“Rencana investasi ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan pembangunan dan penguatan infrastruktur energi di wilayah Karimun,” ujarnya.
Menurutnya, proyek yang diproyeksikan berlangsung selama tiga hingga lima tahun itu berpotensi membuka 2.000–3.000 lapangan kerja, terutama pada masa konstruksi.
Pemerintah daerah juga menyiapkan program pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) guna meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Li Zhen menilai Pulau Belat memiliki potensi strategis dalam mendukung pengembangan energi surya terintegrasi.
“Kami melihat wilayah ini memiliki potensi yang sangat baik untuk mendukung transisi energi bersih di kawasan. Kami juga berkomitmen mengintegrasikan teknologi penyimpanan energi berbasis baterai untuk memastikan stabilitas pasokan listrik,” ujar Li Zhen.
Ia juga menyatakan bahwa pengembangan pembangkit listrik surya ini diharapkan dapat memungkinkan ekspor listrik ke Singapura sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Proyek PLTS tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi daerah, menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru, serta mendukung target nasional pengembangan energi terbarukan dan kerja sama energi hijau Indonesia–Singapura. (*)
- Gotion High-Tech Survei Pulau Belat, Investasi PLTS Raksasa Siap Dongkrak Ekonomi Kepulauan - 02/03/2026
- Isu Pungutan “Gerenti” di Pelabuhan Internasional Karimun, Imigrasi Disebut Tidak Terlibat - 28/02/2026
- RT/RW Desa Bintan Buyu Keluhkan Insentif Belum Terbayar, Ismeth Abdullah : Ini Tidak Boleh..! - 25/02/2026
Halaman : 1 2





















