Detikberita, Jakarta – Isu perundungan atau bullying menjadi perhatian dalam Talkshow dan Seminar Anti – Bullying bertema “Bersatu Lawan Bullying, Bersama Ciptakan Generasi Hebat” yang digelar dalam rangka Road Show & Open Casting Film Aku Bukan Musuhmu, Tapi Aku Sahabatmu di Cipinang Indah Mall, Jakarta, Sabtu (8/8).
Kegiatan yang berlangsung menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Dr. Lidwina Inge Nurtjahyo, S.H, M.Si., Wage Wardana, M.Pd, Farid Ongky,Pak Edo, Ronny Mepet.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Produser film sekaligus perwakilan rumah produksi Menara Sinema, Ronny Mepet, menilai perundungan masih menjadi persoalan yang terjadi di berbagai lingkungan, mulai dari keluarga, sekolah, hingga pergaulan sehari-hari. Menurutnya, tindakan yang awalnya dianggap sebagai candaan dapat berubah menjadi perundungan ketika sudah menyakiti orang lain.
“Kalau sudah bercanda, kalau sudah keterlaluan, itu bukan bercanda lagi karena menyakiti. Akan menyakiti hati seseorang,” ujar Ronny.
Ronny menjelaskan, film bertema antiperundungan yang diproduksi Menara Sinema diharapkan tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat. Ia menyoroti perkembangan teknologi dan penggunaan telepon seluler sebagai salah satu faktor yang turut memengaruhi munculnya perundungan, termasuk di ruang digital.
“Tujuan utama adanya film ini sebenarnya supaya masyarakat tahu. Tolonglah, di mana pun, di seluruh pelosok, dihentikan yang namanya perundungan,” katanya.
Ronny berharap film tersebut nantinya dapat disosialisasikan secara luas melalui sekolah-sekolah di Indonesia. Ia bahkan menginginkan adanya kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun pihak sekolah agar film bertema antiperundungan tersebut dapat menjadi tontonan edukatif bagi para pelajar.
“Kalau kita bisa bekerja sama dengan kementerian pendidikan dan kebudayaan maupun sekolah-sekolah, harusnya film ini bisa wajib ditonton,” ujar Ronny.
Menurut Ronny, tema perundungan masih relevan diangkat ke layar lebar karena persoalan tersebut dapat memberikan dampak terhadap kondisi psikologis dan perkembangan karakter anak. Karena itu, pesan antiperundungan dinilai perlu disampaikan secara berkelanjutan agar dapat mendorong perubahan perilaku, bukan hanya sesaat setelah menonton film.
Selain fokus pada isu sosial, Ronny memastikan Menara Sinema akan terus memproduksi film dengan beragam genre. Ia menyebut sejumlah proyek film telah disiapkan untuk tayang secara bertahap, termasuk film komedi dan horor. Ronny juga berharap film antiperundungan yang tengah digarap dapat diterima masyarakat dan mencapai target tiga juta penonton.





























