Jakarta – Dewan Pembina Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI), Indra Lesmana, menegaskan pentingnya terobosan nyata dalam memperjuangkan hak royalti dan masa depan pencipta lagu Indonesia. Hal tersebut disampaikannya usai Kongres Nasional AKSI yang digelar di Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta, Rabu (04/03/26).
Sebagai maestro musik Indonesia yang telah puluhan tahun berkarya dan menjadi bagian penting dalam perjalanan industri musik nasional, Indra menyatakan bahwa aspirasi yang diperjuangkan AKSI bukanlah hal baru.
“Sebenarnya aspirasi dari AKSI ini sudah lama saya amati. Ide dan perjuangan mereka sudah lama saya dukung. Saya memang tidak pernah berada di dalam struktur AKSI sebelumnya, tetapi saya selalu berdiri sebagai teman, sebagai sesama komposer, dan sebagai sahabat dari teman-teman seperti Ahmad Dhani dan Piyu,” ujar Indra.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
AKSI sendiri merupakan organisasi berbadan hukum yang berdiri pada 3 Juli 2023, didirikan oleh Ahmad Dhani dan Piyu Padi bersama sejumlah musisi lainnya. Organisasi ini fokus memperjuangkan hak moral dan ekonomi pencipta lagu, khususnya terkait performing rights dalam konser dan acara langsung.
Menurut Indra, kondisi saat ini menunjukkan bahwa para pencipta lagu berada di titik krusial.
“Keluhan-keluhan yang saya dengar dan situasi yang saya amati, memang sudah sampai di titik di mana harus ada manuver yang jelas. Nasib para pencipta semakin tidak jelas. Bahkan kepentingan dan haknya semakin disampingkan,” tegasnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya





















