Detikberita, Jakarta – Film Rumah Singgah siap menyapa penonton di bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026. Film produksi SENARA bersama Mandela Pictures dan Limelight Pictures ini menghadirkan kisah persahabatan, perjuangan, serta harapan di tengah ujian hidup. Press Screening & Press Conference digelar di XXI Epicentrum, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Disutradarai Dyan Sunu Prastowo, Rumah Singgah mengikuti kisah Karla (Adhisty Zara), seorang atlet lari yang harus menghadapi kenyataan pahit setelah dokter mendiagnosis dirinya mengidap osteosarkoma atau kanker tulang ganas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Karla kemudian tinggal di sebuah rumah singgah. Di tempat tersebut, ia bertemu Bu Andin (Dewi Irawan), kepala rumah singgah, serta Luki (Devano), Toni (Ciccio Manassero), dan Pika (Messi Gusti). Kehadiran mereka perlahan menghadirkan persahabatan baru bagi Karla.
Bersama Mang Didu (Aming), penjaga rumah singgah yang selalu menemani mereka, Karla dan teman-temannya menjalani hari-hari penuh tawa, ketakutan, dan perjuangan. Dari kebersamaan tersebut, mereka kembali menemukan arti penting sebuah mimpi dan kesempatan untuk menikmati hidup.
Sutradara Dyan Sunu Prastowo mengatakan film ini banyak berbicara tentang waktu dan bagaimana seseorang memaknai setiap momen dalam hidup.
“Selama membuat Rumah Singgah, kami banyak berbicara tentang waktu. Tentang bagaimana sesuatu yang kita anggap sederhana menjadi begitu berarti ketika kita menyadari bahwa waktu tidak selalu berjalan seperti yang kita harapkan,” ujar Dyan.
Ia berharap penonton tidak hanya menikmati cerita, tetapi juga kembali menyadari pentingnya hadir untuk orang-orang di sekitar.
“Ketika film ini akhirnya siap bertemu dengan penonton, kami merasa waktunya tepat untuk mengajak publik datang bersama-sama ke bioskop, bukan hanya untuk menonton Rumah Singgah, tetapi juga merasakan kembali betapa berharganya hadir untuk seseorang, mendengarkan mereka, dan memberi mereka kesempatan untuk tetap bermimpi,” katanya.
Pengalaman serupa juga dirasakan Devano saat mendalami karakter Luki. Menurutnya, sosok Luki mengajarkan pentingnya menikmati hal-hal sederhana dan selalu hadir untuk sahabat.
“Menjadi Luki membuat saya belajar melihat banyak hal dari sudut pandang yang berbeda. Walaupun berada di situasi yang nggak mudah, Luki tetap bisa menikmati hal-hal sederhana dan selalu ada untuk teman-temannya,” ujar Devano.
Selain berakting sebagai Luki, Devano turut membawakan lagu “Surat Hati” yang menjadi bagian dari perjalanan film. Ia berharap penonton dapat merasakan kehangatan yang hadir selama proses produksi.
“Semoga penonton bisa ikut merasakan kehangatan yang kami rasakan saat membuat film ini, dan setelah menontonnya bisa lebih menghargai waktu serta orang-orang yang selalu ada untuk kita,” kata Devano.
Produser SENARA Hans Andreas menilai perjalanan sebuah film justru menemukan maknanya ketika bertemu dengan penonton. Karena itu, ia mengajak masyarakat menyaksikan Rumah Singgah sejak hari pertama penayangan.
“Pada akhirnya, sebuah film tidak selesai ketika proses produksinya berakhir. Ia baru benar-benar menemukan maknanya ketika bertemu dengan penonton. Karena itu, kami ingin mengajak sebanyak mungkin penonton datang dan menyaksikan Rumah Singgah sejak hari pertama penayangannya,” kata Hans.
Film Rumah Singgah turut dibintangi Adhisty Zara, Devano, Messi Gusti, Ciccio Manassero, Aming, Dewi Irawan, Marthino Lio, Agnes Naomi Shivapriya, dan Alex Abbad. Dengan mengangkat cerita tentang persahabatan dan perjuangan menghadapi keterbatasan, Rumah Singgah siap mengajak penonton merayakan hidup dan menemukan kembali harapan yang sempat hilang.
- Khansa Syahlaa Shares Her Journey on Lenin Peak Expedition at 7,134 MASL in the Pamir Mountains Raises the Indonesian Red and White Flag at 6,400 MASL, Proving the Spirit of Indonesian Mountaineers_ - 22/08/2026
- Film Rumah Singgah Ajak Penonton Merayakan Hidup dan Menemukan Harapan - 20/08/2026
- Paket Santet Hadirkan Teror dari Paket Misterius, Dendam yang Tak Pernah Usai - 18/08/2026























