Ekonomi Konsitusi Evaluasi Kebijakan MBG Harus Komprehensif dan Lintas Sektoral

Zaenal Langgar

- Penulis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 


Jakarta -Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemerintah bahkan berencana melakukan perbaikan, khususnya terkait evaluasi alokasi anggaran per porsi agar kandungan gizi yang diterima kelompok sasaran lebih optimal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Menanggapi hal tersebut, Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori, memberikan apresiasi atas langkah koreksi yang diambil pemerintah.

Menurutnya, penyesuaian porsi merupakan langkah krusial agar manfaat gizi bagi masyarakat dapat dirasakan secara maksimal.

​”Koreksi atas per porsi MBG ini patut diapresiasi supaya jumlahnya lebih layak bagi kelompok penerima manfaat, sehingga kandungan gizi yang didapatkan menjadi optimal,” ujar Defiyan dalam keterangannya, Sabtu (18/7/2026).

​Namun, Defiyan menekankan bahwa perbaikan tidak bisa hanya berhenti pada sisi anggaran. Ia menyoroti pentingnya seleksi ketat dalam pemilihan mitra dan penempatan lokasi penyaluran.

Masih Defiyan, proses seleksi pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus dievaluasi secara total untuk menjamin kualitas layanan.

​Optimalkan Peran Sekolah

​Lebih lanjut, Defiyan mendorong agar pelibatan pihak sekolah dalam ekosistem MBG dapat diutamakan. Dengan melibatkan sekolah secara aktif, komitmen untuk menyukseskan program ini tidak hanya datang dari pusat, tetapi juga dari unit pendidikan di lapangan.

​”Melalui cara ini, sekolah-sekolah akan memiliki komitmen yang sama untuk mendukung kebijakan pemerintah.

Keberlanjutan program MBG lebih bisa dipastikan dibandingkan jika hanya menjadi program temporer atau politis berjangka pendek,” tegasnya.

​Ia menegaskan, pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah kurang mampu, ibu hamil, serta kelompok masyarakat miskin harus dilakukan secara komprehensif. Tanggung jawab ini, kata Defiyan, tidak boleh hanya dibebankan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) semata.

Baca Juga:  Komitmen Polri Dukung Proses Hukum, Sidang di PN Jakarta Pusat Diamankan

​Sinergi Lintas Sektoral

​Defiyan menyoroti pentingnya koordinasi yang lebih solid antar-kementerian dan lembaga teknis terkait. Menurutnya, program strategis seperti MBG memerlukan keterlibatan aktif Kementerian Pendidikan, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Sosial.

​”Alokasi anggaran bagi program MBG harus menjadi tanggung jawab lintas sektoral. Dengan begitu, Kementerian atau Lembaga terkait dapat mengantisipasi sejak dini segala potensi penyimpangan pelaksanaan di lokasi sasaran,” jelasnya.

​Defiyan menambahkan, bahwa pengawasan yang melekat sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing kementerian sangat penting untuk memitigasi risiko di lapangan. Ia meyakini, melalui koordinasi pengawasan yang ketat dari Kemendikdasmen, Kemenkes, dan Kemensos, kasus-kasus seperti keracunan makanan yang sempat terjadi dapat diminimalisir di masa depan.

​”Koordinasi dan pengawasan melekat adalah kunci. Jika lintas sektoral ini bekerja maksimal sesuai fungsinya, maka efektivitas dan keamanan program MBG akan jauh lebih terjaga,” pungkasnya.

Sumber : Divisi Humas MIO Indonesia DKI Jakarta

Reporter : Edo Lembang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Dampak Tambang PT GAP Mencuat Iksan Soroti Air Bendungan Dan Pipa Irigasi
Mendung, Jadi Ruang Cerita Yura Yunita dan Idgitaf
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Pulangkan,4 ABK Korban Penganiyaan KM Maulana,Tangis Keluarga Pecah
Samsat Kabupaten Bekasi Buka Kanal Pengaduan, Warga Bisa Lapor via WhatsApp
Gemilang Run Night 2026 Di Kelapa Dua
Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema “73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia”
“Memahami Pemilu Lebih Dalam”, Ketua KPU DKI Jakarta: Pemilu Demokratis Harus Berjalan dengan Prosedur yang Pasti
Akhirnya Perwakilan Bulog Buka Suara Terkait Antrean di Beberapa Toko di Meranti

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:46 WIB

Dugaan Dampak Tambang PT GAP Mencuat Iksan Soroti Air Bendungan Dan Pipa Irigasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:44 WIB

Mendung, Jadi Ruang Cerita Yura Yunita dan Idgitaf

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Pulangkan,4 ABK Korban Penganiyaan KM Maulana,Tangis Keluarga Pecah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Samsat Kabupaten Bekasi Buka Kanal Pengaduan, Warga Bisa Lapor via WhatsApp

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Gemilang Run Night 2026 Di Kelapa Dua

Berita Terbaru

Berita

Mendung, Jadi Ruang Cerita Yura Yunita dan Idgitaf

Jumat, 9 Okt 2026 - 17:44 WIB

Berita

Gemilang Run Night 2026 Di Kelapa Dua

Jumat, 9 Okt 2026 - 12:52 WIB