebuah ajang lari yang kian bergengsi dan menjadi magnet bagi komunitas pelari Nusantara. Lomba yang digelar di Kawasan Harmoni, Jalan Ibrahim Adji, Kabupaten Garut, Minggu (19/7/2026) mendatang, menghadirkan sistem pencatatan waktu berbasis RFID chip timing untuk memastikan persaingan berlangsung lebih adil dan profesional.
DetikBerita||Garut – Berbeda dengan sistem gun time yang hanya menghitung waktu berdasarkan tembakan start, teknologi chip timing mencatat waktu bersih (net time) sejak pelari melewati garis start hingga finis. Dengan demikian, setiap peserta dinilai berdasarkan performa nyata di lintasan, tanpa dipengaruhi posisi awal lomba.
Direktur PT Papandayan Inti Plasma, Fajar Nareswara, menegaskan bahwa penyelenggaraan ini bukan sekadar perayaan ulang tahun ketiga perusahaan, melainkan juga bagian dari komitmen menghadirkan kompetisi berkualitas sekaligus mendorong sport tourism di Kabupaten Garut. “Dengan sistem chip time, hasil lomba lebih akurat dan setiap pelari memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapten Balad Lumpat, Ikhsan Maulana Fauzi, menambahkan bahwa penggunaan chip timing kini menjadi standar dalam berbagai kompetisi lari resmi. Data yang dihasilkan bukan hanya menentukan pemenang, tetapi juga menjadi tolok ukur penting bagi pelari dalam mencatat personal best (PB) dan mengevaluasi performa latihan.
Persaingan diprediksi berlangsung sengit dengan penghargaan bagi lima pelari terbaik putra dan putri, serta pembagian kategori Pelajar (12–17 tahun), Umum (18–44 tahun), dan Master (45 tahun ke atas). Panitia juga menyiapkan pengamanan rute bersama Polres Garut, perlindungan asuransi kecelakaan, serta Race Pack Collection (RPC) untuk seluruh peserta.
Dengan dukungan teknologi modern dan partisipasi ratusan pelari, Papandayan Chicken Run 5K 2026 diharapkan menjadi salah satu ajang lari paling bergengsi di Garut tahun ini. Tak hanya menjadi arena perebutan podium, tetapi juga wadah bagi pelari Nusantara untuk memburu catatan waktu terbaik dalam atmosfer kompetisi yang lebih akurat, transparan, dan menjunjung tinggi sportivitas. (Hendra).




















