SERIKAT NELAYAN NAHDLATUL ULAMA SOROTI PT. International Green Industrial Park (IGIP) JUMADIL L. DJ. ABD SALAM: INDUSTRI HARUS HADIR MEMBERI SOLUSI DAN MEMPERKUAT KETERWAKILAN MASYARAKAT LOKAL

Apandi Tondowatu

- Penulis

Selasa, 22 September 2026 - 08:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMBALAGI 22-08-2026 — Keberadaan kawasan industri PT. International Green Industrial Park (IGIP) di wilayah Desa Sambalagi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal. Kehadiran industri tidak boleh hanya dilihat dari sisi investasi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus diikuti dengan solusi terhadap berbagai perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

 

Hal tersebut disampaikan Jumadil L. Dj. Abd Salam, Korwil Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama Wilayah Indonesia Timur, sekaligus putra daerah Desa Sambalagi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Menurut Jumadil, salah satu persoalan yang perlu mendapatkan perhatian adalah masyarakat nelayan yang menghadapi perubahan akses terhadap wilayah penangkapan ikan akibat perkembangan kawasan.

 

«“Wilayah masyarakatt untuk menangkap ikan semakin jauh. Karena itu, ketika kawasan industri berkembang, perusahaan juga harus mampu hadir memberikan solusi bagi masyarakat nelayan yang terdampak. Jangan sampai masyarakat kehilangan ruang penghidupannya, sementara industri terus berkembang tanpa ada solusi yang konkret,” ujar Jumadil.»

 

Namun, menurutnya, persoalan masyarakat lokal tidak hanya berkaitan dengan nelayan. Hal yang tidak kalah penting adalah penguatan keterwakilan masyarakat Desa Sambalagi dalam hubungan antara perusahaan dan masyarakat.

 

Jumadil menilai bahwa masyarakat lokal harus diberikan ruang yang lebih kuat untuk terlibat dalam perkembangan kawasan industri.

 

“Saya melihat keterwakilan masyarakat Sambalagi di dalam hubungan dengan perusahaan harus diperkuat. Kalau selama ini keterwakilan itu berada pada fungsi kehumasan, ke depan saya kira tidak harus berhenti di situ. Kalau memang ada masyarakat lokal yang memiliki kapasitas dan kompetensi, ruangnya bisa diperluas, termasuk pada posisi strategis dan sistem HRD sesuai kebutuhan perusahaan,” katanya.

 

Ia juga mendorong PT IGIP untuk tidak hanya melakukan perekrutan tenaga kerja lokal ketika kebutuhan tenaga kerja sudah tersedia, tetapi terlebih dahulu mempersiapkan masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

 

Menurutnya, pelatihan harus dirancang berdasarkan kebutuhan nyata perusahaan sehingga masyarakat lokal mempunyai kompetensi yang dapat diserap ke dalam sistem industri.

 

“Jangan hanya mengatakan masyarakat lokal tidak memiliki kompetensi. Kalau memang kompetensinya belum tersedia, maka perusahaan bersama stakeholder terkait harus membantu mempersiapkan kompetensi itu melalui pelatihan. Dengan begitu, masyarakat bukan hanya menjadi penonton, tetapi benar-benar menjadi bagian dari pertumbuhan industri,” tegasnya.

 

SAMBALAGI DAN WAREA HARUS MENDAPAT PERHATIAN KHUSUS

 

Jumadil menegaskan bahwa Desa Sambalagi harus menjadi perhatian utama karena merupakan desa ring satu kawasan industri.

 

Selain itu, masyarakat Desa Werea juga perlu mendapatkan perhatian karena secara historis merupakan wilayah yang telah dimekarkan dari Desa Sambalagi dan memiliki kedekatan langsung dengan kawasan tersebut.

 

Karena itu, ia mendorong adanya kebijakan yang memberikan prioritas kepada masyarakat Desa Sambalagi dan Desa Werea, terutama dalam program pelatihan, kesempatan kerja, pemberdayaan ekonomi, pengembangan usaha masyarakat dan program sosial perusahaan.

Baca Juga:  KSOP Marunda Tindaklanjuti Pengaduan PT SSS, Pemeriksaan Berlanjut ke Ditjen Hubla

 

JANGAN SEMBARANG MENERIMA PIHAK YANG MENGATASNAMAKAN MASYARAKAT

 

Dalam kesempatan tersebut, Jumadil juga meminta manajemen PT IGIP agar berhati-hati terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan masyarakat Desa Sambalagi.

