Dalam konflik Iran melawan Israel dan Amerika Serikat, kekuatan Teheran tidak hanya bertumpu pada negara Iran sendiri. Ada jaringan tokoh dan komandan militer yang memiliki pengaruh besar dan sering dianggap sebagai figur yang “ditakuti” oleh banyak negara karena peran mereka dalam strategi militer regional.
Pusat kekuasaan Iran saat ini berada di tangan Mojtaba Khamenei, yang pada Maret 2026 dipilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, setelah kematian sang ayah dalam serangan udara saat konflik regional berlangsung.
Sebagai pemimpin tertinggi, Mojtaba memiliki kendali atas militer Iran, termasuk Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), program strategis negara, serta jaringan sekutu Iran di Timur Tengah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di bawah kepemimpinan Iran, terdapat sejumlah tokoh militer dan pemimpin milisi regional yang memiliki reputasi keras dan sering disebut sebagai figur berpengaruh dalam poros perlawanan.
Hezbollah
Di Lebanon, organisasi Hezbollah dipimpin oleh Hassan Nasrallah. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh paling kuat di Timur Tengah dan menjadi simbol perlawanan terhadap Israel. Hizbullah memiliki kemampuan militer besar, termasuk ribuan roket dan jaringan tempur yang terlatih.
Hamas
Di Palestina, gerakan Hamas memiliki kepemimpinan politik yang dipimpin oleh Ismail Haniyeh, sementara sayap militernya dipimpin oleh Mohammed Deif. Nama Mohammed Deif sangat dikenal dalam dunia intelijen karena ia dianggap sebagai arsitek strategi militer Hamas selama bertahun-tahun.
Houthi
Di Yaman, kelompok Ansar Allah atau Houthi dipimpin oleh Abdul-Malik al-Houthi. Ia memimpin gerakan tersebut sejak 2004 dan berhasil mengubahnya dari kelompok pemberontak lokal menjadi kekuatan militer yang mampu meluncurkan rudal dan drone jarak jauh.
Mobilization Forces
Di Irak, jaringan milisi Syiah yang tergabung dalam Popular Mobilization Forces dipimpin secara struktural oleh Falih al-Fayyadh, dengan komandan militer berpengaruh Abu Fadak al-Mohammadawi. Kelompok ini memiliki puluhan ribu anggota dan memainkan peran penting dalam keamanan Irak.
Palestinian Islamic Jihad
Selain itu ada juga organisasi Palestina lain yang memiliki hubungan dekat dengan Iran, yaitu Palestinian Islamic Jihad, yang dipimpin oleh Ziyad al-Nakhalah. Kelompok ini dikenal sangat dekat secara ideologis dan militer dengan Iran.
- OTT Wartawan Mojokerto: Antara Kebebasan Pers, Dugaan Pemerasan, dan Narasi Rekayasa - 01/04/2026
- Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 3,39 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek, Travoy Jadi Andalan Pemudik - 24/03/2026
- Undang-Undang Pers dan Regulasi Terkait: Fondasi Hukum bagi Kebebasan dan Tanggung Jawab Media - 16/03/2026
Halaman : 1 2 Selanjutnya





















