JAKARTA, DETIKBERITA.CO.ID —
Tim kuasa hukum lima tersangka dalam perkara dugaan korupsi penjualan lahan untuk proyek pabrik mobil listrik VinFast di Subang menolak konstruksi hukum yang disusun penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Subang.
Anggota tim kuasa hukum, Stenny Widya Asmara, SH, menegaskan bahwa tanah yang dipermasalahkan tidak lagi berstatus tanah kas desa, melainkan telah berubah menjadi hak milik warga melalui program redistribusi tanah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, Kejari Subang menetapkan lima orang sebagai tersangka, termasuk Kepala Desa Cibogo berinisial AM serta Ketua BPD Cibogo. Penyidik menduga terjadi penjualan tanah negara seluas sekitar 1,5 hektare yang disebut sebagai fasilitas umum berupa jalan setapak dan saluran irigasi, dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp 2,5 miliar.
Menanggapi penetapan tersangka tersebut, Stenny bersama tim kuasa hukum menyatakan terdapat kekeliruan mendasar dalam penentuan status tanah oleh penyidik Kejari.
Menurutnya, objek perkara merupakan tanah hasil redistribusi yang telah ditingkatkan statusnya menjadi sertifikat hak milik atas nama masing-masing warga.
“Sepanjang yang kami ketahui dan berdasarkan dokumen yang kami pelajari, tanah tersebut berasal dari program redistribusi. Sertifikat hak milik diterbitkan sekitar tahun 2020 hingga 2021 dan sudah atas nama warga penerima,” ujar Stenny.
Ia menjelaskan, dalam skema redistribusi, pemerintah memberikan tanah kepada masyarakat yang tidak memiliki lahan dengan persyaratan tertentu. Setelah ketentuan dipenuhi, penerima dapat mengajukan peningkatan status menjadi hak milik yang dibuktikan melalui sertifikat dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).
- OTT Wartawan Mojokerto: Antara Kebebasan Pers, Dugaan Pemerasan, dan Narasi Rekayasa - 01/04/2026
- Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 3,39 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek, Travoy Jadi Andalan Pemudik - 24/03/2026
- Undang-Undang Pers dan Regulasi Terkait: Fondasi Hukum bagi Kebebasan dan Tanggung Jawab Media - 16/03/2026
Halaman : 1 2 Selanjutnya





