 

Ia meminta agar setiap pihak yang mengklaim membawa aspirasi masyarakat terlebih dahulu dikonfirmasi kepada unsur resmi dan tokoh masyarakat desa.

 

“Saya meminta manajemen IGIP jangan mudah mempercayai pihak-pihak yang datang mengatasnamakan masyarakat Sambalagi. Konfirmasi terlebih dahulu kepada Kepala Desa, BPD dan tokoh-tokoh masyarakat Sambalagi. Jangan sampai ada orang yang berbicara atas nama masyarakat, sementara masyarakat sendiri tidak pernah memberikan mandat,” tegasnya.

 

MENDESAK DIALOG TERBUKA

 

Atas berbagai persoalan tersebut, Jumadil L. Dj. Abd Salam mendesak manajemen PT IGIP untuk segera membuka ruang dialog resmi dan terbuka bersama masyarakat Desa Sambalagi dan Desa Werea.

 

Dialog tersebut, menurutnya, harus melibatkan Pemerintah Desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, nelayan serta unsur masyarakat lainnya, sehingga persoalan yang berkembang tidak diselesaikan melalui informasi sepihak atau melalui pihak yang belum jelas mandat keterwakilannya.

 

“Saya mendesak agar segera dilakukan dialog. Duduk bersama, buka persoalannya secara terang, dengarkan masyarakat dan cari solusi bersama. Jangan biarkan persoalan ini berkembang menjadi prasangka antara masyarakat dengan perusahaan,” ujar Jumadil.

 

Ia menegaskan bahwa dialog tersebut harus menghasilkan langkah konkret, bukan sekadar pertemuan seremonial.

 

“Kami ingin ada kesepahaman yang jelas mengenai solusi bagi nelayan, prioritas tenaga kerja lokal, program pelatihan, pemberdayaan masyarakat dan penguatan keterwakilan masyarakat Sambalagi dalam hubungan dengan perusahaan,” lanjutnya.

 

Sebagai putra daerah Desa Sambalagi, Jumadil mengatakan dirinya tidak ingin hubungan masyarakat dengan perusahaan berkembang menjadi hubungan yang saling berhadapan.

 

“Saya tidak ingin masyarakat bermusuhan dengan perusahaan. Saya juga tidak ingin perusahaan berjalan tanpa mendengar masyarakat. Yang kami inginkan adalah hubungan yang sehat, terbuka dan saling menguntungkan. Tetapi untuk mencapai itu, dialog harus segera dilakukan,” tegasnya.

 

“Industri boleh tumbuh besar di wilayah Sambalagi. Tetapi masyarakat Sambalagi juga harus tumbuh bersama industri tersebut. Jangan sampai industri berdiri di wilayah kami, sementara masyarakat lokal hanya menjadi penonton,” pungkas Jumadil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Bekali Personil dengan Filosofi Hukum dan Strategi Penegakan Hukum
Binrohtal bagi Tahanan,Polres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Pembinaan Mental dan Kerohanian
Aktivis Imbau Masyarakat Hindari Aksi Anarkis Pada Peringatan Hari Tani
Kasus Dugaan Suap HGB Bogor, Massa Desak KPK Periksa Nusron Wahid
Promo Cashback blu 50 Ribu, Peluncuran blulnvest Emas oleh Pegadaian dan blu by BCA Digital
Polsek Kelapa Gading Silaturahmi Bersama Puluhan Awak Media Perkuat Sinergi
Pilkades Serentak di Kabupaten Bekasi Berlangsung Aman dan Kondusif
Polsek Koja Gelar Fun Night Run 100 Meter, Dorong Remaja Isi Waktu dengan Kegiatan Positif

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:25 WIB

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Bekali Personil dengan Filosofi Hukum dan Strategi Penegakan Hukum

Selasa, 22 September 2026 - 17:23 WIB

Binrohtal bagi Tahanan,Polres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Pembinaan Mental dan Kerohanian

Selasa, 22 September 2026 - 17:11 WIB

Aktivis Imbau Masyarakat Hindari Aksi Anarkis Pada Peringatan Hari Tani

Selasa, 22 September 2026 - 16:32 WIB

Kasus Dugaan Suap HGB Bogor, Massa Desak KPK Periksa Nusron Wahid

Selasa, 22 September 2026 - 13:35 WIB

Polsek Kelapa Gading Silaturahmi Bersama Puluhan Awak Media Perkuat Sinergi

Berita Terbaru