Detikberita, Jakarta – Film horor terbaru Paket Santet siap meneror penonton Indonesia mulai 27 Agustus 2026. Diproduksi BASE Entertainment dan disutradarai Dinna Jasanti, film ini memadukan unsur santet, misteri, gore, serta drama persahabatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Press Screening dan Press Conference Paket Santet digelar di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Cerita Paket Santet mengikuti tujuh sahabat, Deva (Fatih Unru), Bela (Yasamin Jasem), Celia (Gabriella Ekaputri), Ale (Fadly Faisal), Firza (Fiki Naki), Glen (Farandika), dan Kiki (Azela Putri). Kehidupan mereka berubah setelah satu per satu menerima paket misterius yang ternyata menjadi media santet.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Teror semakin mengerikan ketika kematian mulai menghampiri mereka. Ketujuh karakter tersebut akhirnya menyadari bahwa rangkaian kejadian yang mereka alami bukan sebuah kebetulan, melainkan berkaitan dengan masa lalu yang belum benar-benar selesai.
Ditulis oleh Obe Karel, Titien Wattimena, dan Ambaridzki Ramadhantyo, film ini diproduseri Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, dan Tanya Yuson. Konsep ceritanya berangkat dari kebiasaan masyarakat menerima paket belanja daring yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah teror.
Produser Shanty Harmayn mengatakan, Paket Santet tidak hanya ingin mengandalkan adegan menakutkan, tetapi juga mengajak penonton memikirkan konsekuensi dari perbuatan yang dilakukan terhadap orang lain.
“Paket Santet berangkat dari sesuatu yang sangat dekat dengan keseharian. Dari tindakan sederhana seperti menerima sebuah paket, kemudian membawa kita ke pertanyaan yang lebih jauh, bagaimana jika orang yang pernah kita sakiti ternyata tidak pernah melupakan apa yang terjadi?” ujar Shanty.
Sementara itu, Dinna Jasanti mengungkapkan ketertarikannya terhadap cerita yang terasa dekat dengan kehidupan penonton. Baginya, sumber ketakutan dalam film horor tidak selalu harus berasal dari sosok gaib, tetapi juga dapat muncul dari kehilangan, keluarga, persahabatan, hingga luka yang belum terselesaikan.
“Ketakutan kehilangan, itu juga ketakutan. Ketakutan untuk hantu, itu juga ketakutan. Tapi itu kan semua muncul dari pertumbuhan kita di keluarga, persahabatan kita, temenan, dan lain-lain,” kata Dinna.
Sebagai debutnya menyutradarai film horor, Dinna mengaku tertantang untuk menggabungkan drama yang kuat dengan teror. Hubungan antarkarakter menjadi salah satu elemen penting dalam membangun ketegangan cerita.
“Jadi gimana caranya drama yang kental, yang tebal, persahabatan yang kuat, tapi kita paduin dengan horor,” tuturnya.
Fatih Unru yang memerankan Deva melihat pesan film ini berkaitan erat dengan perilaku dalam pertemanan. Menurutnya, hal yang dianggap sebagai candaan atau persoalan kecil oleh seseorang belum tentu memiliki dampak yang sama bagi orang lain.
“Paket Santet membuat saya berpikir ulang tentang hal-hal kecil dalam pertemanan yang sering kita anggap sudah selesai. Candaan, sikap, atau momen yang mungkin bagi kita sudah dilupakan, ternyata bisa menjadi luka bagi orang lain,” ujar Fatih.
Melalui teror paket santet, misteri, gore, dan konflik persahabatan, Paket Santet menghadirkan pesan bahwa luka masa lalu tidak selalu hilang begitu saja. Film ini mengajak penonton melihat bagaimana tindakan sederhana dapat meninggalkan dampak panjang, bahkan berubah menjadi dendam yang mengancam nyawa.
- Khansa Syahlaa Shares Her Journey on Lenin Peak Expedition at 7,134 MASL in the Pamir Mountains Raises the Indonesian Red and White Flag at 6,400 MASL, Proving the Spirit of Indonesian Mountaineers_ - 22/08/2026
- Film Rumah Singgah Ajak Penonton Merayakan Hidup dan Menemukan Harapan - 20/08/2026
- Paket Santet Hadirkan Teror dari Paket Misterius, Dendam yang Tak Pernah Usai - 18/08/2026























