JAKARTA — Persahabatan yang terjalin sejak bangku sekolah menengah atas (SMA) pada tahun 1968 tak pudar ditelan waktu. Berawal dari minat dan kecintaan yang sama pada seni pertunjukan, empat sahabat karib membentuk grup tari independen bernama Amora pada sekitar tahun 1970.
Kisah pembentukan grup ini bermula saat mereka aktif sebagai penari, pemain drama, serta perandai dalam grup kesenian Minang sewaktu berkuliah di universitas masing-masing. Tergerak oleh semangat kreativitas dan keinginan untuk mandiri secara finansial, mereka berempat sepakat membentuk grup sendiri secara sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan pimpinan grup asal mereka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengusung Konsep Modernisasi Tari Tradisional

Berbeda dari grup tari modern pada umumnya, Amora memilih jalur unik dengan memodernisasi tarian tradisional daerah, khususnya dari Sumatera Barat seperti tari piring. Mereka memadukan gerakan tradisional dengan sentuhan baru serta merancang busana dan kostum mereka sendiri.
Karier awal mereka dimulai dengan memberanikan diri melamar ke sebuah restoran dan bar terkenal di kawasan Gajah Mada, Jakarta, yang saat itu diiringi oleh orkestra ternama pimpinan Oto Cend. Sejak saat itu, Amora mulai tampil di berbagai acara mahasiswa, night club, hingga perhelatan khusus seni daerah.
Grup Amora diperkuat oleh empat personel, yaitu:
Ida ,Ati Cancer,Ida Cancer,Andre Mutia
Perjalanan Karier dan Kehidupan masing masing
Seiring berjalannya waktu, para anggota Amora menempuh jalan hidupnya masing-masing setelah menikah dan berkeluarga. Tiga di antaranya memilih berfokus sebagai ibu rumah tangga dan pegawai kantor di bidang perusahaan.
Namun, Ati Cancer menjadi satu-satunya personel yang terus konsisten
menancapkan taringnya di dunia seni peran dan hiburan tanah air. Mengawali karier seni sejak usia 12 tahun melalui teater sekolah, Ati kemudian merambah ke RRI, TVRI, panggung teater, hingga layar lebar sebagai aktris profesional.
Tetap Solid bak Keluarga
Meski saat ini tak lagi aktif menari secara profesional untuk mencari nafkah, hubungan kebersamaan keempat personel Amora tetap terjalin erat bak keluarga. Setiap bulan Juli, mereka rutin menggelar pertemuan tahunan sekaligus memperingati ulang tahun grup dan ulang tahun para personelnya yang saling berdekatan.
“Alhamdulillah, kami masih bisa berkumpul dan berjalan bersama, walau kondisi fisik tak selincah dulu. Yang terpenting persahabatan ini tetap solid dan terjaga sampai sekarang,” ungkap Ati Cancer menutup kenangannya.
- Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Sinergi dengan Tokoh Masyarakat Jakarta Utara,Bahas Kamtibmas dan Kerukunan - 08/08/2026
- Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Sinergi dengan PWI-LS DKI Jakarta - 08/08/2026
- JJOS Patroli Cipta Kondisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Antisipasi Kejahatan Jalanan dan Ganguan Kamtibmas - 08/08/2026























