Qintharra Ulya Yassifa: Politik Harus Menjadi Ruang Anak Muda Menghadirkan Solusi bagi Bangsa

Rudi

- Penulis

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Qintharra Ulya Yassifa, menjadi salah satu pembicara dalam Public Town Hall Indonesia Youth Democracy Forum (IYDF) 2026 yang diselenggarakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di Auditorium Prof. Dr. Hasjim Djalal, Sekretariat FPCI, Mayapada Tower, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Mengusung tema “Next-Generation Civic Leadership and Democratic Resilience”, forum ini menjadi ruang dialog bagi para pemimpin muda Indonesia untuk bertukar gagasan mengenai kepemimpinan generasi baru dan penguatan ketahanan demokrasi di tengah tantangan global.

Acara dibuka oleh Pendiri dan Ketua FPCI, Dr. Dino Patti Djalal, bersama Direktur KAS Indonesia dan Timor Leste, Jan Senkyr. FPCI sendiri merupakan organisasi kebijakan luar negeri independen dan non-partisan yang didirikan pada 2015 oleh mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dr. Dino Patti Djalal. Organisasi ini aktif mempromosikan internasionalisme positif melalui berbagai seminar, diskusi publik, hingga penyelenggaraan Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP), festival diplomasi terbesar di Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sesi diskusi, Qintharra menegaskan bahwa generasi muda harus memiliki winning mentality, keberanian menyampaikan gagasan, serta tidak takut menghadapi tantangan dalam dunia politik.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya tidak berasal dari latar belakang ilmu politik maupun kebijakan publik. Sebelum terjun ke dunia politik, ia merupakan seorang arsitek lanskap yang menempuh pendidikan dan pengalaman profesional di luar negeri dalam bidang landscape architecture, urban planning, serta pengembangan green infrastructure dan blue infrastructure.

“Saya tidak pernah belajar politik sebelumnya. Background saya adalah landscape architect. Setelah kembali ke Indonesia, saya memilih bergabung dengan PDI Perjuangan karena diberi ruang untuk menyampaikan gagasan dan berkontribusi bagi pembangunan,” ujarnya.

Menurut Qintharra, pembangunan Indonesia ke depan tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan politik, tetapi juga membutuhkan tata kelola kota yang baik, lingkungan yang berkualitas, serta pembangunan berkelanjutan (sustainability).

Ia juga menceritakan pengalamannya membangun jejaring internasional melalui berbagai konferensi arsitektur lanskap. Salah satunya dengan menghadirkan teknologi dari Korea Selatan untuk mendukung pemetaan dan pengembangan tata kelola wilayah di Indonesia sebagai bentuk kontribusi nyata yang lahir dari kolaborasi internasional.

Baca Juga:  Eksekusi Lahan Cibubur Memanas, 31 Santri Terancam Terusir dan Dugaan Rekayasa Dokumen Mengemuka

“Bagi saya, politik adalah ruang untuk menghadirkan solusi. Saya ingin ilmu yang saya miliki bisa diterjemahkan menjadi kebijakan publik yang berpihak pada lingkungan dan keberlanjutan,” katanya.

Selain aktif di dunia politik, Qintharra juga merupakan CEO dan pendiri Fraiche Atelier, perusahaan konsultan arsitektur dan desain lanskap, serta menjabat sebagai Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Malang periode 2024–2027 dan Wakil Ketua Umum Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) Cabang Malang/Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya regenerasi kepemimpinan di partai politik. Menurutnya, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur memberikan ruang yang luas bagi generasi muda untuk berperan dalam pengambilan keputusan maupun kepengurusan organisasi.

“Di Jawa Timur, keterlibatan anak muda bahkan mencapai sekitar 40 hingga 50 persen. Mereka bukan hanya menjadi pelengkap, tetapi dipercaya menduduki posisi strategis seperti ketua, sekretaris, maupun bendahara. Regenerasi harus benar-benar dijalankan, bukan sekadar slogan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa anak muda juga diberikan kesempatan untuk berkreasi di berbagai bidang, termasuk ekonomi kreatif dan inovasi, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Menutup paparannya, Qintharra mengajak generasi muda untuk tidak takut memasuki dunia politik dan terus membawa gagasan-gagasan baru demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.

“Selama kita memiliki niat untuk memberikan manfaat bagi bangsa, jangan pernah takut menyampaikan ide. Anak muda harus berani tampil, berani berkontribusi, dan berani menjadi bagian dari solusi bagi masa depan Indonesia,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Turun Lansung ke Muara Angke,Serap Aspirasi Warga Lewat Jaga Jakarta On The Sport
Ronny Mepet : Perundungan Bukan Lagi Sekadar Candaan
Inge Nurtjahyo : UI Dorong Gerakan Anti-Bullying Dimulai Sejak Usia Sekolah
HUT Ke-1 PRI di Kepri, Ratusan Kader Hadiri Perayaan dan Bagikan Bansos
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Sinergi dengan Tokoh Masyarakat Jakarta Utara,Bahas Kamtibmas dan Kerukunan
Tiga Calon wisatawan Rugi Rp66 Juta, Jadi Korban Penipuan Pengurusan Visa Taiwan
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Sinergi dengan PWI-LS DKI Jakarta
JJOS Patroli Cipta Kondisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Antisipasi Kejahatan Jalanan dan Ganguan Kamtibmas

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:25 WIB

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Turun Lansung ke Muara Angke,Serap Aspirasi Warga Lewat Jaga Jakarta On The Sport

Minggu, 9 Agustus 2026 - 01:23 WIB

Ronny Mepet : Perundungan Bukan Lagi Sekadar Candaan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 01:15 WIB

Inge Nurtjahyo : UI Dorong Gerakan Anti-Bullying Dimulai Sejak Usia Sekolah

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:54 WIB

HUT Ke-1 PRI di Kepri, Ratusan Kader Hadiri Perayaan dan Bagikan Bansos

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Sinergi dengan Tokoh Masyarakat Jakarta Utara,Bahas Kamtibmas dan Kerukunan

Berita Terbaru

Berita

Ronny Mepet : Perundungan Bukan Lagi Sekadar Candaan

Minggu, 9 Agu 2026 - 01:23 WIB