Detikberita, Jakarta – Tuta Films resmi merilis trailer & poster film Hasut, karya debut penyutradaraan Ilya Sigma. Film horor-misteri tersebut menawarkan pendekatan berbeda dengan mengandalkan teror suara dan kekuatan psikologis, tanpa mengandalkan penampakan atau jumpscare.
Trailer yang dirilis memperlihatkan perjalanan empat sahabat yang harus menghadapi situasi mencekam ketika rencana mereka untuk melakukan healing di tengah hutan berubah menjadi teror.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Empat karakter utama diperankan Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova. Dalam trailer, hubungan mereka mulai diwarnai rasa curiga dan ketidakpercayaan setelah suara-suara gaib muncul dari dalam hutan.
Suara misterius tersebut bukan sekadar menjadi sumber ketakutan. Suara-suara itu justru seperti menghasut keempat sahabat untuk saling melukai. Kondisi tersebut membuat perjalanan mereka semakin kacau sekaligus membuka luka dan trauma yang selama ini mereka simpan.
Ilya Sigma mengatakan, Hasut sengaja mengambil jalur berbeda dari film horor pada umumnya. Ia menempatkan suara sebagai elemen utama untuk membangun ketegangan dan misteri sepanjang cerita.
“Film Hasut akan menyajikan konsep horor yang unik karena secara adegan banyak terjadi di siang hari, dengan setting hutan, dan nuansa misteri yang dibangun dari suara-suara yang muncul, alih-alih entitas seperti yang ada di kebanyakan horor saat ini,” ujar Ilya Sigma di Senayan City, Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Menurut Ilya, pendekatan tersebut membuat Hasut tidak hanya mengajak penonton merasakan ketakutan, tetapi juga melakukan refleksi terhadap perjalanan manusia dan berbagai persoalan yang mereka hadapi.
“Saat menonton film ini, kita justru akan berefleksi, karena ini adalah horor-misteri yang mengikuti perjalanan manusia,” lanjutnya.
Sementara itu, produser Siera Tamihardja mengungkapkan bahwa cerita Hasut berangkat dari kehidupan orang-orang yang terlihat baik-baik saja, tetapi sebenarnya menyimpan berbagai persoalan dan luka.
“Hasut akan mengikuti perjalanan tentang orang-orang yang tampaknya baik-baik saja, namun ternyata ada banyak masalah dan luka. Dalam perjalanan mereka berusaha menjadi lebih baik, justru ada hal-hal yang menyakitkan yang dilewati, yang turut meneror,” kata Siera.
Siera juga menjelaskan alasan hutan menjadi latar penting dalam film tersebut. Baginya, hutan menjadi simbol alam bawah sadar yang menyimpan luka manusia dan memaksa mereka untuk menghadapi hal-hal yang selama ini berusaha disembunyikan.
“Latar hutan juga menjadi sebuah simbol alam bawah sadar yang menyimpan semua luka kita, yang mau tak mau harus kita hadapi meski meneror hati dan pikiran. Belum banyak film horor Indonesia yang mengeksplorasi cerita seperti di film ini,” ujarnya.
Selain Siera Tamihardja, Hasut juga diproduseri Putrama Tuta dengan Nick Musa sebagai ko-produser. Film ini sekaligus menjadi debut Ilya Sigma sebagai sutradara.
Tuta Films sebelumnya dikenal lewat sejumlah produksi, di antaranya A Man Called Ahok (2018), dokumenter musik Noah: Awal Semula (2013), dan Catatan (Harian) Si Boy (2011).
Dengan pendekatan horor yang bertumpu pada suara, trauma, dan ketegangan psikologis, Hasut siap membawa penonton menyusuri hutan sekaligus menghadapi sisi gelap manusia. Film ini akan hadir di bioskop mulai 8 Oktober 2026.
- Sengketa Tanah Bambu Apus, Pemuda Nusantara Berkeadilan Soroti Dugaan Penyalahgunaan Wewenang - 07/10/2026
- Pemuda Nusantara Berkeadilan Soroti Pentingnya Partisipasi Publik dalam Penyusunan RUU Keimigrasian - 06/10/2026
- Sistem Ketenagakerjaan Soroti Upah, Outsourcing, hingga Pekerja Platform - 05/10/2026



















