Potensi Rp250 Triliun Setahun, LPPI Surati Prabowo untuk Paparkan Hasil Kajian

FIka

- Penulis

Senin, 7 September 2026 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikberita, JAKARTA – Lembaga Pengawasan Pembangunan Indonesia (LPPI) mengajukan permohonan audiensi kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memaparkan hasil kajian terkait potensi peningkatan pendapatan negara.

Permohonan tersebut disampaikan melalui surat bernomor 35/LPPI/IX/2026 tertanggal 7 September 2026. Surat itu ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

Dalam surat tersebut, LPPI menyebut telah melakukan kajian terhadap sejumlah peluang yang dinilai dapat meningkatkan pendapatan negara, khususnya yang bersumber dari tata niaga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

LPPI mengklaim, dari salah satu jenis tata niaga yang dikaji, terdapat potensi tambahan pendapatan negara hingga Rp 250 triliun per tahun.

“Bahwa dari satu jenis tata niaga bisa menambah pendapatan negara sebesar Rp 250.000.000.000.000 (dua ratus lima puluh triliun rupiah) pertahun, belum lainnya yang masih dalam kajian,” demikian isi surat yang ditandatangani Ketua/Koordinator Pelaksana Harian LPPI, Abdul Hamid Rahayaan.

LPPI menyatakan kajian tersebut merupakan bagian dari upaya lembaganya dalam memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negara sekaligus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo.

Atas dasar itu, LPPI meminta kesempatan untuk mempresentasikan secara langsung temuan dan hasil kajian tersebut kepada Presiden.

“Dalam rangka pengabdian kepada bangsa dan negara serta dukungan kami kepada Bapak H. Prabowo Subianto selaku Presiden Republik Indonesia, maka dengan ini kami mohon kesediaan waktu Bapak untuk kami dapat mempresentasikan temuan dan hasil kajian,” tulis LPPI.

Menurut LPPI, pemaparan secara langsung diperlukan agar pemerintah dapat melihat secara utuh hasil kajian tersebut dan mempertimbangkannya untuk ditindaklanjuti apabila dinilai relevan.

Masih Klaim Internal

Kendati demikian, angka Rp 250 triliun per tahun yang disebut LPPI merupakan klaim berdasarkan hasil kajian internal lembaga tersebut.

Angka tersebut belum dapat disebut sebagai tambahan penerimaan negara yang telah terealisasi. Potensi tersebut juga masih memerlukan pengujian, verifikasi, serta kajian lebih lanjut dari pemerintah dan instansi terkait.

LPPI berharap pemerintah dapat membuka ruang dialog untuk membahas temuan tersebut sehingga potensi penerimaan negara yang dimaksud dapat dinilai berdasarkan data dan mekanisme yang berlaku.

Baca Juga:  KPK Ungkap Dugaan Penyamaran Aliran Uang Suap Melalui Rekening Atas Nama Office Boy dalam Perkara Pengadaan Disdikbud Muara Enim

Ajak Masyarakat Cari Solusi

Selain meminta audiensi dengan Presiden, LPPI juga mengajak seluruh elemen masyarakat mengedepankan langkah konstruktif dalam mendukung upaya peningkatan pendapatan negara.

LPPI mengimbau masyarakat agar tidak melakukan demonstrasi atau kegiatan sejenis yang dinilai dapat mengganggu konsentrasi pemerintah dalam mengelola dan mengawasi berbagai potensi penerimaan negara.

“Kami mengajak semua elemen bangsa untuk tidak melakukan demonstrasi dan sejenisnya yang pada akhirnya mengganggu konsentrasi pemerintah dalam mengelola dan melakukan pengawasan terhadap berbagai potensi untuk pendapatan negara,” demikian pernyataan LPPI.

LPPI juga mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama mencari solusi terhadap persoalan pendapatan negara.

“Kami juga mengajak semua elemen bangsa agar kita bersama-sama mencari solusi atas pendapatan negara demi peningkatan dan kesejahteraan rakyat Indonesia,” lanjut pernyataan tersebut.

LPPI berharap masukan yang disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan negara.

Surat permohonan audiensi tersebut ditandatangani Abdul Hamid Rahayaan di Jakarta pada 7 September 2026.

Abdul Hamid disebut pernah menjadi penasihat pribadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Saat ini, dalam kapasitasnya sebagai Ketua/Koordinator Pelaksana Harian LPPI, ia menyampaikan hasil kajian lembaganya terkait peluang peningkatan pendapatan negara kepada pemerintah.

LPPI berharap dapat mempresentasikan hasil kajian tersebut secara langsung kepada Presiden Prabowo. Selanjutnya, pemerintah diharapkan dapat menilai dan menguji lebih lanjut potensi penerimaan negara yang diklaim mencapai Rp 250 triliun per tahun tersebut. (L)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BIKE Gandeng Perumda Pasar Jaya Kembangkan Pasar Minggu Jadi Kawasan TOD
Demi Menjaga Martabat Dunia Pendidikan, Jalih Pitoeng Ajak Masyarakat Hadiri Persidangan Dokter Tifa dan Roy Suryo
PETIR Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores, Dorong Respons Cepat Pemerintah
Buronan & Dugaan Aliran Rp70 Miliar Kasus BTS, FORMASI Desak Kejagung Periksa Lagi Politikus Gerindra Nistra Yohan
Lantik Pengurus 2025-2030, GEMURA Tekankan Peran Pemuda di Era Digital
Ini Dia Alasan FORMASI Desak KPK Periksa Bupati Bogor Rudy Susmanto
RUU Reforma Agraria Masuk Prolegnas Prioritas 2026, DPR Janji Tuntaskan Konflik Agraria Struktural
Masuki Usia ke 81 Tahun, Jalih Pitoeng Berharap Kejaksaan Lebih Maksimal Dalam Menjalankan Fungsi Penegakan Hukum

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 20:47 WIB

BIKE Gandeng Perumda Pasar Jaya Kembangkan Pasar Minggu Jadi Kawasan TOD

Rabu, 16 September 2026 - 10:12 WIB

Demi Menjaga Martabat Dunia Pendidikan, Jalih Pitoeng Ajak Masyarakat Hadiri Persidangan Dokter Tifa dan Roy Suryo

Jumat, 11 September 2026 - 16:02 WIB

PETIR Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores, Dorong Respons Cepat Pemerintah

Senin, 7 September 2026 - 15:37 WIB

Buronan & Dugaan Aliran Rp70 Miliar Kasus BTS, FORMASI Desak Kejagung Periksa Lagi Politikus Gerindra Nistra Yohan

Senin, 7 September 2026 - 14:30 WIB

Potensi Rp250 Triliun Setahun, LPPI Surati Prabowo untuk Paparkan Hasil Kajian

Berita Terbaru

Berita

PENGUMUMAN KEHILANGAN SEPEDA MOTOR

Senin, 21 Sep 2026 - 19:29 WIB