DPD GMN Sultra Desak Kejati Sultra Bongkar Dugaan Mafia Izin Crossing Tambang, Minta Gubernur Copot Kadis DP3APPKB Inisial RJ

Apandi Tondowatu

- Penulis

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPD GMN Sultra Desak Kejati Sultra Bongkar Dugaan Mafia Izin Crossing Tambang, Minta Gubernur Copot Kadis DP3APPKB Inisial RJ

KENDARI – Gerakan Mahasiswa Nusantara (GMN) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kejati Sultra) dengan mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam proses pengurusan izin crossing tambang yang diduga terjadi saat RJ menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dalam aksi tersebut, massa DPD GMN Sultra menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta Kejati Sultra segera memanggil dan memeriksa pihak-pihak yang diduga terlibat dalam praktik pungli pada proses penerbitan rekomendasi izin crossing tambang. Menurut GMN, dugaan tersebut harus diusut secara menyeluruh demi menjaga integritas pelayanan publik serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Umum GMN, Irjal Ridwan, menegaskan bahwa aparat penegak hukum tidak boleh membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut. Ia menilai setiap dugaan penyalahgunaan kewenangan yang berpotensi merugikan masyarakat harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Dugaan praktik pungutan liar dalam pengurusan izin crossing tambang merupakan persoalan serius. Jika benar terdapat penyalahgunaan kewenangan dalam penerbitan rekomendasi tersebut, maka seluruh pihak yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku. Tidak boleh ada pihak yang kebal hukum,” tegas Irjal saat menyampaikan orasinya.

Irjal mengatakan, apabila dugaan tersebut terbukti, praktik itu dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah sekaligus mencederai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan pemerintahan yang bersih (good governance).

Selain mendesak Kejati Sultra melakukan penyelidikan secara profesional, DPD GMN Sultra juga meminta Gubernur Sulawesi Tenggara mengevaluasi RJ yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provinsi Sulawesi Tenggara. Menurut GMN, evaluasi, termasuk penonaktifan sementara apabila diperlukan sesuai ketentuan yang berlaku, penting dilakukan untuk menjaga independensi proses hukum dan menghindari potensi konflik kepentingan.

Baca Juga:  Gudang Beras "Siluman" di Batu Ampar Batam Disorot, Aparat dan Instansi Terkait Didesak Turun Tangan

“Kami mendesak Gubernur Sulawesi Tenggara menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dengan mengevaluasi RJ dari jabatannya selama proses hukum berjalan. Langkah tersebut penting agar proses penegakan hukum berlangsung secara objektif, transparan, dan bebas dari intervensi,” ujar Irjal.

DPD GMN Sultra menegaskan akan terus mengawal perkembangan penanganan dugaan tersebut hingga aparat penegak hukum memberikan kepastian hukum. Organisasi itu juga meminta Kejati Sultra bertindak cepat, profesional, dan transparan agar tidak menimbulkan persepsi adanya pembiaran terhadap dugaan praktik pungutan liar di lingkungan pemerintahan.

“Penegakan hukum tidak boleh tebang pilih. Siapa pun yang diduga menyalahgunakan jabatan harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Kepercayaan masyarakat hanya dapat dipulihkan melalui tindakan nyata aparat penegak hukum,” tutup Irjal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menguras Air Mata,Film Pendek “Senyum yang Kembali di Bawah Tiang Bendera”Angkat Perjuangan Siswi Pengidap Kangker
PP ISMAHI Desak Negara Ungkap Pelaku dan Dalang Dugaan Penyadapan Presiden!
Dugaan Penyadapan Mantan Kapolri Listyo Sigit Menguak, 43 Nama Tokoh Disebut Masuk Daftar yang Beredar
Puteri Batik Cilik Indonesia 2026 Sukses Digelar, Libatkan Peserta dari Berbagai Daerah
Dandim 0502/JU Bersama Kapolres dan Pemkot Jakarta Utara Dampingi Lanjutan Penertiban Bangunan di Sepanjang Rel Kampung Bahari
Seminar Nasional Universitas Trisakti Bahas Masa Depan Otsus dan IKN, Ini Harapan Akademisi
Dandim 0502/JU Bersama Forkopimko Jakarta Utara Dampingi Kapolda Metro Jaya Tinjau Lokasi Pasca Penertiban di Kampung Bahari
TECNO MEGABOOK K15S Resmi Hadir, Tawarkan Layar 15,6 Inci dan Performa AMD Ryzen 5
Berita ini 25 kali dibaca

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 00:41 WIB

Menguras Air Mata,Film Pendek “Senyum yang Kembali di Bawah Tiang Bendera”Angkat Perjuangan Siswi Pengidap Kangker

Kamis, 5 November 2026 - 13:16 WIB

PP ISMAHI Desak Negara Ungkap Pelaku dan Dalang Dugaan Penyadapan Presiden!

Rabu, 4 November 2026 - 23:31 WIB

Dugaan Penyadapan Mantan Kapolri Listyo Sigit Menguak, 43 Nama Tokoh Disebut Masuk Daftar yang Beredar

Rabu, 4 November 2026 - 20:26 WIB

Puteri Batik Cilik Indonesia 2026 Sukses Digelar, Libatkan Peserta dari Berbagai Daerah

Rabu, 4 November 2026 - 17:57 WIB

Dandim 0502/JU Bersama Kapolres dan Pemkot Jakarta Utara Dampingi Lanjutan Penertiban Bangunan di Sepanjang Rel Kampung Bahari

Berita Terbaru