Pedoman Hak Jawab dalam Pemberitaan: Pilar Keseimbangan dan Keadilan Informasi

La Maseng

- Penulis

Selasa, 3 Maret 2026 - 07:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proporsionalitas
Panjang dan penempatan hak jawab harus sebanding dengan pemberitaan semula. Media tidak boleh mengecilkan atau menyembunyikan hak jawab secara tidak wajar.

Penyiaran pada kesempatan pertama
Media wajib memuat hak jawab sesegera mungkin setelah diterima dan diverifikasi.

Hak penyuntingan redaksi
Media boleh menyunting redaksi hak jawab sepanjang tidak mengubah makna substansi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak melanggar hukum
Isi hak jawab tidak boleh memuat fitnah, ujaran kebencian, atau pelanggaran hukum lainnya.

Hak Jawab Bukan Sekadar Formalitas

Dalam praktiknya, hak jawab bukan sekadar kewajiban administratif. Ia adalah mekanisme kontrol sosial terhadap pers sekaligus perlindungan bagi publik. Media yang menolak hak jawab tanpa alasan sah berpotensi melanggar Undang-Undang Pers dan dapat dikenai sanksi.

Sebaliknya, pelaksanaan hak jawab yang profesional justru memperkuat kredibilitas media. Publik melihat bahwa media bersedia mengoreksi, membuka ruang dialog, dan bertanggung jawab atas informasi yang disampaikan.

Perbedaan Hak Jawab dan Hak Koreksi

Meski sering disamakan, keduanya memiliki perbedaan penting:

  • Hak jawab berkaitan dengan tanggapan terhadap pemberitaan yang merugikan.
  • Hak koreksi berkaitan dengan pembetulan kesalahan fakta, data, atau informasi.

Hak koreksi bisa berasal dari siapa saja yang menemukan kesalahan, sedangkan hak jawab berasal dari pihak yang dirugikan langsung.

Baca Juga:  Press Release, 5W1H, Dan Tantangan Profesionalisme Jurnalisme Modern

Penutup

Hak jawab adalah salah satu fondasi demokrasi informasi. Ia menjaga keseimbangan antara kebebasan pers dan perlindungan reputasi individu. Tanpa hak jawab, pemberitaan berisiko menjadi sepihak; tanpa kebebasan pers, hak jawab kehilangan maknanya.

Di titik inilah jurnalistik menemukan tanggung jawab moralnya: menyampaikan fakta, tetapi juga memberi ruang bagi kebenaran yang mungkin terlewat.

Pers yang sehat bukan pers yang tak pernah salah, melainkan pers yang siap memperbaiki diri di hadapan publik.

——
Jakarta, 03 Maret 2026
——
DOWNLOAD PEDOMAN HAK JAWAB YANG DIKELUARKAN OLEH DEWAN PERS
——

La Maseng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OTT Wartawan Mojokerto: Antara Kebebasan Pers, Dugaan Pemerasan, dan Narasi Rekayasa
Selat Hormuz dan Kedaulatan Ekonomi Rakyat melalui Snowball Business Model (SBM)
Snowball Business Model Nandan Limakrisna: Solusi Ekonomi Berbasis Kepercayaan di Era Kapitalisme
Ekonom Pesimis, Rakyat Menunggu: Ketika Cara Membangun Ekonomi Perlu Dikoreksi
Oligarkinomics vs Snowball Business Model: Ketika Kejujuran Menjadi Kekuatan Ekonomi
Undang-Undang Pers dan Regulasi Terkait: Fondasi Hukum bagi Kebebasan dan Tanggung Jawab Media
Soemitronomics dari Atas, Snowball Business Model dari Bawah
Pedoman Iklan dan Konten Bersponsor (Native Advertising): Menjaga Batas Tegas antara Informasi dan Promosi

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 07:53 WIB

OTT Wartawan Mojokerto: Antara Kebebasan Pers, Dugaan Pemerasan, dan Narasi Rekayasa

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:55 WIB

Selat Hormuz dan Kedaulatan Ekonomi Rakyat melalui Snowball Business Model (SBM)

Jumat, 20 Maret 2026 - 15:35 WIB

Snowball Business Model Nandan Limakrisna: Solusi Ekonomi Berbasis Kepercayaan di Era Kapitalisme

Rabu, 18 Maret 2026 - 12:37 WIB

Ekonom Pesimis, Rakyat Menunggu: Ketika Cara Membangun Ekonomi Perlu Dikoreksi

Senin, 16 Maret 2026 - 19:01 WIB

Oligarkinomics vs Snowball Business Model: Ketika Kejujuran Menjadi Kekuatan Ekonomi

Berita Terbaru