THI Usul BPOM Manfaatkan AI untuk Percepat Sertifikasi Produk, Proses Izin Dinilai Terlalu Lama

Lutfika Madjoka

- Penulis

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikberita, Jakarta – Lamanya proses pendaftaran sertifikasi produk di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali menjadi sorotan. PT Triple Helix Indonesia (THI) mengusulkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk membantu mempercepat proses penapisan (screening) dokumen perizinan.

Salah satu Pendiri PT Triple Helix Indonesia (THI), George Gunawan, mengatakan lamanya proses penerbitan izin dipengaruhi ketidakseimbangan antara kapasitas verifikasi BPOM dengan jumlah dokumen yang masuk setiap harinya.

“Kapastitas mereka sekitar 1.000 dokumen untuk mengeluarkan izin, tetapi yang datang bisa mencapai 5.000 pendaftaran. Karena tidak tertampung dan pemerintah juga tidak mungkin terus menambah tenaga kerja di situasi seperti sekarang, kami mencoba membantu BPOM melakukan screening dokumen menggunakan AI,” kata George saat ditemui di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

George menjelaskan, kendala dalam proses registrasi produk tidak hanya berasal dari sisi BPOM, tetapi juga dari kelengkapan dokumen yang disiapkan pelaku usaha maupun pemasok dari luar negeri.

Menurutnya, produk impor, terutama dari perusahaan berskala kecil, kerap terkendala dokumen teknis yang belum lengkap hingga proses legalisasi dokumen melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) atau Konsulat Jenderal RI di negara asal.

Melalui sistem berbasis AI, THI ingin membantu melakukan pemeriksaan awal terhadap seluruh dokumen sebelum diajukan ke BPOM. Dengan demikian, dokumen yang masuk diharapkan telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi sehingga mempercepat proses evaluasi.

Baca Juga:  Snowball Business Model Nandan Limakrisna: Solusi Ekonomi Berbasis Kepercayaan di Era Kapitalisme

“Kami berharap bisa membantu screening terlebih dahulu. Jadi ketika dokumen masuk ke BPOM, tingkat kelengkapannya bisa mencapai 99,9 persen sehingga prosesnya jauh lebih cepat,” ujarnya.

Selain mendorong pemanfaatan teknologi, George juga mengusulkan adanya layanan registrasi reguler dan ekspres yang dikelola secara resmi dan transparan.

Ia mencontohkan sistem pengurusan visa di sejumlah negara yang menyediakan pilihan layanan dengan waktu penyelesaian berbeda sesuai kebutuhan pemohon.

“Kalau mau cepat tiga hari, dibuat saja tarif resmi yang transparan untuk jalur ekspres dan seluruh penerimaannya masuk ke kas negara. Pengusaha yang membutuhkan proses lebih cepat bisa memilih jalur tersebut,” tuturnya.

George berharap kolaborasi antara akademisi, dunia usaha, dan pemerintah melalui konsep Triple Helix dapat menghasilkan sistem registrasi produk yang lebih efisien tanpa mengurangi standar keamanan dan perlindungan bagi masyarakat.  (L)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Alumni FKG Unpad Sambut Positif Family Gathering, Buka Peluang Kolaborasi Kedokteran Gigi Militer dan Swasta
FKG Unpad Gandeng Krista Exhibition, Pameran Jadi Ajang Reuni Alumni Jabodetabek
MTI Minta RUU Sistranas Dipercepat, Dorong Transportasi Massal di 20 Kota Metropolitan
PEWARIS Kawal Jurnalis Laporkan Dugaan Intimidasi Terkait Pemberitaan Paspor Ganda
Hasil Survei LKPI: Publik Nilai Prabowo Berhasil Jaga Stabilitas Ekonomi
Jalih Pitoeng Sebut Pergub Lembaga Adat Betawi Bukti Perjuangan Panjang Tak Sia-sia
77,9% Kepuasan Publik, Bukti Kinerja Mulai Dirasakan
Pelaku Usaha Soroti Maraknya Pembelian Ilegal Logam Mulia, Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Pajak

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Alumni FKG Unpad Sambut Positif Family Gathering, Buka Peluang Kolaborasi Kedokteran Gigi Militer dan Swasta

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:33 WIB

THI Usul BPOM Manfaatkan AI untuk Percepat Sertifikasi Produk, Proses Izin Dinilai Terlalu Lama

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:54 WIB

FKG Unpad Gandeng Krista Exhibition, Pameran Jadi Ajang Reuni Alumni Jabodetabek

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:46 WIB

MTI Minta RUU Sistranas Dipercepat, Dorong Transportasi Massal di 20 Kota Metropolitan

Senin, 3 Agustus 2026 - 23:02 WIB

PEWARIS Kawal Jurnalis Laporkan Dugaan Intimidasi Terkait Pemberitaan Paspor Ganda

Berita Terbaru