Detikberita, Jakarta – Film Ketok Mejik siap menyapa penonton di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026. Film drama komedi garapan sutradara Yogi S. Calam ini dibintangi Ananta Rispo, Tarra Budiman, Dodit Mulyanto, dan Arief Didu, dengan cerita yang memadukan humor, persahabatan, tekanan ekonomi, serta unsur fantasi.
Cerita berpusat pada Ben (Ananta Rispo), pemilik bengkel yang terlilit utang dan berada di bawah tekanan seorang pengusaha. Bersama tiga karyawannya, Made (Tarra Budiman), Saged (Dodit Mulyanto), dan Unung (Arief Didu), Ben kemudian menemukan palu sakti peninggalan leluhur. Benda tersebut membawa mereka ke dalam serangkaian kejadian tak terduga saat berusaha menyelamatkan bengkel dan memperbaiki kehidupan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sutradara Yogi S. Calam mengatakan, kekuatan Ketok Mejik tidak hanya terletak pada unsur komedinya, tetapi juga hubungan antarkarakter yang dibuat dekat dengan kehidupan sehari-hari. “Kami ingin penonton mengenal Ben, Made, dan Saged sebagai tiga sahabat yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Yang terpenting bukan hanya apa yang mereka hadapi, tetapi bagaimana mereka menjalaninya bersama,” ujar Yogi saat konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta, Minggu (9/8/2026).
Produser Handoko menilai cerita film tersebut memiliki kedekatan dengan persoalan yang banyak dialami masyarakat, terutama keinginan untuk mengubah kehidupan menjadi lebih baik. “Semua orang pasti pernah berada di titik ingin mengubah hidup menjadi lebih baik. Perasaan itu menjadi titik berangkat film ini. Kami berharap penonton bisa tertawa bersama mereka sekaligus ikut merasakan perjalanan yang mereka lalui,” katanya.
Ananta Rispo menyebut Ben bukan karakter yang digambarkan sempurna. Menurutnya, tokoh tersebut merupakan sosok biasa yang harus menghadapi utang, tanggung jawab, dan berbagai tekanan hidup. “Ben itu orang biasa yang sedang berusaha mempertahankan apa yang dia punya. Dia punya masalah, punya utang, punya tanggung jawab, tetapi juga punya orang-orang yang selalu ada di sampingnya. Menurut saya, sisi itu yang membuat Ben menarik,” tutur Ananta.
Bagi Ananta, tantangan memerankan Ben adalah menjaga agar unsur komedi tetap terasa alami tanpa menghilangkan sisi emosional karakter. Komedi dalam film dibangun melalui situasi dan interaksi para tokoh, sehingga kelucuan tidak hanya bergantung pada dialog atau lelucon.
Selain menawarkan hiburan untuk penonton Indonesia, tim produksi juga mulai membuka peluang agar IP Ketok Mejik dapat dikenal di pasar internasional. Charles D. Yusap selaku Executive Producer menyebut India menjadi salah satu pasar yang tengah dijajaki. “Kami ingin Indonesia yang membawa karya dan IP-nya ke pasar global. Bukan hanya menunggu pasar global datang ke Indonesia,” ujarnya.
Film Ketok Mejik diproduksi HAHA Production bersama AZ Films dan Kita Films. Film ini juga dibintangi Ersya Aurelia, Jarwo Kwat, Agus Kuncoro, Arafah Rianti, Sadana Agung, Erick Astrada, Lolox, Buhun Warwer, Furry Setya, Vadi Bule, Chika Waode, dan Berliana Lovel. Skenario ditulis Iyam Renzia dan Moh. Rido S.A., dengan Arif Bontang sebagai Director of Photography serta editing oleh Andhy Pulung dan Johan Leonardo. Ketok Mejik tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026.





























